One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Minggu, 18 April 2021

Muhammadiyah Perluas Layanan Kesehatan di NTT

 



Emergency Medical Team (EMT) Nasional Muhammadiyah gelombang pertama dalam respon banjir longsor di NTT sudah merampungkan tugasnya. Tim medis Muhammadiyah yang sudah bertugas sejak tanggal 8 April 2021 lalu itu, hari ini (16/04) mulai ditarik dari tempat penugasan untuk kembali ke rumah sakit masing-masing.

Tim tersebut berasal dari tiga rumah sakit Muhammadiyah yaitu RS Muhammadiyah Lamongan yang bertugas di Adonara, Flores Timur, kemudian RS Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah yang bertugas di Kabupaten Lembata dan RS Muhammadiyah Palembang yang bertugas di Kupang.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Nasional Medis Muhammadiyah, dokter Zuhdiyah Nihayati (dokter Zee) dalam keterangannya hari ini. “Alhamdulillah, EMT Nasional Muhammadiyah gelombang pertama sudah menyelesaikan tugas dengan baik dan sudah berkontribusi dalam membantu warga penyintas banjir longsor di NTT khususnya di 3 daerah penugasan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Berdasarkan laporan-laporan yang masuk dari tim pertama tersebut, dokter Zee menyampaikan selama menjalankan tugas, tim pertama melakukan layanan kesehatan, kaji cepat kesehatan, dan berbagai penyuluhan.

“Kendala utama yang dihadapi selama bertugas adalah bahasa dan transportasi. Tidak sedikit penduduk setempat yang tidak mampu berbahasa Indonesia menyebabkan tim sempat mengalami kesulitan berkomunikasi dengan para penyintas terutama saat menanyakan keluhan yang dialami dan menjelaskan obat-obatan yang harus diminum,” ungkapnya.

Selain itu, kata dokter Zee, jalur transportasi banyak yang mengalami kerusakan sehingga pada beberapa titik hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki selama beberapa jam. “Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat anggota tim untuk memberikan layanan kesehatan di berbagai titik yang sulit dijangkau tersebut,” tegasnya.

Dalam laporan terungkap penyakit terbanyak yang ditemui didominasi oleh infeksi saluran pernapasan atas dan penyakit kulit. “Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh banyak debu akibat material yang terbawa oleh banjir, kurangnya ketersediaan air bersih, serta terganggunya sanitasi dan higienitas para penyintas,” pungkas dokter Zee.

Perluas Layanan Kesehatan

Untuk menggantikan tim medis gelombang pertama, Muhammadiyah melalui MDMC mengirimkan tim gelombang kedua yang hari ini, Jum’at (16/04) sebagian besar sudah tiba di masing-masing tempat penugasan.

EMT Nasional Muhammadiyah gelombang kedua terdiri dari enam tim medis yang ditempatkan di enam lokasi penugasan yang berbeda. Dokter dari RSI Jakarta Pondok Kopi dan perawat RS PKU Muhammadiyah Temanggung bertugas di Lembata, menggantikan tim medis RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah.

Tim medis dari RS Aisyiyah Bojonegoro akan bertugas di Kupang menggantikan tim medis RS Muhammadiyah Palembang. Tim medis RS Muhammadiyah Kota Metro, Lampung bertugas di Sumba, tim medis RSI Jakarta Cempaka Putih bertugas di Kabupaten Alor, kemudian tim medis gabungan dari Jawa Tengah bertugas di Kabupaten Malaka dan tim medis dari RSI Jakarta Sukapura bertugas di Pulau Rote.

Indrayanto, Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rebalitasi dan Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah mengatakan pihaknya memperluas cakupan layanan tim medis. “Sumba, Alor, Malaka dan Rote merupakan daerah tujuan layanan baru. Kami mengirim EMT Nasional Muhammadiyah ke daerah-daerah tersebut karena adanya kebutuhan tim medis di sana, juga adanya warga Muhammadiyah yang harus dibantu dan titik layanan sebelumnya sudah mencukupi tenaga kesehatannya,” katanya.

EMT gelombang kedua kata Indrayanto, akan bertugas dari tanggal 16-23 April 2021. “Tanggal 23-24 April 2021 EMT gelombang kedua akan ditarik dan ini bersamaan dengan selesainya respon MDMC di NTT,” pungkasnya.









Sumber : (Tim Media MDMC) https://www.facebook.com/be.r.mdmc.





1 Komentar

Senin, 05 April 2021

SAVE NUSA TENGGARA : Nusa Tenggara membutuhkan uluran tangan kita !


Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang di Flores Timur, NTT.  Selain itu, hujan deras di seluruh wilayah Bima, NTB menyebabkan bendungan yang ada di 4 Kecamatan meluap sehingga menggenangi persawahan dan perumahan warga. 

Puluhan warga meninggal dunia dan ribuan jiwa harus mengungsi. Kebutuhan mendesak saat ini antara lain makanan siap saji, minuman, pakaian, selimut, air bersih, pembalut dan popok, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, perlengkapan sholat, dan obat-obatan.

Mari ulurkan tangan untuk membantu mereka yang terdampak bencana di NTB dan NTT dalam program Indonesia Siaga bersama Lazismu Pacitan.

Bantuan  bisa di transfer melalui rekening kami BANK SYARIAH INDONESIA, Nomor: 7788812137 (atas nama Lazis Muhammadiyah Kabupaten Pacitan, tambahkan kode unik "015" pada tiga digit terakhir nominal donasi, contoh: Rp. 1.000. 015)

Atau 

BSI : 99398 3 27 00 0 00000 (Kemanusiaan/Sosial lainnya)

Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara Dermawan Kaum Muslimin/Muslimat, semoga bermanfaat dan barokah.

Teriring Doa bagi para DONATUR beserta keluarganya:

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Artinya :

Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu


Aamiin Ya Robbal 'Aalamiin.


Konfirmasi Donasi: 0853 3536 6070


#Muhammadiyah

#MemberiUntukNegeri

#AksiBersamaUntukSesama

#ZakatHebat

#IndonesiaSiaga

#OneMuhammadiyahOneResponse

#PrayforBima

#PrayforNTB

#PrayforFloresTimur

#PrayforNTT

#PrayforIndonesia

#SaveNusaTenggara

 

Banjir NTT, 54 Orang Meninggal dan Permukiman Porak-poranda

 


Banjir bandang menerjang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari. Kabar terkini menyebut 54 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

"Jumlah korban longsor yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa hingga Minggu sore, ada 54 orang dari sebelumnya 20 orang, sementara ini upaya pencarian masih terus berlangsung di lapangan," kata Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli kemarin.

itu terjadi di beberapa desa yang ada di Kabupaten Flores Timur. Longsoran paling parah terjadi di Desa Nele Lamadiken, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.

Agustinus mengatakan, bencana itu terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.00 Wita. Banjir terjadi akibat hujan yang disertai angin kencang dan terjadi cukup lama.

Agustinus mengatakan, air yang mengalir deras di pemukiman warga saat banjir bandang terjadi tak hanya membawa longsoran tanah, tetapi kayu bahkan batu-batu besar yang langsung menghantam permukiman warga.

Selain korban meninggal, puluhan rumah juga diprediksi mengalami kerusakan parah akibat kejadian ini.

"Ada korban meninggal juga yang ditemukan di Desa Nobo yang berada di area bawah Desa Nele Lamadiken karena terseret banjir," katanya.

Agustinus mengatakan korban banjir bandang yang terjadi di titik lain, yaitu wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur yang ditemukan meninggal juga bertambah satu orang sehingga menjadi empat orang.

Meski telah menemukan banyak korban jiwa, namun keterbatasan peralatan juga disebut menjadi penghambat upaya pencarian korban di lokasi kejadian. Hal ini diungkap Camat Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur Damianus Wuran.

