Rabu, 24 Maret 2021

Membentuk Relawan Bencana Sebagai Upaya Penanggulangan Bencana

 

Pada hari Minggu, 21 Maret 2021 lalu berlangsung pembentukan dan pembekalan relawan Muhammadiyah di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Sebanyak 48 orang dikukuhkan menjadi anggota tim relawan yang diberi nama Benteng Kulon tersebut.


Pembentukan dan pembekalan tim relawan Benteng Kulon tersebut mendapat dukungan penuh dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus bahkan dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kudus, Budi Waluyo.

Nor Khabibi, penggagas dan sekaligus Ketua Benteng Kulon saat dihubungi bercerita banyak tentang tim yang dipimpinnya itu. “Benteng Kulon adalah tim relawan Muhammadiyah ranting Papringan yang dibentuk karena tuntutan kondisi Desa Papringan dan Kecamatan Kaliwungu yang punya kerawanan bencana” katanya.

Desa Papringan khususnya dan Kecamatan Kaliwungu umumnya menurut Khabibi, setiap tahun dibayangi dengan dua ancaman bencana yang rutin dialami. “Desa Papringan setiap tahun alami kekeringan, sedangkan Kecamatan Kaliwungu secara umum selain kekeringan juga banjir. Itu terjadi silih berganti tiap tahun, inilah yang kemudian membuat kami berinisiatif membentuk tim relawan Benteng Kulon,” ujarnya.

Tentang nama Benteng Kulon, Nor Khabibi menjelaskan bahwa nama tersebut dipilihnya terinspirasi dari letak geografis Desa Papringan. “Desa Papringan ini terletak di sisi paling barat Kabupaten Kudus dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Jepara. Kami berharap tim relawan ini menjadi benteng saat terjadi bencana di sisi barat (kulon) Kabupaten Kudus, makanya kami namakan Benteng Kulon,” jelasnya.

Anggota Benteng Kulon terdiri dari jamaah Muhammadiyah Ranting Papringan yang berasal dari berbagai unsur yaitu anggota Pimpinan Ranting, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan warga Muhammadiyah Ranting Papringan dengan beragam profesi sehari-hari.

Dalam pembekalan yang digelar di Aula Madrasah Diniyah Mujahidin tersebut, para peserta mendapat pembekalan materi tentang kebencanaan secara umum, teknik-teknik penanganan darurat bencana dan OMOR (One Muhammadiyah One Response). Para pemateri adalah Kalak BPBD, Budi Waluyo dan dua personil MDMC Kabupaten Kudus yaitu Satriyo Yudho dan Fathul Faruq.

Muhammadiyah sendiri sudah lama hadir di Desa Papringan, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Papringan, Edi Bambang membenarkan hal tersebut. “PRM Papringan sudah berdiri lama yaitu sejak tahun 1970 dan saat ini ada sekitar 500 jamaah Muhammadiyah,” katanya.

Kini, menurut Edi Bambang, PRM yang dipimpinnya mempunyai beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang menopang jalannya organisasi. “Saat ini kami mempunyai satu Madrasah Diniyah Mujahidin, satu Kelompok Bermain Aisyiyah, satu TK Aisyiyah, 2 masjid dan 1 mushola,” ujarnya.

Terkait dengan keberadaan relawan Benteng Kulon, Edi Bambang mempunyai harapan para relawan Benteng Kulon mampu menjadi kader persyarikatan di bidang penanggulangan bencana yang handal. “Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki, semoga kader Muda Muhammadiyah Papringan siap dan sanggup dalam menghadapi berbagai macam situasi bencana,” pungkasnya.






0 komentar:

Posting Komentar