One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Senin, 25 Januari 2021

Kurangi Risiko Bencana, MDMC Lakukan Penanaman Pohon Aren di Desa Nglaran


Pacitan, 24 Januari 2021. Pacitansatu.com. Keprihatinan atas berbagai bencana di Indonesia MDMC Pacitan terus melakukan upaya pengurangan resiko bencana. Seperti pada Ahad 24 Januari 2021 ini MDMC Pacitan melakukan penanaman Pohon aren di Dusun Turusan Desa Nglaran Kec. Tulakan Kab. Pacitan.

Kegiatan ini bekerjasama dengan karang taruna Sido Luhur pokja Stidar Sakti Dusun Turusan Desa Nglaran. Aren dipilih karena mampu mengikat tanah untuk mengurangi bencana longsor pada waktu musim hujan dan mampu menyimpan air diwaktu musim kemarau.

Aren ini juga dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan penduduk sekitar untuk menambah penghasilan warga.

Agus Hadi Prabowo, M. Pd ketua MDMC Pacitan mengatakan jika dalam siklus kebencanaan masa mitigasi bencana atau pra bencana bisa digunakan untuk melakukan upaya pencegahan bencana,

"Dalam sejarahnya daerah ini (Nglaran."red") merupakan daerah penghasil gula baik dari kelapa maupun aren, untuk itu kami memberanikan diri melakukan penanaman pohon aren bersama karang taruna dan pemerintah desa Nglaran." Imbuh Agus HP.


Jamal Edi Wibowo, S. Pd. Ketua karang taruna Sido Luhur Nglaran di tempat yang sama mengatakan bahwa sangat bersyukur adanya kerjasama dengan MDMC ini, ia bahkan berharap untuk membentuk kelompok masyarakat (pokmas) untuk pemberdayaan ekonomi berbasis pengolahan kelapa dan aren untuk menghasilkan gula. "Kami memiliki impian program ini terus berlanjut dengan didampingi dinas-dinas terkait. selain itu, kami juga berimpian akan munculnya para petani muda yang kreatif dan inovatif kemudian menembus pasar dunia bersama gula aren" sambung Jamal.


Kegiatan penanaman ini dilakukan oleh lebih dari 30 peserta dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. MDMC dalam kegiatan ini juga membagikan masker dan handsanitizer untuk peserta kegiatan. (elpacitano)

 

 

Sumber berita :

https://www.pacitansatu.com/2021/01/kurangi-resiko-bencana-mdmc-lakukan.html


MDMC dan Karang Taruna Peduli Lahan Kritis

 

Di balik keindahan alam dan keaneka ragaman hayati yang ada di sekitar kita, menyimpan potensi akan adanya ancaman bencana alam. Terlebih, bila musim hujan tiba. Dalam siklus kebencanaan saat-saat “aman” tidak adanya bencana adalah saat kesiapsiagaan dan mitigasi. Kegiatan kesiapsiagaan dan mitigasi dilaksanakan oleh semua pihak dalam upaya mengurangi risiko akan adanya ancaman bencana  yang ada.


Diiringi cuaca yang redup pada hari Ahad (24/01/2021) di Dusun Turusan Desa Nglaran Kec. Tulakan terdapat kegiatan bersama antara MDMC – Lazismu Pacitan dan Karang Taruna Sidoluhur Unit Kerja Stidar Sakti yaitu penanaman pohon aren di tanah desa yang berada di RT 03 RW 12 Dusun Turusan. Didasari akan pentingnya reboisasi dan konservasi di lahan kritis inilah dilakukan upaya penanaman pohon aren. Adalah pilihan yang tepat dengan memilih aren sebagai jenis tanaman yang dipilih.

Di desa Nglaran hampir setiap pohon kelapa diambil niranya sebagai bahan pembuatan gula, dan memang desa ini adalah salah satu penghasil gula kelapa yang potensial. Pohon aren juga merupakan jenis pohon yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil gula. Dengan demikian secara ekonomi pohon aren ini cukup prospektif jika dikembangkan, Apalagi saat sekaran ini gula aren juga semakin langka di pasaran.

“Pohon aren dapat dimanfaatkan sebagai konservasi lahan kosong/kritis juga menghasilkan komoditi yang mempunyai nilai ekonomi  jika dikembangkan,”  ungkap Agus Hadi Prabowo, Ketua MDMC Pacitan saat memberi pengantar sebelum dimulainya kegiatan. Agus juga menambahkan, “Manfaat Pohon aren ini hampir-hampir mirip pohon kelapa. Harapan orang menanam adalah memanen, adik-adik anggota Karang Taruna bagus juga mulai sekarang memikirkan masa depan dengan menanam dan merawat pohon yang memiliki nilai ekonomi ini sehingga pada saatnya nanti memberikan manfaat sekaligus upaya untuk konservasi lahan di lingkungannya.”

Tidak kurang dari 50 orang anggota Unit Kerja Stidar Sakti Desa Nglaran Kec. Tulakan dan Relawan Muhammadiyah yang berbaur melakukan penanam pohon ini. Untuk kesempatan ini adalah one man one tree. Karena kondisi cuaca yang huja untuk pekan berikutnya akan dilanjutkan penanaman pohon ini di lokasi yang sama oleh segenap anggota Karang Taruna.

MDMC Pacitan sangat mengapresiasi respon segenap anggota Karang Taruna menyambut kegiatan menanam pohon ini. “Ini adalah upaya kegiatan mitigasi kebencanaan sederhana  yang bisa dilakukan yaitu menanam pohon. Secara tidak langsung kegiatan ini sebagai kegiatan pengurangan risiko bencana,” pungkas Agus. [ambyah]

 


Sabtu, 23 Januari 2021

AKSI BERSAMA UNTUK SESAMA : Penggalangan Dana Kemanusiaan

Lazismu Pacitan terus bergerak melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah upaya penggalangan dana untuk korban bencana alam yang terjadi di negara kita Indonesia, antara lain tanah longsor di Jawa Barat, banjir di Kalimantan, dan gempa bumi di Sulawesi Tenggara, erupsi gunung merapi di Jateng/NTT, dan berbagai bencana alam di lain tempat. Kolaborasi itu melibatkan MDMC/LPB Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), PD Pemuda Muhammadiyah, Pimda Tapak Suci Putera Muhammadiyah,  Pimpinan Daerah Aisyiyah, dan juga organisasi otonom lain di Muhammadiyah dan Majelis/Lembaga Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan secara keseluruhan.

Lazismu yang selalu sinergi dengan MDMC, kala terjadi bencana dan menghadapi masa tanggap darurat dan rehabilitasi rekonstruksi di lokal Pacitan dan tempat lain, maka diperlukan sebuah gerakan One Muhammadiyah One Respons (OMOR) untuk membantu meringankan beban yang dialami oleh korban bencana,  di mana saja berada. “Lazismu dan MDMC khususnya, selalu menjadi koordinator dalam kegiatan OMOR ini, kami berusaha membangun koordinasi dengan semua pihak terutama Organisasi Otonom di lingkungan Muhammadiyah Pacitan, seperti Aisyiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bahwa bencana adalah urusan bersama, dan ini adalah salah satu wujud nyata dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat," jelas Agus Hadi Prabowo, Ketua MDMC Pacitan. 

Kegiatan penggalangan dana bencana alam dimulai tanggal 15 Januari sampai dengan 30 Januari 2021 nanti. Isa Ansori, Ketua Lazismu Pacitan menyatakan, "Penggalangan dana kebencanaan alam dilaksanakan sesuai dengan instruksi Lazismu Jawa timur, berakhir tanggal 30 Januari nanti. Berapapun hasilnya kita transfer ke Lazismu Jawa Timur."

Sesuai dengan rekapitulasi terakhir yang kami rilis secara berkala pada  https://mdmcpacitan.blogspot.com/p/blog-page_1.html. penggalangan dana untuk bencana alam yang dilakukan oleh Lazismu berjumlah Rp. 21.964.500,00 pada hari Ahad (23/01/2021 - pukul 16:33 WIB). "Mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat Pacitan pada sesama warga bangsa yang mengalami musibah karena bencana alam. Terima kasih atas kepercayaan menyalurkan bantuannya kepada Lazismu Pacitan. Khusus untuk adik-adik mahasiswa yang bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), salut dan bangga yang telah beraksi untuk sesama tanpa mengenal lelah untuk penggalangan dana bencana alam ini sehingga terkumpul dana 17 juta lebih," demikian ungkap Isa Ansori.

Lebih lanjut Isa menyatakan, “Semangat berbagi masyarakat Pacitan cukup bagus dan terpelihara, memiliki rasa kepedulian yang tinggi, semoga masyarakat Pacitan terhindari dari bencana, karena infaq dan shadaqahnya yang diberikan kepada sesama yang terkena musibah dilakukan dengan ikhlas." 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan juga respek dan mendukung atas kegiatan penggalangan dana untuk bencana alam ini. "Salut kepada Pengurus IMM Pacitan, salut kepada generasi muda yang peduli dan memiliki rasa simpati dan empati atas korban bencana alam yang terjadi. Kepedulian sosial seperti ini memberi kontribusi yang luar biasa bagi dakwah Muhammadiyah," jelas Nurul Hadi Mustofa, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan.

Ragam kegiatan yang menuntut kepedulian sosial dalam aksi bersama untuk sesama perlu dan penting untuk terus dilakukan, karena hal ini salah satu sarana untuk membangun karakter peduli terhadap sesama tanpa memperhatikan status sosial, dan latar belakang budaya lainnya. Sehingga kita berharap menjadi generasi mendatang yang peka terhadap persoalan yang menimpa sesama. {Ambyah]

Minggu, 17 Januari 2021

AKSI BERSAMA UNTUK SESAMA Lazismu Pacitan Menggalang Dana Untuk Bencana Alam

Di Indonesia bagaikan etalase atau bahkan ada yang mengibaratkan bagaikan “supermarket” bencana alam, belum selesai banjir muncul tanah longsor, disusul gempa bumi, dibarengi dengan erupsi gunung berapi, banjir lahar, disusul ancaman tsunami, dan lain-lain semuanya ada. Dan semua jenis ancaman bencana dengan skala yang berbeda-beda ini di setiap daerah sekitar kita ada dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan jiwa dan harta benda manusia. Di sisi lain bencana non-alam COVID-19 senantiasa mengancam kelengahan kita semua.


Bencana alam dengan skala besar terjadi di Kalimantan  Selatan dan Sulawesi Tenggara (Jumat dini hari, 15/01/2021), infrastruktur dan sarana kehidupan masyarakat rusak dan hancur selain adanya korban jiwa. Terkait dengan kerusakan infrastruktur dan sarana kehidupan ini tentu segera direhabilitasi dan rekonstruksi usai kegiatan tanggap darurat selesai dilaksanakan. Peran serta masyarakat dalam kegiatan kebencanaan ini sangat diharapkan.

Sehubungan dengan hal tersebut Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pacitan melakukan penggalangan dana untuk bencana alam. Isa Ansori – Ketua Lazismu Pacitan – menjelaskan bahwa penggalangan dana yang dilakukan ini sejalan dengan instruksi dari Lazismu Pusat/Daerah Jatim juga Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. “Penggalangan dana Lazismu Pacitan ini sesuai dengan instruksi dari Lazismu Pusat dan juga Lazismu juga PWM Jatim, secara teknis nanti kami menampung dana dari segenap warga masyarakat, juga dari segenap komponen Muhammadiyah di Pacitan,” jelas Isa Ansori.


“Lazismu bagian dari representasi masyarakat, warga dan simpatisan Muhammadiyah, dalam kolaborasi pentahelix berperan dalam manajemen penanggulangan bencana terutama masa-masa rehabilitasi dan rekonstruksi, karena bencana urusan bersama,” jelas Isa Ansori. Memang
masa-masa rekonstruksi dan rehabilitasi diupayakan waktu yang cepat, perencanaan yang matang, biaya yang besar dan berkelanjutan, sebagaimana kondisi sebelum bencana.

Bantuan dana masyarakat dan warga/simpatisan Muhammadiyah di Pacitan dapat transfer ke Bank Syariah Mandiri (BSM) nomor rekening : 778 881 213 7 an. Lazismu Kab. Pacitan atau langsung Posko di Gedung Dakwah Muhammadiyah – Jl. Cokroaminoto 15 Pacitan.

Selanjutnya, dana yang terkumpul disalurkan ke Lazismu PWM Jawa Timur untuk kemudian dikirimkan ke daerah yang dilanda bencana alam. “Penerimaan dana paling lambat  tanggal 30 Januari 2021 baik melalui transfer atau tunai melalui Lazismu Pacitan,” jelas Isa Ansori.

Sampai dengan tulisan ini dibuat sudah terkumpul dana sebesar Rp. 1.494.000,00. "Salurkan sebagian rezeki berupa dana/uang Bapak, Ibu dan Saudara  warga masyarakat Pacitan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam melalui Lazismu Pacitan, dengan iringan doa semoga Allah memberikan berkah untuk kita semua. Aamiin," pungkas Isa Ansori. [ambyah]

Jumat, 15 Januari 2021

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nawangan Bagikan Hand-sanitizer

Hand sanitizer merupakan  salah satu kebutuhan perotokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Masyarakat. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nawangan pada Kamis (14/01/2021) membagikan paket hand-sanitizer di Masjid Muhammadiyah Sompok Tokawi, yang sejak dua hari sebelumnya melakukan kegiatan yang sama di SD Negeri Ngromo 2, SMA Negeri Nawangan, dan SMK Negeri Nawangan.


Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nawangan, Edy Handoko mengaku, prihatin dengan kondisi pandemi yang hingga kini belum berakhir, terutama kepada masyarakat yang kurang peduli dengan penerapan protokol kesehatan. Biarpun di wilayah Kecamatan Nawangan relatif sedikit warga yang  terpapar COVID-19 di banding dengan wilayah kecamatan lain. 

"Pembagian hand sanitizer ini adalah bentuk dakwah Muhammadiyah untuk berbagai kalangan. Muhammadiyah senantiasa menebar kebaikan kepada masyarakat. Dengan sebotol, dua botol hand-sanitizer yang kami bagikan menunjukkan bahwa Muhammadiyah dari berbagai tingkatan senantiasa berperan aktif dalam upaya penanggulangan dan memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan sungguh tanpa lelah," ujarnya. 

Salah seorang perwakilan dari SMK Negeri Nawangan - Indah Rinasti mengaku sangat terkesan dengan kiprah Muhammadiyah dalam penanggulangan COVID-19. "Sering saya lihat di media tentang kiprah MDMC dan Lazismu dalam penanggulangan bencana. Dan sekarang saya alami sendiri menerima hand-sanitizer bukan dari harganya tapi wujud kepedulian ini yang saya salut unruk MDMC - Lazismu dan Muhammadiyah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di tengah-tengah masyarakat," ujar bu Indah Rinasti didampingi Pak Miswandi yang kebetulan sedang bertugas di kantor SMK Negeri Nawangan. 

"Pada kesempatan berikutnya kami bersama pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Nawangan terus berupaya meng-edukasi masyarakat untuk terus menerapkan dan melaksanakan protokol kesehatan, termasuk membagikan hand-sanitizer ini ke tempat lain," pungkas Edi Handoko. [ambyah]


Kamis, 14 Januari 2021

MDMC Pacitan Pantang Menyerah Melawan COVID-19

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan bergerak dan bergerak dalam penanganan upaya memutus rantai penyebaran Covid, karena penyebaran virus tersebut semakin "menggila" di Indonesia, khususnya Kabupaten Pacitan. Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 dilakukan penyemprotan disinfektan di RT 1 RW 8 Dusun Purwosari Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan pada Kamis sore (14/01/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah Koordinator Klaster TDRR MDMC Pacitan - Bambang Setyo Utomo, yang hadir dan turut serta melaksanakan penyemprotan disinfektan bersama dengan enam orang Relawan Muhammadiyah lainnya. 

“Penyemprotan ini merupakan kerja sama dengan warga untuk memutuskan rantai penularan virus corona, dan juga mengingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta yang lebih penting kita semua jaga kesehatan pribadi kita masing-masing,” kata Bambang..


Pernyataan Bambang disambut oleh Fahmi - relawan Muhammadiyah Pacitan yang pernah bertugas di Lombok NTB saat gempa 2018 - yang menyatakan, “Kami sebagai relawan MDMC hanya mampu ber ikhtiar terus menerus dengan selalu membantu masyarakat baik itu mengingatkan arti perntingnya 3M serta membantu masyarakat jika diminta uuntuk penyemprotan disinfektan di sekitar lingkungannya.” Sedangkan sasaran penyemprotan diarahkan oleh Imron warga setempat.


“Kami mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk memutuskan rantai penularan virus corona dengan melaksanakan edukasi masyarakat, dengan melakukan penyemprotan disinfektan,” tukas Bambang.

Di pemberitaan melalui media sosial dan online untuk warga masyarakat Kabupaten Pacitan yang dinyatakan positif terpapar COVID-19 berdasar SWAB Test senantiasa menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga saat ini Kab. Pacitan masuk Zona Oranye - kategori risiko sedang, namun demikian kewaspadaan dan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan harus tetap ditekankan sebagaimana SE Bupati Pacitan Nomor : 443/032/408.50/2021 tanggal 11 Januari 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada Masa Pandemik COVID-19. [ambyah]


Rabu, 13 Januari 2021

Pandangan Muhammadiyah terhadap Vaksinasi Covid-19

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pemerintah tengah menjalankan tahapan proses vaksinasi Covid-19. Seperti disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, tugas menangani covid ini cukup berat, dan tidak cukup dapat dilakukan oleh Kemenkes, tetapi harus bekerjasama dengan lembaga dan organisasi lain termasuk Muhammadiyah.

Dalam kunjungan silaturahim di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta masukan kepada Muhammadiyah terkait penanganan Covid-19, khususnya yang berkaitan dengan vaksin, pada Selasa (5/1/2021).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman yang membidangi MPKU bersama Ketua MCCC Agus Samsudin bersepakat bahwa Muhammadiyah mendukung pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, setelah semua kaidah keamanan, keefektifan dan kehalalan vaksin terpenuhi sesuai standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berikut rekomendasi dan Pandangan Muhammadiyah yang disampaikan dalam pertemuan tersebut:

  1. Muhammadiyah mendukung Badan POM harus tetap independen dan transparan dalam penentuan keamanan dan tes netralisasi vaksin.
  2. Muhammadiyah mendukung independensi MUI menjalankan perannya dalam penentuan kehalalan vaksin, dan siap menjadi bagian dari proses tersebut.
  3. Penanganan pandemi tidak semata-mata diselesaikan dengan vaksin, oleh sebab itu pemerintah penting untuk menerapkan strategi komunikasi, edukasi dan kampanye yang tepat terkait fungsi vaksin. Pemerintah harus memastikan proses monitoring dan evaluasi pasca vaksinasi.
  4. Muhammadiyah dengan infrastruktur kesehatan yang dimiliki ikut bersama-sama mensukseskan program vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
  5. Walaupun telah dilakukan vaksinasi diharapkan kepada masyarakat untuk tetap ketat dalam penegakan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan) dan 3T (Testing, Tracing, Treatment). (ppm)




Ekstrak Buah Probiotik Untuk Penguat Imun Tubuh

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Jawa Timur senantiasa berkiprah dalam rangka turut menanggulangi tersebarnya virus Corona 2019 (Covid-19) di tanah air. Salah satunya adalah penyediaan suplemen ekstrak buah untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh. Tidak hanya di Jawa Timur, suplemen penguat imun ini juga didistribusikan ke wilayah lainnya di seluruh Indonesia.

Probiotik Produk Lazismu Jatim hadir di Pacitan

Produk ini adalah sebagai salah satu ikhtiar preventif guna membantu melawan Covid-19. Minuman ekstrak buah ini dibuat melalui penelitian oleh para ahli nutrisi yang dimaksudkan sebagai nutrisi tambahan bagi tubuh. InsyaAllah produk ini aman, halal dan sudah beredar luas dalam berbagai brand, serta terbukti khasiatnya melalui beberapa testimoni. Minuman ini sifatnya bukan obat medis, namun suplemen atau formula untuk meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan dan membentengi diri dari Covid-19.

Bersama warga yang melaksanakan karantina mandiri diberikan probiotik Lazismu Jatim

Suplemen minuman ini tidak diperjualbelikan secara komersil. Ada pengganti infaq yang masuk ke donasi Lazismu. Uang infaq yang dihimpun itu nantinya juga untuk membantu warga lain yang terdampak dan terpapar Covid-19. Hasil dana infaq produk ini tujuannya juga untuk membantu mensubsidi mustahik yang membutuhkan ekstrak buah sebagai penguat imun pada masa pandemi ini.

Nah, mari kita perkokoh iman kepada Allah SWT, perkuat imunitas tubuh dan semoga hidup kita aman, sehat wal’afiat, lahir dan batin. Aamiin..

---------------

Produk probiotik ini di Pacitan dapat diperoleh di : Kantor Layanan Lazismu Pacitan - Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan - Jl. Cokroaminoto no. 15 Pacitan - Telp./WA : 082131311345




Tulisan di atas dikutip/disalin dari : http://www.lazismujatim.org/?page_id=12384

Jumat, 08 Januari 2021

Perangi Virusnya Bukan Orangnya

Quote “Perangi Virusnya, Bukan Orangnya”, sangat populer pada awal merebaknya COVID-19 sekitar bulan Maret – April 2020. Di mana pada saat itu persepsi sebagian anggota masyarakat yang tidak tepat terhadap seseorang yang dinyatakan positif terpapar COVID-19 juga terhadap anggota keluarga lain, dalam banyak kasus dijauhi dan dimusuhi oleh sebagian warga sekitarnya. Termasuk kasus blokade akses jalan masuk ke rumah warga yang berstatus ODP Puskesmas, dan juga perlakuan lain yang tidak manusiawi. Tentu quote tersebut memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas bahwa hendaknya menjauhi virus dengan mematuhi protokol kesehatan untuk pengurangan risiko terpapar COVID-19 sedangkan ikatan sosial kemasyarakatan dan kekeluargaan tetap berlangsung.


Quote “Perangi virusnya, bukan orangnya”, pada hari ini Jum’at (08/01/2021) secara nyata dilaksanakan oleh Relawan Muhammadiyah Pacitan. Sesuai dengan kelanjutan kegiatan kemarin Kamis (07/01) pelaksanaan penyemprotan disinfektan di RT 3 Dusun Bowongan Desa Arjowinangun Pacitan, hari ini dilakukan penyemprotan disinfektan ke suluruh rumah warga dan fasilitas umum yang ada sesuai arahan dan petunjuk dari Ketua RT 3 Dusun Bowongan – Azis Purnomo.  

Lebih dari 2 jam Tim MDMC-Lazismu melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan. Sebelum meninggalkan lokasi penyemprotan Nurul Hadi Mustofa – Koordinator Kegiatan, ketika dialog dengan Ketua RT dan relawan lain, bahwa penyemprotan disinfektan yang dilakukan bisa jadi hanya formalitas saja. Lebih jauh Mustofa menyatakan, “Hal terpenting untuk memerangi COVID-19 adalah kepatuhan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.”   Atas pernyataan Mustofa ini Azis Purnomo mengatakan, “Atas nama warga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Relawan Muhammadiyah untuk bersama-sama memerangi COVID-19, semoga kita semua bersabar bahwa pandemi belum berakhir, dengan penuh kesadaran untuk mengurangi risikonya”.


Di tempat terpisah, di RT 03  RW 02 Dusun Siwalan Desa Ponggok Kec. Pacitan terdapat aktifitas lain dari Relawan Muhammadiyah yang berbeda dengan yang dilaksanakan di Desa Arjowinangun. Adalah Wanthoyib (anggota KOKAM) menyerahkan paket sembako kepada warga Dusun Siwalan Desa Ponggok yang melaksanakan isolasi mandiri karena ada anggota keluarganya yang terpapar positif COVID-19. Karena melaksanakan isolasi ini tiga keluarga (9 jiwa) ini sempat  mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. 

Atas kejadian tersebut di bawah koordinasi  Lazismu diserahkan paket sembako untuk ketiga keluarga tersebut. “Semoga apa yang diberikan Lazismu ini memberikan motivasi kepada warga lain dan pihak lain kepada warga yang membutuhkan di masa pandemi COVID-19,” demikian kata Wanthoyib saat bertemu dengan Minhatul Haniah – Pengurus Lazismu Pacitan.

Kegiatan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat secara nyata dan fakta dilakukan oleh Relawan Muhammadiyah Pacitan melalui MDMC-Lazismu pada hari ini. Selama pandemi ini belum berakhir quote : "perangi virusnya, bukan orangnya" tetap relevan untuk dilaksanakan.

Aksi bersama untuk sesama. 


[ambyah]


Kamis, 07 Januari 2021

Menolak Damai Dengan COVID-19

Penyebaran dan warga yang terpapar COVID-19 di Pacitan khususnya tidak menunjukkan angka penurunan, dari laporan periodik dari Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Kabupaten Pacitan, memang menunjukkan angka yang fluktuatif antara jumlah warga  yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan yang dinyatakan sembuh  dengan kecenderungan adanya peningkatan jumlah warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Atas dasar inilah pada hari ini Kamis (07/01/2021) ada permintaan Tim MDMC-Lazismu Pacitan melakukan penyemprotan di dua tempat yang berbeda.


Relawan Muhammadiyah - Ustadz Juhdi - menerima permohonan dari Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Ar-Royyan Desa Purwoasri Kec. Kebonagung agar MDMC melakukan penyemprotan di lingkungan Pondok Pesantren. Dengan koordinasi yang cepat bersama Relawan Muhammadiyah lainnya maka dilakukanlah persiapan-persiapan untuk penyemprotan ke PPTQ Ar-Royyan Desa Purwoasri. Ketua MDMC Pacitan - Agus Hadi Prabowo -  dalam arahan singkat kepada Relawan Muhammadiyah Pacitan yang akan melakukan penyemprotan mengatakan, "Lakukan penyemprotan dengan dilandasi semangat ibadah dan dakwah. Hal penting lainnya yang kita perhatikan adalah Muhammadiyah menolak damai dengan COVID-19". Tim Relawan Muhammadiyah yang berangkat adalah : Nurul Hadi Mustofa, Agus Hidayat, Azalia, Dhani Syatria, Bambang SU, Ambyah, dan Ustadz Juhdi dengan alat transportasi satu unit mobil.

Di bawah koordinator kegiatan Nurul Hadi Mustofa berangkatlah Tim Kecil MDMC-Lazismu dengan 4 sprayer (2 sprayer elektrik dan 2 sprayer mesin) menuju PPTQ Ar-Royyan - Gunung Cilik Desa Purwoasri. Tidak kurang dari 11 unit bangunan di lingkungan pondok  dan rumah warga  disemprot disinfektan. Selama melakukan penyemprotan Tim Relawan Muhammadiyah didampingi Ustadz Indar dan Ustadz Suryanto - Pengasuh Pondok.


Ustadz Suryanto menyatakan, "Terima kasih kepada Relawan Muhammadiyah Pacitan yang telah merespon dengan cepat permintaan kami. Di lingkungan Pondok kami ada warga yang dinyatakan terpapar COVID-19 sebagai upaya memutus rantai penyebaran maka perlu dilakukan penyemprotan disinfektan". Beberapa warga sekitar pondok begitu mengetahui ada kegiatan Relawan Muhammadiyah melakukan penyemprotan disinfektan, minta agar rumahnya juga disemprot.

Mustofa di depan beberapa warga memberikan edukasi bahwa penyemprotan yang dilakukan adalah upaya untuk membersihkan lingkungan dari virus. "Hal penting yang dilakukan oleh kita adalah, disiplin memakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumuman," demikian penjelasan Mustofa di sela-sela penyemprotan rumah warga. Dan memang warga sudah mengerti dan sering mendapat penyuluhan dan sosialisasi tentang COVID-19 ini.

Di saat Tim MDMC-Lazismu melakukan penyemprotan dan sosialisasi COVID-19 di PPTQ Ar-Royyan dan sekitarnya ada permintaan juga yang masuk dari Azis Purnomo - Ketua RT 3 Dusun Bowongan Desa Arjowinangun - yang diterima Ketua MDMC Pacitan agar lingkungannya dilakukan penyemprotan disinfektan. "Kenapa harus dilakukan penyemprotan," tanya Agus - Ketua MDMC. Kemudian Azis Purnomo menjelaskan bahwa beberapa warganya di RT 3 Dusun Bowongan Desa Arjowinangun, positif terpapar COVID-19 bahkan ada yang meninggal dunia. Dengan koordinasi singkat maka dikontaklah Tim yang ada di Desa Purwoasri segera bergeser ke Desa Arjowinangun.

Kegiatan di Arjowinangun diarahkan langsung oleh Azis Purnomo dan beberapa relawan Karang Taruna Desa Arjowinangun. Karena waktu menjelang maghrib, belum semua rumah/fasilitas warga sasaran dilakukan penyemprotan disinfektan. Lokasi penyemprotan yang sudah dilakukan adalah kompeks pertokoan dan enam rumah warga. "Besok kita lanjutkan, saya sangat berharap Relawan MDMC-Lazismu datang kembali ke sini", demikian semangat Azis Ketua RT 3 Dusun Bowongan kepada Anggota Tim MDMC-Lazismu saat mengemasi peralatan ke dalam kendaraan. Dan kegiatan ini juga dipantau oleh Kepala Desa Arjowinangun, dalam pesan singkat kepada Ketua MDMC Pacitan menyatakan, "Matur suwun bantuannya. Semoga masyarakat bisa nyaman dan tenang." [Ambyah]