Damianus menyebut keterbatasan alat berat di daerahnya menghambat upaya pencarian korban banjir bandang yang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4) dini hari WITA.

Bahkan hingga saat ini, warga masih melakukan pencarian korban secara mandiri di lokasi kejadian. Alasannya persediaan alat berat yang ada di Pulau Adonara sudah dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana serupa di Kecamatan Ile Boleng.

"Karena korban yang di Ile Boleng lebih banyak sehingga evakuasi alat berat diprioritaskan ke sana, kami kesulitan alat berat. Sehingga, pencarian korban jadi lambat," katanya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan pihaknya akan menyiapkan 10 ribu kit tes antigen di wilayah Flores Timur untuk mencegah penularan covid-19 di pengungsian.

"Rapid test antigen 10 ribu test kit," kata Raditya dalam jumpa pers daring.

Menurutnya, meski dalam kondisi dirundung bencana BNPB tetap mengedepankan protokol kesehatan selama menanggulangi bencana banjir di Flores. Mereka tak ingin penanganan pandemi diabaikan saat ada bencana alam.

(tst/ain)



Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210405065012-20-625926/banjir-ntt-54-orang-meninggal-dan-permukiman-porak-poranda

Banjir Besar Landa Flores Timur, Muhammadiyah Dirikan Posko dan Kirim Tim Asistensi

 



Banjir dan longsor melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu dini hari, (04/04) sekitar pukul 02.00 Waktu Indonesia Tengah. Berdasarkan informasi, ada tiga kecamatan yang terdampak banjir dan longsor yaitu Kecamatan Ile Boleng, Kecamatan Adonara Timur dan Wotan Ulumado. Dilaporkan hingga kini sudah 67 orang warga dinyatakan meninggal dunia akibat bencana tersebut, terbanyak di Ile Boleng.
Menyikapi bencana tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah mengambil inisiatif cepat, berkoordinasi dengan unsur Persyarikatan Muhammadiyah di Flroes Timur dan juga Kabupaten Sikka, sebagai kawasan terdekat yang sudah ada MDMC daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MDMC PP Muhammdiyah Budi Setiawan di Yogyakarta sore ini.
Melalui keterangannya, Budi Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya prihatin dengan jumlah korban meninggal dunia yang cukup banyak akibat banjir tersebut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini karena banyaknya korban jiwa dan saya sudah menyampaikan kepada Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah untuk merespon bencana ini,” katanya.
Budi Setiawan menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan informasi awal dari kader-kader Muhammadiyah di sekitar lokasi bencana. “Sore ini saya sudah berkomunikasi dengan Ketua MDMC Sikka dan juga Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Adonara Timur, Flores Timur. Sudah ada gambaran tentang kondisi terkini disana,” ujarnya.
Koordinator Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi dan Rekonstruksi MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto mengatakan segera menindaklanjuti informasi awal dari Flores Timur. “Sore ini kami langsung menugaskan satu orang anggota tim asistensi MDMC PP Muhammadiyah, Chairil Anam untuk berangkat ke NTT guna mengkoordinasikan dan juga membantu respon yang akan dilaksanakan oleh unsur Muhammadiyah setempat,” katanya.


Menurut Indrayanto, langkah ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan MDMC dalam merespon bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. “Kami biasanya mengirim tim pendahulu yang kami sebut tim asistensi. Dari hasil kerja awal tim asistensi ini nantinya akan diambil langkah-langkah lanjutan yang diperlukan, apakah cukup dengan mengkoordinir potensi lokal Muhammadiyah atau memerlukan dukungan yang lebih besar,” ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan informasi awal dari lokasi, para relawan Muhammadiyah dari unsur Pemuda Muhammadiyah daerah Flores Timur dan cabang Adonara Timur akan segera mendirikan posko bencana untuk membantu warga terdampak. Lokasi posko Muhammadiyah berada di SMA Muhammadiyah Lamahala, Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur. (Tim Media MDMC).