One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Sabtu, 26 Februari 2022

Muhammadiyah Kembali Tanda Tangani Nota Kesefahaman Program Penanggulangan Bencana dengan BNPB

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hari ini (24/02) kembali menandatangani nota kesefahaman (MOU) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan bencana di Indonesia. PP Muhammadiyah di wakili oleh Sekretaris Umum, Abdul Mu’ti dan BNPB diwakili oleh Lilik Kurniawan, Sekretaris Utama BNPB.

Muhammadiyah dan BNPB dalam periode sebelumnya yaitu 2016-2021 telah bekerja sama dalam penanganan bencana di Indonesia yang meliputi berbagai program pengurangan resiko dan penanggulangan bencana.
“Kami atas nama PP Muhammadiyah menandatangani MOU dengan BNPB untuk berbagi program yang selama ini sudah kami laksanakan secara sangat baik pada MOU pertama. Selama ini Muhammadiyah menjadi mitra strategis BNPB dalam penanggulangan dan mitigasi bencana,” kata Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan, pihaknya dalam MOU tahun ini akan melibatkan bukan hanya relawan MDMC sebagai lembaga Muhammadiyah yang menangani kebencanaan tapi juga seluruh komponen Muhammadiyah lainnya baik di perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit dan organisasi otonom Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan tahun depan dan juga masa-masa yang akan datang kita bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi,” pungkas Mu’ti.
Penandatanganan MOU tersebut dilaksanakan dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) yang dilaksanakan oleh BNPB di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten.
Rakornas PB dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 22 - 24 Februari 2022 dengan tema "Meningkatkan Kolaborasi dan Integrasi Dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana" dan telah menyepakati 7 rumusan akhir sebagai hasilnya.
Ketujuh rumusan akhir Rakornas PB tahun 2022 tersebut dibacakan oleh Lilik Kurniawan sebelum penandatanganan MOU dengan Muhammadiyah. Salah satu poin dari ketujuh rumusan akhir tersebut adalah mengembangkan kerangka kerja kolaboratif antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, serta mitra kerja Pemerintah.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) yang juga Ketua PP Muhammadiyah. Dia menyampaikan harapannya terkait Rakornas PB tahun 2022 ini. “Mudah-mudahan dengan Rakornas ini nanti untuk penanganan bencana, pengurangan resiko bencana dan penanggulangan bencana itu lebih baik” katanya. (Tim Media MDMC)
Yogyakarta, 24 Februari 2022
Arif Jamali
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah



Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Pemberdayaan 2021

Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan Tahun 2021 dari lembaga filantropi Rumah Zakat, Kamis (24/02) bersama sejumlah tokoh nasional lainnya .

Ini merupakan penghargaan dari Rumah Zakat kepada individu yang dipandang berdedikasi dalam mewujudkan kebahagiaan kepada sesama melalui beragam kontribusi sesuai dengan posisi dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kali ini dengan tema “Saatnya Tumbuh Bersama” Rumah Zakat memberikan penghargaan kepada 10 tokoh. Selain Rahmawati Husein ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.
Kemudian CEO Telkomsel Hendri Mulya Syam, Ketua Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun, Youtuber Atta Halilintar, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Cisande Maman Mulyana dan Relawan Nusantara Cici Nurul Hikmah.
Mewakili para penerima penghargaan, Rahmawati Husein mengucapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan dan menyampaikan bahwa selama ini Rumah Zakat juga menjadi salah satu pihak yang bekerja sama dengan MDMC dalam program-program pemberdayaan masyarakat.
“Jadi memang kerja-kerja kemanusiaan itu tidak hanya kerja respon, tidak hanya kerja tanggap darurat, tetapi bagaimana mengantisipasi dan saya lihat Rumah Zakat secara konsisten ini memiliki kepedulian yang sangat tinggi,” katanya.
Rahmawati Husein juga berharap bahwa pemberdayaan khususnya di bidang bencana dan kemanusiaan ini akan terus selalu antisipatif.
“Jadi tidak hanya reaktif, tetapi bagaimana mengurangi resiko bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial, termasuk pandemi dan juga stunting ini sebetulnya juga bencana sosial karena melemahkan masyarakat secara luas,” imbuh wanita yang akrab disapa Ama ini.
Menurutnya bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan itu merupakan panggilan kita. “Jadi merupakan kewajiban, kita berharap bahwa bagian dari kontribusi yang sedikit, sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat, itu di salah satu hadist disebutkan. Semoga kita semua yang hadir disini menjadi salah satu yang bermanfaat untuk kemanusiaan,” pungkas Rahmawati.
Acara tersebut berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama Republik Indonesia dan dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin Ketua Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat, Siti Ma’rifah, serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. (Tim Media MDMC)
Yogyakarta, 25 Februari 2022
Atif Jamali
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah