One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Minggu, 16 Oktober 2022

Kabupaten Pacitan dan Trenggalek Dilanda Bencana Relawan Muhammadiyah Sigap Bantu Warga

 



Meskipun baru awal bulan Oktober, hujan deras terus terjadi, mengguyur seluruh kawasan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dengan intensitas tinggi.

Akibatnya terjadi 4 kali banjir di Kecamatan Pacitan dan Ngadirojo, dalam rentang dua minggu terakhir yang menyebabkan dua korban meninggal dan satu anak belum ditemukan.

Hujan juga menyebabkan longsor di berbagai kecamatan. Data yang masuk di desk MDMC Pacitan, sebanyak lebih dari 300 titik longsor yang tersebar di 8 kecamatan.

Longsor terdeteksi mulai terjadi tanggal, 02 Oktober di wilayah Kecamatan Sudimoro, Tulakan, Kebonagung, Pringkuku, Punung, Tegalombo, Bandar dan Nawangan.

Disusul tanggal 08 Oktober 2022, kembali terjadi longsor dan banjir, di Kecamatan yang sama, sehingga jumlah titik longsor semakin bertambah.

Rabu, 12 Oktober 2022, terjadi banjir cukup besar di Kecamatan Pacitan dengan ketinggian air mencapai 60 cm lebih yang melanda pemukiman warga, pertokoan dan lembaga pendidikan.

Dari amal usaha Muhammadiyah, ada satu yang terancam bahaya longsor yaitu MI Muhammadiyah Wonoanti III, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan.

Rentetan kejadian bencana ini, mengundang respons warga Muhammadiyah Pacitan. Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo, segera mengumpulkan relawan untuk bersiaga di posko Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan.

Kegiatan respon tanggap darurat segera dilakukan yaitu assesmen ke berbagai lokasi yang terkena bencana dan pembersihan material banjir di Kecamatan Ngadirojo serta Kecamatan Pacitan.

Kemudian pembagian sembako dan terpal di Desa Wonoanti, Desa Nglaran Kecamatan Tulakan dan Desa Katipugal, Kecamatan Kebonagung.

Namun menurut Agus Hadi Prabowo, karena terus terjadi longsor dan banjir, relawan Muhammadiyah Pacitan tidak mencukupi untuk menangani secara lebih luas.

“Kami berharap, ada bantuan dari teman-teman relawan MDMC dan Lazismu berbagai daerah, wilayah dan pusat, untuk ikut berpartisipasi menangani bencana yang terjadi saat ini,” kata Agus Hadi Prabowo.

Lazismu Pacitan juga melakukan koordinasi dengan Lazismu Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.

“Kemampuan kami di Pacitan sangat terbatas, dibandingkan dengan kebutuhan yang harus disediakan, untuk ikut menangani dampak bencana saat ini, sehingga kami terpaksa mohon bantuan dari daerah maupun wilayah lain,” kata Muh. Isa Ansori, Ketua Lazismu Pacitan.

Banjir di Trenggalek

Kabupaten Trenggalek yang bersebelahan dengan Pacitan, juga mengalami banjir bandang, tepatnya di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Desa tersebut terletak tidak jauh dari pantai Prigi.

Hujan deras yang terus terjadi dari pukul 09.00 – 23.00 WIB pada Ahad, 9 Oktober 2022 dan aliran air tersumbat oleh sampah kayu menimbulkan banjir bandang ke pemukiman warga.

Tidak hanya sekali, Senin (10/10) juga terjadi banjir kedua. Akibatnya, 5 rumah warga ambruk, 12 rusak, 44 orang terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman serta 3 bangunan SD rusak.

Relawan Muhammadiyah Kabupaten Trenggalek melaksanakan respon dengan membantu warga membersihkan material banjir dan mendirikan dapur umum di SMK Muhammadiyah Watulimo.

Dibawah koordinasi MDMC Kabupaten Trenggalek dengan Ketua Pos Koordinasi, Nico Prasetyo, hingga Jum’at (14/10) mereka masih membagikan makanan siap saji kepada warga yang mengungsi dan kebutuhan warga kelompok rentan.


