Rabu, 15 September 2021

Sarasehan Potensi Gempa Megrathrust dan Tsunami di Selatan Jawa oleh MDMC Pacitan


Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC)  bekerja sama dengan BPBD Kabupatren Pacitan menyelenggarakan Sarasehan Potensi Gempa Megrathrust dan Tsunami Selatan Jawa – Antara Menakut-nakuti dan Kesiapan Mengurangi Risikonya. Kegiatan berlangsung pada hari Selasa, 14 September 2021 di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Pacitan. Peserta sarasehan perwakilan dari komunitas relawan : LPBI-NU, ORARI, RAPI, Senkom LDII, SAR MTA, Karina Sego Berkat, Karang Taruna, DPD KNPI dan Relawan Muhammadiyah Pacitan sejumlah 45 orang.

Kegiatan sarasehan dilaksanakan dalam bentuk pemaparan peta risiko bencana tsunami karena potensi gempa megathrust. Hadir sebagai narasumber Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD dan Diannitta Agustinawati, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan kegiatan sarasehan sebagaimana disampaikan oleh Agus Hadi Prabowo (Ketua MDMC Pacitan) adalah :

1.   Mendapatkan informasi dari pihak yang berkompeten terkait dengan isu gempa megrathrust dan tsunami pasca kunjungan kerja Menteri Sosial RI tanggal 11 September 2021 dalam kegiatan gladi lapang uji rambu tsunami di Pacitan.

2.     Menjalin komunikasi dan silaturahmi antar berbagai pihak dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana megathrust dan tsunami di wilayah Kabupaten Pacitan.

3.  Forum bertukar pendapat, ide dan gagasan untuk lebih mensosialisasikan kepada masyarakat menghadapi potensi potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Pacitan, agar potensi bencana ini tidak menakutkan tetapi berubah menjadi upaya kesiapan mengurangi risikonya berbasis komunitas.

4.  Lebih memotivasi kepada komunitas relawan kebencanaan di Pacitan untuk bersama-sama menyusun rencana aksi yang lebih terpadu dan terkoordinasi dengan berbagai pihak di bidang kebencanaan.


Kegiatan sarasehan diakhiri dengan penyerahan handsanitizer kepada seluruh peserta sarasehan, bagaimanapun ancaman penyebaran COVID-19 belum berakhir, dengan selalu menerapkan protocol kesehatan dalam kegiatan keseharian. [ambyah]

4 komentar: