One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Selasa, 22 Juni 2021

Penyampaian Informasi Covid-19 di Media : Menakuti-nakuti Vs Edukasi

 


Untuk kesekian kali Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Serial Covid-19 Talk, dan pada hari Selasa (22/6) merupakan Special Edition dengan thema Peran Media Dalam Penyampaian Informasi Covid-19. Tidak kurang 150 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan latar belakang peserta yang beragam karena Covid-19 Talk ini terbuka untuk umum.

Agus Samsudin – Ketua MCCC PP Muhammadiyah dalam pengantar kegiatan menyatakan tentang peran penting dari media massa ataupun media sosial dalam menyampaikan persepsi yang baik kepada masyarakat lebih-lebih di masa pandemic Covid-19 sekarang ini.

Mengakhiri pengantar kegiatan Agus Samsudin, menegaskan bahwa, media massa mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk memberikan pengertian dan persepsi yang baik di masa pandemik Covid-19 kepada masyarakat, sehingga masyarakat mempunyai persepsi yang baik bagaimana secara bersama memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebagaimana dalam poster yang beredar di media sosial, dalam serial Covid-19 Talk Special Edition ini sebagai narasumber : Ahmad Faizin Karimi (Penulis Buku “Jurnalistik Asyik”), Agus Wahyudi (Wartawan Senior (ex Pimred Radar)), Hartoko (Wartawan Senior), Mukhtarom (Wartawan TVRI Jateng) dan Agus Setiawan (Antara Malaysia). Sebagai Pemantik Diskusi : Arif Nur Kholis (PSDM PP Muhammadiyah, Sekretaris MCCC).

Jika selama ini kita hanya menikmati tulisan dan foto-foto dari liputan jurnalis (awak media) yang sudah tersaji, tetapi dalam Covid-19 Talk Special Edition para narasumber seakan membuka strategi bagaimana mengolah informasi yang ada  khususnya tentang Covid-19 dengan segala aspeknya. Lebih lanjut sebagaimana link  Youtube berikut :




1.     [ambyah]

 

Senin, 21 Juni 2021

Kajian Rutin PDNA : Jodoh Sakinah Ilal Jannah



Daftar Perkara Perdata Permohonan dengan klasifikasi perkara Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pacitan di bulan ini sampai dengan tanggal 15 Juni 2021 terdapat 24 permohonan. Diperlukan dispensasi kawin karena seseorang yang akan menikah kurang dari 19 tahun.

Secara umum seseorang yang menikah di bawah usia 19 tahun ini dikategorikan "perkawinan anak-anak" atau "perkawinan usia dini". Di Pacitan tren perkawinan dini ini semakin meningkat dari tahun ke tahun, sebagaimana data pada Pengadilan Agama Pacitan tersebut.

Dalam banyak aspek banyak hal yang seharusnya dihindari dalam perkawinan dini ini. Dengan memperhatikan semakin meningkatnya perkawinan dini ini, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Pacitan dalam Kajian Rutin bulan Juni 2021 mengambil thema : Bimbingan Remaja Usia Nikah - Jodoh Sakinah Ilal Jannah.

Tidak kurang 50 peserta utusan Rohis SMA/SMK Negeri/Swasta termasuk dari SMA/SMK Muhammadiyah Pacitan mengikuti kajian rutin ini di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan (Ahad, 20/6). Hadir pula Ketua PD Muhammadiyah dan Ketua PD Aisyiyah juga beberapa pengurus Majelis/Lembaga/Badan PDM Pacitan.

Dalam sambutan pembukaan (Pengajian Iftitah) Ketua PDM Pacitan – Suprayitno Ahmad menyambut gembira atas terselenggaranya kajian rutin Pengutus PDNA. “Segenap anggota NA adalah penerus, pelangsung, penyempurna Muhammadiyah. Kekurangan selama ini adalah ruang silaturahmi, dan pengkaderan untuk itu kegiatan kajian rutin ini sedikit banyak menutup kekurangan itu yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.”

Sebagai nara sumber Kajian Rutin PDNA kali ini adalah Farida Ismawati (panggilan akrabnya mBak Ida, Konselor Pernikahan PD Aisyiyah/Penyuluh Agama Kankemenag). Dengan gaya santai tapi serius dan semangat, memberikan tip tentang kehidupan rumah tangga yang bahagia lahir sehinga tercipta rumahku surgaku. Mbak Ida mengatakan, “Bagaimana menciptakan – rumahku surgaku – kalau suami dan isteri pembentuk rumah tangga tidak siap ? Tidak siap dari sisi motivasi berumah tangga, pengetahuan, kemandirian, kematangan jiwa dan tanggung jawab.”

Sebelum tanya jawab mBak Ida memberikan bekal kepada peserta kajian rutin yang hadir rata-rata usia 16 – 25 tahun, agar Jodoh Sakinah Ilal Jannah yaitu : pengertian jodoh, tips memilih calon suami/isteri, macam-macam jodoh, dan motivasi tentang jodoh. Pasangan hidup suami/isteri memang sudah ditentukan sebelum kita lahir namun ada ruang untuk memilih.