Sumber : https://mdmc.or.id/kabupaten-pacitan-dan-trenggalek-dilanda-bencana-relawan-muhammadiyah-sigap-bantu-warga/


Kamis, 13 Oktober 2022

Dua Warga Pacitan Selamat Setelah Tertimbun Tanah Longsor

Gambar rumah terdampak material tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung (13/10)


Penataan lingkungan yang kurang maksimal mengakibatkan banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat di sejumah daerah. Di Kabupaten Pacitan, misalnya, bencana itu sudah beberapa kali terjadi selama beberapa waktu terakhir. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat Erwin Andriatmoko menyatakan bahwa bencana alam itu berkaitan dengan fenomena Gelombang Rossby. Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD Pacitan menyebutkan bahwa fenomena itu meningkatkan kadar air pada awan kumulonimbus.

Oleh karena itu, Erwin mengimbau warga untuk proaktif memantau setiap informasi yang disampaikan melalui lembaga resmi. Terkait dengan kerusakan akibat banjir dan longsor, ia belum dapat merinci secara lengkap. “Masih dalam pendataan,” ujar Erwin dikutip dari situs berita Antara, Kamis, 13 Oktober 2022.

Yang jelas, tanah longsor yang terjadi di wilayah Desa Bangunsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka, pada Rabu 12 Oktober 2022. Mereka yang masih saudara kandung itu dirawat di RSUD dr Darsono, Pacitan.

“Satu korban, yaki Junianto (37) mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang. Satu korban lainnya, yaitu Redian Tri Wiboro (18) masih mendapatkan perawatan intensif karena mengalami patah tulang pada tangan kirinya,” kata Kapolres Pacitan AKBP Wildan Alberd.

Menurut dia, kejadian itu dialami keduanya saat berupaya melakukan mitigasi bencana di belakang kediamannya. Mereka bermaksud menanggulangi aliran air yang muncul dari perbukitan. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Debit air kian deras hingga akhirnya material longsor menimbun tubuh kakak beradik tersebut.

Warga yang mengetetahui kejadian itu memberikan pertolongan dan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi selamat.

Selain mengakibatkan longsor, hujan deras yang terjadi di Pacitan sejak Rabu dini hari mengakibatkan puluhan titik permukiman terendam banjir. Akses lalu lintas di beberapa jalan terganggu akibat tergenang air bah. Tidak adan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.


Sumber :

https://jatimnet.com/dua-warga-pacitan-selamat-setelah-tertimbun-tanah-longsor


Pacitan Banjir, Begini Nenek Ini Selamatkan Ternaknya

 



Hujan deras sejak Selasa (11/10/22) malam yang terjadi di Kabupaten Pacitan, menyebabkan longsor, banjir, dan genangan air di sejumlah kecamatan.

Rumah Mbah Kadiyem yang berada di RT 01/RW 03, Dusun Gondang Desa Pringkuku, Kecamatan Pringkuku, ikut tergenang air. 

Hujan yang belum berhenti, menyebabkan genangan air terus naik, merendam kandang ayam milik nenek yang tinggal sendirian di rumahnya ini. 

Terpaksa Mbah Kadiyem mengevakuasi ternaknya ke rumah, yang lantainya juga mulai terendam. 

“Saya khawatir, ayam-ayam saya mati kedinginan hujan karena teremdam genangan air,” katanya pada PWMU.CO. 

Menurut Hadi Shoviin, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pacitan, yang tinggal tidak jauh dari rumah Mbah Kadiyem ini, air sudah mulai menggenangi rumah, Rabu (12/10/22) pukul 09.00 WIB.

Selain genangan, hujan menyebabkan longsor di berbagai kecamatan. Data yang masuk di desk MDMC Pacitan, sebanyak 317 titik longsor yang tersebar di delapan kecamatan.

Terjadi sejak 2 Oktober

Longsor dan banjir mulai terjadi tanggal 2 Oktober 2022 di Kecamatan Sudimoro, Tulakan, Kebonagung, Pringkuku, Punung, Tegalombo, Bandar dan Nawangan. 

