One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Selasa, 09 Agustus 2022

Program ‘Sahabat’ Bermanfaat untuk Masyarakat dan Pemerintahan Pacitan

 

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan menuntaskan program Bersama Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi (SAHABAT) yang berfokus pada pencegahan dan penanganan COVID-19.

Kegiatan yang terlaksana dari hasil kerjasama MDMC dengan SIAP SIAGA dan Australia ini cukup bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya warga desa sasaran program SAHABAT yang dibekali pengetahuan tentang potensi bencana, pencegahan dan penanganan bencana sekaligus pemanfaatan tekhnology informasi.

Program SAHABAT yang dimulai pada bulan Maret itu dilaksanakan di lima desa yang berada di empat kecamatan di Pacitan.

“Sebenarnya kami menginginkan lebih banyak desa tapi saat ini baru ada lima desa sasaran di Pacitan yakni Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Desa Pringkuku, Kecamatan Pringkuku, Desa Mentoro, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan dan Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung,” kata Agus Hadi Prabowo, Ketua MDMC Pacitan.


Tiap desa sasaran program SAHABAT lanjut Agus, terbentuk relawan yang siap menghadapi bencana baik bencana alam maupun bencana non alam. Rinciannya 4 koordinator relawan dan 20 orang relawan. Tugas pokok relawan desa untuk mengedukasi masyarakat.

“Kita dalam desa dampingan ini melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemuda tokoh masyarakat dan tokoh perempuan. Selain sebagai upaya pengurangan resiko bencana, harapan kami program SAHABAT ini bisa sebagai acuan untuk DESA SIAGA karena relawan yang terlibat benar-benar punya kemampuan untuk menghadapi bencana alam maupun non alam,” jelasnya.

Manager Program SAHABAT Area Pacitan, Catur Wahyono mengatakan para relawan ini juga dibekali dengan pengetahuan tentang penggunaan teknologi. Pemanfaatan tekhnologi ini penting agar data dan informasi benar-benar tersaji dengan baik.

Di luar itu, para relawan juga mempunyai SOP yang jelas dalam koordinasi kegiatan 3T dan vaksinasi antara relawan masyarakat dan pemerintah daerah. Relawan juga memahami implementasi 3T dan vaksinasi di masyarakat sasaran.

“Capaian program yang diterima relawan dan masyarakat berupa peningkatan kapasitas diri terkait dengan pengurangan Resiko Bencana dan khususnya dalam pengoperasian sistem informasi SICOVID,” tambahnya.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi program SAHABAT yang dilaksanakan MDMC Pacitan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat, pemetaan potensi bencana dan juga pendataan yang dilakukan MDMC sangat membantu pemerintah daerah.

“Penting untuk memahami bahwa, data itu sangat penting baik dalam hal kebencanaan maupun hal lainnya. Saya mengapresiasi betul dan dalam hal membantu pemerintah daerah mengatasi bencana yang ada baik bencana alam maupun non alam salah satunya Covid-19,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya penggunaan data secara tepat. Data yang terkumpul katanya bisa menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan tetapi juga jadi sesuatu yang harus disikapi secara bijakasana.

“Kami sampaikan juga bahwa penggunaan data haruslah bijaksana. Data itu kalau tidak ditempatkan pada wadah yang tepat akan menjadi bomerang untuk kita sendiri. Oleh sebab itu harus digunakan secara bijak untuk kebaikan kita bersama,” tandas Bupati Aji.



Sumber : Program ‘Sahabat’ Bermanfaat untuk Masyarakat dan Pemerintahan Pacitan – Wartakita.co

Bupati Apresiasi MDMC Pacitan Gulirkan Program “Sahabat”


Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pacitan menggulirkan program “Sahabat” yang merupakan kepanjangan dari bersama hadapi wabah dengan menggalang data dan informasi.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Bupati saat membuka workshop monitoring dan evaluasi program sahabat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang digelar pada Senin (8/8/2022) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada MDMC karena dengan (program) ini secara otomatis turut men-support pemerintah daerah melalui program-programya,”kata Bupati.

Dia juga menegaskan, bahwa data dan informasi untuk saat ini sangatlah penting, sehingga tepat jika MDMC sudah membekali relawannya dengan kemampuan untuk mengolah data dan informasi kebencanaan agar penganannya bisa cepat dan tepat.

Program “Sahabat” ini adalah salah satu program dari MDMC PP Muhammadiyah yan sudah berlangsung kurang lebih 5 bulan sejak di launching awal tahun 2022 yang lalu.

Di Pacitan, program ini menyentuh lima Desa, diantaranya adalah Gembuk, Mentoro, Purworejo, Pringkuku dan Donorojo. Adapaun program ini juga  hanya ada 5 kabupaten se-Jawa Timur dan Pacitan ada diantaranya.

Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengatakan workshop yang diselenggarakan kali ini adalah penghujung kegiatan, dan sengaja mengundang Bupati Pacitan dan jajaran yang linier dengan bidang kebencanaan tidak lain adalah untuk laporan kegiatan dan juga untuk menerima evaluasi yang berupa kritik dan saran maupun masukan dari pihak-pihak terkait.

Agus mengungkapkan MDMC Pacitan bukan kali pertama menerima amanah program dari pusat, baik untuk kebencanaan non-Covid maupun kebencanaan Covid seperti yang sedang dialami saat ini.

“Kami selalu siap untuk menerima program-program dari pusat (Muhammadiyah/MDMC) dan kami Amanah,”kata dia.

Agus mengatakan MDMC Pacitan semenjak bencana 2017 yang lalu sering mendapat amanah untuk melaksanakan program kebencanaan yang didanai oleh founding luar negeri seperti Australian Goverment seperti program sahabat yang sekarang sedang berlangsung dan dijalankan MDMC di kabupaten Pacitan.

“Harapan dari monitoring dan evaluasi kegiaan kali ini yang dirangkaikan dengan Workshop adalah sebagai alat ukur keberhasilan program di Pacitan, serta sebagai bahan masukan agar program ini tetap berlanjut,”pungkas Agus.



Sumber : Bupati Apresiasi MDMC Pacitan Gulirkan Program “Sahabat” (pacitanku.com)

Manfaatkan Data Dan Informasi Bersama Hadapi Wabah

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji membuka Workshop Pencapaian Kegiatan Pembelajaran Dan Monitoring Evaluasi Program Sahabat (Bersama hadapi wabah dengan menggalang data dan informasi) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Senin (08/08/2022). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama MDMC PP Muhammadiyah dengan SIAP SIAGA Palladium dan DFAT Australia.

Program SAHABAT adalah Program Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi dalam penanganan Covid-19 di Indonesia pada sektor masyarakat dengan membangun komunikasi dan koordinasi ditingkat desa.

Selain Pacitan program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek, Malang  dan Jember. Di Kabupaten Pacitan sendiri ada 5 desa sasaran dampingan yang tersebar di 4 kecamatan yakni, Desa Donorojo Kecamatan Donorojo, Desa Pringkuku Kecamatan Pringkuku, Desa Mentoro dan Purworejo Kecamatan Pacitan dan Desa Gembuk Kecamatan  Kebonagung. Program ini dilaksanakan pada medio Januari - Agustus 2022.

“Program SAHABAT ini adalah program yang sangat baik sekali mari kita sukseskan bersama sama untuk Pacitan yang lebih baik, bahagia dan sejahtera,” kata Bupati.



Gandeng Australia, MDMC Pacitan Bentuk Lima Desa Tangguh Bencana

Dengan menggandeng Pemerintah Australia, Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC Kabupaten Pacitan, Jawa Timur membentuk lima desa tangguh bencana melalui Program Bersama Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi (SAHABAT). 

Lima desa yang menjadi sasaran pilot project yakni Donorojo, Pringkuku, Mentoro, Purworejo dan Gembuk. Program ini dilaksanakan selama 8 bulan, Januari-Agustus 2022.

Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengatakan, Program yang dilaksanakan relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) tersebut fokus terhadap mitigasi bencana alam maupun non alam berbasis data dan informasi guna tercipta desa tangguh. 

"Ini adalah program menghadapi wabah dengan menggalang data dan informasi terkait Covid-19 dan kesadaran berkontribusi untuk mengakhiri pandemi, baik dari 3T maupun vaksinasi," katanya, Senin (8/8/2022). 

Dengan demikian, kata Agus, output dari Program tersebut diharapkan terjalin sinergitas antara relawan dengan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung pemulihan wabah pandemi dan masyarakat mampu mengimplementasikan 3 T dan herd immunity comunal lewat vaksinasi Covid-19.

"Melalui data dan informasi kita terus tebarkan kebaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengurangan resiko bencana," ujarnya. 

Sementara itu, Manajer Area Pacitan, Catur Wahyono mengatakan terkait teknis pelaksanaan kepada lima desa dampingan MDMC Pacitan tersebut. 

"Kami terdiri dari satu manajer area, dua fasilitator desa, 20 koordinator relawan dan 100 relawan desa berusaha menjalankan program dengan semaksimal mungkin sesuai alur yang telah ditetapkan," terangnya. 

Selain itu, sejak Januari 2022 hingga akhir Juli 2022 yang lalu Program SAHABAT telah melibatkan 1.000 lebih SDM yang ada di Kabupaten Pacitan. 

"Penyebaran informasi sebanyak 4.678 kali secara online maupun offline melalui sistem KIE yang menjangkau sampai dengan 876.094 orang," jelas Catur di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan. (*)



Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/422378/gandeng-australia-mdmc-pacitan-bentuk-lima-desa-tangguh-bencana