Sebelum kegiatan diakhiri dilakukan tanya jawab antara peserta dan nara sumber. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh peserta. Beberapa pertanyaan disampaikan antara lain : bagaimana cara memantaskan diri, agar dapat jodoh yang pantas juga ? Apakah boleh perempuan bertanya kepada laki-laki yang selama ini “intens” mengadakan pendekatan, kapan dia mau melamar ? Semua pertanyaan dijawab santai dan lugas oleh nara sumber diselingi joke segar.

Kajian rutin PDNA lanjutnya adalah masih berkisar masalah bimbingan usia nikah. Endang Sumiati – Ketua PDNA, menyatakan, “Angka perkawinan dini atau perkawinan anak-anak di Pacitan cukup tinggi, entah faktor pandemik covid-19 atau bukan, yang jelas kami mempunyai tanggung jawab juga memberikan pengertian kepada remaja terkait dengan dengan masalah perkawinan ini sesuai dengan dengan tuntunan ajaran agama Islam dan sesuai aturan ketentuan pemerintah.”

Reporter : Ambyah

 

 



Sabtu, 19 Juni 2021

Peserta Workshop Jurnalistik MDMC Menulis


Ada hal yang menarik dari kegiatan Workshop Jurnalistik MDMC yang diselenggarakan oleh MDMC Pimpinan Pusat melalui aplikasi Zoom (19/6). Kegiatan diikuti oleh 155 peserta dari unsur relawan MDMC Pimpinan Wilayah dan Daerah seluruh Indonesia.

Salah satu materi kegiatan adalah : Praktik reportase hingga rilis berita. Tentu saja pada sesi kegiatan Workshop ini peserta dituntut untuk menuangkan gagasan dan ide “dari mana memulai menulis”. Materi trik dan tips menulis sudah diberikan oleh nara umber, tinggal bagaimana peserta untuk mempraktekkan.

Tidak mudah memang untuk menulis. Perlu dilatih, banyak membaca/referensi, dan pengalaman. Berikut  tulisan beberapa peserta yang diupload di sebuah grup WA Peserta Workshop Jurnalistik MDMC.





Kemudian, lain dari pada itu, tulisan sebagai hasil jurnalistik hendaknya memberikan kejelasan pesan/informasi yang diberikan sampai kepada penerima pesan tanpa mengalami penambahan/pengurangan dari pesan/informasi yang disampaikan. Ini penting, karena jurnalistik (bernuansa) kebencanaan menyangkut, minimal, sisi kemanusiaan. 


Selamat belajar....... 

Perkuat Potensi Jurnalistik, MDMC Indonesia adakan Webinar

 


Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengadakan Workshop pelatihan Jurnalistik melalui aplikasi Zoom. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas relawan kebencanaan MDMC. Acara yang digelar tanggal 19 Juni 2021 ini diikuti lebih dari 155 peserta dari perwakilan MDMC wilayah maupun daerah di seluruh Indonesia.

Acara ini dibuka langsung oleh ketua MDMC Indonesia Budi Setiawan. Budi berharap dengan adanya pelatihan ini mampu menambah personil-personil Jurnalis MDMC di daerah daerah, sehingga apabila ada respon bencana di daerah akan segera bisa di rilis beritanya. 

Pada sesi kedua tampil fajar Dr. Fajar Junaedi, S. Sos, M. Si. yang juga dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini membawakan materi tentang Jurnalisme Bencana. Dalam paparannya ia menyampaikan bagaimana pentingnya etika jurnalistik dalam kebencanaan, dan salah satunya adalah dengan wajib memperhatikan proses pemulihan korban dan tidak menambah penderitaan ataupun traumatik korban bencana.

Disesi selanjutnya Hendra Setiawan yang sehari-hari bekerja di CNN tampil sebagai pemateri, dan ia menampilkan materi kuliah tentang Teknis Reportase/Pendekatan Mobile Journalism, Ia menampilkan contoh Mobile Jurnalisme yang sesuai dengan kaidah pemberitaan dan yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ia juga memberikan saran untuk menggunakan HP dengan format landscape untuk mengambil video dan foto dengan tetap memperhatikan kesetabilan gambar dengan tetap menggunakan laporan suara yang menggunakan kaidah 5W+1H dalam laporannya. 

Twediana Hapsari selanjutnya mengisi acara selanjutnya dengan memberikan materi teknik rilis berita. Di sesi ini juga dilakukan praktik penulisan berita yang diakhiri dengan evaluasi. 

Di sesi penutupan, dan hadir Arif Nurkholis untuk menutup rangkaian acara pelatihan jurnalistik ini. (MDMC Pacitan)


Bambang Setyo Utomo

Relawan MDMC Pacitan


Materi Workshop : https://drive.google.com/drive/folders/1YnN7vJw8TprHlACFMz1RtyI_ggszGumf?usp=sharing