Banjir yang menenggelamkan badan jalan dan perumahan, terjadi di Kecamatan Pacitan dan Ngadirojo. Ratusan rumah, toko dan kandang ternak mengalami rusak ringan hingga berat. 

Disusul tanggal 8 Oktober 2022, kembali terjadi longsor, akibat hujan yang sangat deras, di Kecamatan yang sama, sehingga jumlah titik longsor semakin bertambah.

Rabu, 12 Oktober 2022, guyuran hujan menyebabkan banjir cukup besar di Kecamatan Pacitan. Banjir masuk ke rumah rumah warga, pertokoan, dan lembaga pendidikan. Genangan di jalanan mencapai 60 cm lebih. 

Akibatnya, anak-anak yang sedang belajar di sekolah cukup panik. Mereka meminta dijemput ke sekolah oleh orangtuanya. Termasuk di Bustanul Athfal Aisyiyah (ABA) Pacitan dan Baleharjo.

Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo, segera mengumpulkan relawan untuk bersiaga di posko Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan. Lazismu Pacitan juga segera menyediakan segenep kemampuan yang ada untuk ikut membantu mengatasi dampak banjir dan longsor ini. (*)



Sumber :

Selasa, 09 Agustus 2022

Program ‘Sahabat’ Bermanfaat untuk Masyarakat dan Pemerintahan Pacitan

 

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan menuntaskan program Bersama Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi (SAHABAT) yang berfokus pada pencegahan dan penanganan COVID-19.

Kegiatan yang terlaksana dari hasil kerjasama MDMC dengan SIAP SIAGA dan Australia ini cukup bermanfaat bagi masyarakat. Utamanya warga desa sasaran program SAHABAT yang dibekali pengetahuan tentang potensi bencana, pencegahan dan penanganan bencana sekaligus pemanfaatan tekhnology informasi.

Program SAHABAT yang dimulai pada bulan Maret itu dilaksanakan di lima desa yang berada di empat kecamatan di Pacitan.

“Sebenarnya kami menginginkan lebih banyak desa tapi saat ini baru ada lima desa sasaran di Pacitan yakni Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo, Desa Pringkuku, Kecamatan Pringkuku, Desa Mentoro, Desa Purworejo, Kecamatan Pacitan dan Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung,” kata Agus Hadi Prabowo, Ketua MDMC Pacitan.


Tiap desa sasaran program SAHABAT lanjut Agus, terbentuk relawan yang siap menghadapi bencana baik bencana alam maupun bencana non alam. Rinciannya 4 koordinator relawan dan 20 orang relawan. Tugas pokok relawan desa untuk mengedukasi masyarakat.

“Kita dalam desa dampingan ini melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemuda tokoh masyarakat dan tokoh perempuan. Selain sebagai upaya pengurangan resiko bencana, harapan kami program SAHABAT ini bisa sebagai acuan untuk DESA SIAGA karena relawan yang terlibat benar-benar punya kemampuan untuk menghadapi bencana alam maupun non alam,” jelasnya.

Manager Program SAHABAT Area Pacitan, Catur Wahyono mengatakan para relawan ini juga dibekali dengan pengetahuan tentang penggunaan teknologi. Pemanfaatan tekhnologi ini penting agar data dan informasi benar-benar tersaji dengan baik.

Di luar itu, para relawan juga mempunyai SOP yang jelas dalam koordinasi kegiatan 3T dan vaksinasi antara relawan masyarakat dan pemerintah daerah. Relawan juga memahami implementasi 3T dan vaksinasi di masyarakat sasaran.

“Capaian program yang diterima relawan dan masyarakat berupa peningkatan kapasitas diri terkait dengan pengurangan Resiko Bencana dan khususnya dalam pengoperasian sistem informasi SICOVID,” tambahnya.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi program SAHABAT yang dilaksanakan MDMC Pacitan. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat, pemetaan potensi bencana dan juga pendataan yang dilakukan MDMC sangat membantu pemerintah daerah.

“Penting untuk memahami bahwa, data itu sangat penting baik dalam hal kebencanaan maupun hal lainnya. Saya mengapresiasi betul dan dalam hal membantu pemerintah daerah mengatasi bencana yang ada baik bencana alam maupun non alam salah satunya Covid-19,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya penggunaan data secara tepat. Data yang terkumpul katanya bisa menjadi acuan penting dalam merumuskan kebijakan tetapi juga jadi sesuatu yang harus disikapi secara bijakasana.

“Kami sampaikan juga bahwa penggunaan data haruslah bijaksana. Data itu kalau tidak ditempatkan pada wadah yang tepat akan menjadi bomerang untuk kita sendiri. Oleh sebab itu harus digunakan secara bijak untuk kebaikan kita bersama,” tandas Bupati Aji.



Sumber : Program ‘Sahabat’ Bermanfaat untuk Masyarakat dan Pemerintahan Pacitan – Wartakita.co

Bupati Apresiasi MDMC Pacitan Gulirkan Program “Sahabat”


Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pacitan menggulirkan program “Sahabat” yang merupakan kepanjangan dari bersama hadapi wabah dengan menggalang data dan informasi.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Bupati saat membuka workshop monitoring dan evaluasi program sahabat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang digelar pada Senin (8/8/2022) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan.

“Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada MDMC karena dengan (program) ini secara otomatis turut men-support pemerintah daerah melalui program-programya,”kata Bupati.

Dia juga menegaskan, bahwa data dan informasi untuk saat ini sangatlah penting, sehingga tepat jika MDMC sudah membekali relawannya dengan kemampuan untuk mengolah data dan informasi kebencanaan agar penganannya bisa cepat dan tepat.

Program “Sahabat” ini adalah salah satu program dari MDMC PP Muhammadiyah yan sudah berlangsung kurang lebih 5 bulan sejak di launching awal tahun 2022 yang lalu.

Di Pacitan, program ini menyentuh lima Desa, diantaranya adalah Gembuk, Mentoro, Purworejo, Pringkuku dan Donorojo. Adapaun program ini juga  hanya ada 5 kabupaten se-Jawa Timur dan Pacitan ada diantaranya.

Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengatakan workshop yang diselenggarakan kali ini adalah penghujung kegiatan, dan sengaja mengundang Bupati Pacitan dan jajaran yang linier dengan bidang kebencanaan tidak lain adalah untuk laporan kegiatan dan juga untuk menerima evaluasi yang berupa kritik dan saran maupun masukan dari pihak-pihak terkait.

Agus mengungkapkan MDMC Pacitan bukan kali pertama menerima amanah program dari pusat, baik untuk kebencanaan non-Covid maupun kebencanaan Covid seperti yang sedang dialami saat ini.

“Kami selalu siap untuk menerima program-program dari pusat (Muhammadiyah/MDMC) dan kami Amanah,”kata dia.

Agus mengatakan MDMC Pacitan semenjak bencana 2017 yang lalu sering mendapat amanah untuk melaksanakan program kebencanaan yang didanai oleh founding luar negeri seperti Australian Goverment seperti program sahabat yang sekarang sedang berlangsung dan dijalankan MDMC di kabupaten Pacitan.

“Harapan dari monitoring dan evaluasi kegiaan kali ini yang dirangkaikan dengan Workshop adalah sebagai alat ukur keberhasilan program di Pacitan, serta sebagai bahan masukan agar program ini tetap berlanjut,”pungkas Agus.



Sumber : Bupati Apresiasi MDMC Pacitan Gulirkan Program “Sahabat” (pacitanku.com)

Manfaatkan Data Dan Informasi Bersama Hadapi Wabah

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji membuka Workshop Pencapaian Kegiatan Pembelajaran Dan Monitoring Evaluasi Program Sahabat (Bersama hadapi wabah dengan menggalang data dan informasi) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Senin (08/08/2022). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama MDMC PP Muhammadiyah dengan SIAP SIAGA Palladium dan DFAT Australia.

Program SAHABAT adalah Program Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi dalam penanganan Covid-19 di Indonesia pada sektor masyarakat dengan membangun komunikasi dan koordinasi ditingkat desa.

Selain Pacitan program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek, Malang  dan Jember. Di Kabupaten Pacitan sendiri ada 5 desa sasaran dampingan yang tersebar di 4 kecamatan yakni, Desa Donorojo Kecamatan Donorojo, Desa Pringkuku Kecamatan Pringkuku, Desa Mentoro dan Purworejo Kecamatan Pacitan dan Desa Gembuk Kecamatan  Kebonagung. Program ini dilaksanakan pada medio Januari - Agustus 2022.

“Program SAHABAT ini adalah program yang sangat baik sekali mari kita sukseskan bersama sama untuk Pacitan yang lebih baik, bahagia dan sejahtera,” kata Bupati.



Gandeng Australia, MDMC Pacitan Bentuk Lima Desa Tangguh Bencana

Dengan menggandeng Pemerintah Australia, Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC Kabupaten Pacitan, Jawa Timur membentuk lima desa tangguh bencana melalui Program Bersama Hadapi Wabah dengan Menggalang Data dan Informasi (SAHABAT). 

Lima desa yang menjadi sasaran pilot project yakni Donorojo, Pringkuku, Mentoro, Purworejo dan Gembuk. Program ini dilaksanakan selama 8 bulan, Januari-Agustus 2022.

Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengatakan, Program yang dilaksanakan relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) tersebut fokus terhadap mitigasi bencana alam maupun non alam berbasis data dan informasi guna tercipta desa tangguh. 

"Ini adalah program menghadapi wabah dengan menggalang data dan informasi terkait Covid-19 dan kesadaran berkontribusi untuk mengakhiri pandemi, baik dari 3T maupun vaksinasi," katanya, Senin (8/8/2022). 

Dengan demikian, kata Agus, output dari Program tersebut diharapkan terjalin sinergitas antara relawan dengan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung pemulihan wabah pandemi dan masyarakat mampu mengimplementasikan 3 T dan herd immunity comunal lewat vaksinasi Covid-19.

"Melalui data dan informasi kita terus tebarkan kebaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari pengurangan resiko bencana," ujarnya. 

Sementara itu, Manajer Area Pacitan, Catur Wahyono mengatakan terkait teknis pelaksanaan kepada lima desa dampingan MDMC Pacitan tersebut. 

"Kami terdiri dari satu manajer area, dua fasilitator desa, 20 koordinator relawan dan 100 relawan desa berusaha menjalankan program dengan semaksimal mungkin sesuai alur yang telah ditetapkan," terangnya. 

Selain itu, sejak Januari 2022 hingga akhir Juli 2022 yang lalu Program SAHABAT telah melibatkan 1.000 lebih SDM yang ada di Kabupaten Pacitan. 

"Penyebaran informasi sebanyak 4.678 kali secara online maupun offline melalui sistem KIE yang menjangkau sampai dengan 876.094 orang," jelas Catur di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan. (*)



Sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/422378/gandeng-australia-mdmc-pacitan-bentuk-lima-desa-tangguh-bencana

Sabtu, 26 Februari 2022

Muhammadiyah Kembali Tanda Tangani Nota Kesefahaman Program Penanggulangan Bencana dengan BNPB

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah hari ini (24/02) kembali menandatangani nota kesefahaman (MOU) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanganan bencana di Indonesia. PP Muhammadiyah di wakili oleh Sekretaris Umum, Abdul Mu’ti dan BNPB diwakili oleh Lilik Kurniawan, Sekretaris Utama BNPB.

Muhammadiyah dan BNPB dalam periode sebelumnya yaitu 2016-2021 telah bekerja sama dalam penanganan bencana di Indonesia yang meliputi berbagai program pengurangan resiko dan penanggulangan bencana.
“Kami atas nama PP Muhammadiyah menandatangani MOU dengan BNPB untuk berbagi program yang selama ini sudah kami laksanakan secara sangat baik pada MOU pertama. Selama ini Muhammadiyah menjadi mitra strategis BNPB dalam penanggulangan dan mitigasi bencana,” kata Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan, pihaknya dalam MOU tahun ini akan melibatkan bukan hanya relawan MDMC sebagai lembaga Muhammadiyah yang menangani kebencanaan tapi juga seluruh komponen Muhammadiyah lainnya baik di perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit dan organisasi otonom Muhammadiyah.
“Mudah-mudahan tahun depan dan juga masa-masa yang akan datang kita bisa bekerja sama dengan lebih baik lagi,” pungkas Mu’ti.
Penandatanganan MOU tersebut dilaksanakan dalam acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) yang dilaksanakan oleh BNPB di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten.
Rakornas PB dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 22 - 24 Februari 2022 dengan tema "Meningkatkan Kolaborasi dan Integrasi Dalam Mewujudkan Ketangguhan Bangsa Menghadapi Bencana" dan telah menyepakati 7 rumusan akhir sebagai hasilnya.
Ketujuh rumusan akhir Rakornas PB tahun 2022 tersebut dibacakan oleh Lilik Kurniawan sebelum penandatanganan MOU dengan Muhammadiyah. Salah satu poin dari ketujuh rumusan akhir tersebut adalah mengembangkan kerangka kerja kolaboratif antara Pemerintah dan Pemerintah Daerah, serta mitra kerja Pemerintah.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Pembangunan dan Kebudayaan (PMK) yang juga Ketua PP Muhammadiyah. Dia menyampaikan harapannya terkait Rakornas PB tahun 2022 ini. “Mudah-mudahan dengan Rakornas ini nanti untuk penanganan bencana, pengurangan resiko bencana dan penanggulangan bencana itu lebih baik” katanya. (Tim Media MDMC)
Yogyakarta, 24 Februari 2022
Arif Jamali
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah



Wakil Ketua MDMC Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Pemberdayaan 2021

Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan Tahun 2021 dari lembaga filantropi Rumah Zakat, Kamis (24/02) bersama sejumlah tokoh nasional lainnya .

Ini merupakan penghargaan dari Rumah Zakat kepada individu yang dipandang berdedikasi dalam mewujudkan kebahagiaan kepada sesama melalui beragam kontribusi sesuai dengan posisi dan perannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Kali ini dengan tema “Saatnya Tumbuh Bersama” Rumah Zakat memberikan penghargaan kepada 10 tokoh. Selain Rahmawati Husein ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.
Kemudian CEO Telkomsel Hendri Mulya Syam, Ketua Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, Presiden Direktur Metro TV Don Bosco Selamun, Youtuber Atta Halilintar, Relawan Inspirasi Desa Berdaya Cisande Maman Mulyana dan Relawan Nusantara Cici Nurul Hikmah.
Mewakili para penerima penghargaan, Rahmawati Husein mengucapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan dan menyampaikan bahwa selama ini Rumah Zakat juga menjadi salah satu pihak yang bekerja sama dengan MDMC dalam program-program pemberdayaan masyarakat.
“Jadi memang kerja-kerja kemanusiaan itu tidak hanya kerja respon, tidak hanya kerja tanggap darurat, tetapi bagaimana mengantisipasi dan saya lihat Rumah Zakat secara konsisten ini memiliki kepedulian yang sangat tinggi,” katanya.
Rahmawati Husein juga berharap bahwa pemberdayaan khususnya di bidang bencana dan kemanusiaan ini akan terus selalu antisipatif.
“Jadi tidak hanya reaktif, tetapi bagaimana mengurangi resiko bencana, baik itu bencana alam maupun bencana sosial, termasuk pandemi dan juga stunting ini sebetulnya juga bencana sosial karena melemahkan masyarakat secara luas,” imbuh wanita yang akrab disapa Ama ini.
Menurutnya bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan itu merupakan panggilan kita. “Jadi merupakan kewajiban, kita berharap bahwa bagian dari kontribusi yang sedikit, sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat, itu di salah satu hadist disebutkan. Semoga kita semua yang hadir disini menjadi salah satu yang bermanfaat untuk kemanusiaan,” pungkas Rahmawati.
Acara tersebut berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama Republik Indonesia dan dihadiri oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin Ketua Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat, Siti Ma’rifah, serta Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. (Tim Media MDMC)
Yogyakarta, 25 Februari 2022
Atif Jamali
Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah