Sabtu, 19 Desember 2020

Mimpi Relawan Muhammadiyah Pacitan

Penghujung Tahun 2020 ini Relawan Muhammadiyah dalam percakapan dan diskusi di grup WA “MDMC Pacitan” mempunyai harapan dan mimpi yang hendak diwujudkan sebagai warga masyarakat biasa juga sebagai Relawan Muhammadiyah di tahun 2021. Suatu harapan dan mimpi yang tidak berlebihan biarpun menyangkut pihak lain dan mimpi ini sifatnya normatif. Sesuatu hal yang wajar dan tidak berlebihan.

Tulisan ini merangkum mimpi, harapan dan kegelisahan dari Relawan Muhammadiyah di tahun 2021, setidaknya mencakup 2 hal yaitu : harapan akan kepemimpinan Bupati/Wakil Pacitan yang baru hasil Pilkada 9 Desember 2020 yang lalu, dan harapan/mimpi mengenai bagaimana mewujudkan sebuah kendaraan operasional serba guna dalam masa tanggap darurat, hal ini terinspirasi ketika melaksanakan kegiatan TDRR bencana tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung sejak tanggal 16 November 2020 sampai dengan tulisan ini dibuat. Setidaknya ada dua mimpi yang bisa dirangkum, yaitu :

Mimpi Pertama

Warga masyarakat di Kabupaten Pacitan tanggal 9 Desember 2020 yang lalu mengikuti proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tidak terkecuali Relawan Muhammadiyah, baik sebagai petugas/panitia ataupun sebagai pemilih. Singkat cerita, sesuai dengan Keputusan KPU Kab. Pacitan pasangan Indrata Nur Bayu Aji - Gagarin ditetapkan sebagai Calon Bupati/Wakil Bupati Pacitan terpilih.

Di media sosial masyarakat sudah mengharapkan adanya kinerja lebih baik dari Bupati/Wakil Bupati yang baru, atau setidaknya dapat melaksanakan semua program kerja, visi dan missinya juga janji-janji politiknya di masa pencalonan dan kampanye. Dilantik saja belum nampaknya masyarakat tidak sabar ingin segera menikmati kinerja Bupati/Wakil Bupati yang terpilih.

Harapan kinerja pemerintah lebih baik dan dinamis ini juga diharapkan oleh segenap Relawan Muhammadiyah Pacitan sebagaimana diskusi yang “gayeng“ dan konstruktif di sebuah grup WA “MDMC Pacitan” tentu saja fokus adalah isu-isu strategis pengelolaan dan manajemen pembangunan yang memperhitungkan masalah “kebencanaan” dan lingkungan hidup yang sebaiknya disinkronkan dengan visi-missi dan program kerja Bupati/Wakil Bupati terpilih, sebagai upaya bersama dalam rangka pengurangan risiko bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam. Isu ini mengemuka karena masalah-masalah pengurangan risiko bencana merupakan “pekerjaan mulia”, pekerjaan dan kegiatan dari segenap Relawan Muhammadiyah.

Mas Aji (Indrata Nur Bayu Aji) Calon Bupati Pacitan terpilih menyapa 
Relawan Muhammadiyah di Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Beberapa kutipan harapan dan mimpi yang di”gantungkan” kepada Bupati/Wakil Bupati Pacitan yang baru, sebagaimana ditulis oleh @Catur pada hari Jum’at tanggal 12 Desember 2020 pukul 08:31 menuliskan “Titip-Mimpi” sebagai berikut :

1.  Lebih peka terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana di Pacitan yang dibuktikan dengan penganggaran yang cukup, respon yang cepat, program yang terukur dan terstruktur;

2.  Mendorong agar Kabupaten Pacitan memiliki data valid by name by adress relawan kebencanaan beserta skill khusus yang dimiliki;

3.  Silaturahim rutin (1-3 bulan sekali) antar relawan kebencanaan bersama Bupati Pacitan dengan tajuk “JAPANAN – Jagong Pacitan Aman Bencana)”

Mimpi @Catur ini di-amin-i dan didukung oleh @Aris seorang Relawan Muhammadiyah asal Pacitan yang pernah bertugas sebagai relawan di wilayah bencana di Indonesia (Lombok, Jabodetabek, Palu dan Merapi). Pendapat @Catur ini juga didukung oleh @Isa_Ansori, Ketua Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah) Pacitan.

Mimpi dan harapan lain disampaikan oleh @Bambang _el-Pacitano yang menulis pada pukul 09:05 WIB, menulis sebagai berikut :

Titip :

Penekanan pak Bupati kepada semua Desa untuk membentuk Tim Siaga Bencana mandiri dan setiap desa benar-benar menganggarkan dana kebencanaan dari dana desa (selama ini desa menganggap dana kebencanaan HANYA dipake pada waktu kena bencana).

Tulisan @Bambang ini jikalau memang benar perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai anggota masyarakat, karena dalam siklus kebencanaan yang menjadi perhatian kita tidak hanya “saat terjadi bencana sampai rehabilitasi dan rekonstruksi”, tetapi kwadran siklus kebencanaan lain yakni “mitigasi” dalam hal ini arah dan kebijakan pembangunan infrastruktur yang berpihak pada “pengurangan risiko bencana” juga masalah-masalah menyiapkan piranti komunitas desa yang mengarah pada kesiap-siagaan dan tangguh menghadapi bencana. Wallahu 'alam bis showab.

Mimpi kedua,

Kondisi geografis Kabupaten Pacitan adalah daerah pegunungan, terkait ancaman kebencanaan daerah Pacitan bisa saja terjadi gempa bumi, tsunami, tanah longsor dan banjir. Bencana banjir dan tanah longsor (tahun 2017/2018 dan 2020) memberikan pelajaran kepada Relawan Muhammadiyah untuk memiliki sebuah mobil SAR (search and rescue) berjenis : penggerak empat roda (four wheel drive). Waktu bencana banjir/longsor di tahun 2018 pernah dipinjami oleh PWM Jatim namun kemudian ditarik kembali ke PWM Jatim setelah diperbaiki dengan biaya puluhan juta rupiah.

Mobil SAR seperti ini yang di-mimpi-kan

Di saat seru-serunya dan semangat respon bencana tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung, beberapa relawan Muhammadiyah menyampaikan mimpinya, “kapan ya kita memiliki kendaraan SAR ?”  Tulisan di grup WA ini, langsung direspon beberapa anggota grup dan juga direspon oleh @Isa_Anshori selaku Ketua Lazismu dengan membuat postingan penggalangan dana untuk pengadaan mobil SAR dan di-share di beberapa grup WA. Postingan tersebut adalah :

Penggalangan Dana Pengadaan Mobil SAR MDMC Pacitan

Assalamu’alaikum  wr wb.

Bapak/Ibu/Sdr. yang kami hormati, kebutuhan mobil operasional kebencanaan sangat penting dan mendesak, mengingat MDMC Pacitan, hampir tiap saat harus berjibaku mencegah dan menangani bencana. Untuk itu Lazismu memulai penggalangan dana, selama satu tahun ke depan.

Postingan @Isa_Anshori ini telah mendapat respon dari berbagai kalangan tidak hanya dari warga/simpatisan Muhammadiyah tapi juga dari warganet yang lain baik transfer atau tunai melalui bendahara Lazismu, misalnya @Agus_Hidayat menyumbang Rp. 222.222,00, @Hamzah mendonasikan Rp. 333.333,00, dan lain-lain donatur, sampai saat tulisan ini dibuat (19/12/2020) sudah terkumpul dana Rp. 11.525.555,00 sejak respon mimpi @Isa_Anshori ini muncul hari Kamis tanggal 10 Desember 2020 pukul 22:08 WIB.

Perlu diketahui pula bahwa MDMC/Lazismu dalam operasional kegiatan sudah ada dua minibus grandmax dan satu ambulan medis. Tapi itulah  masih memimpikan memiliki mobil operasional SAR yang tangguh di segala medan Pacitan yang berat dan ekstrim.

Akhirul kalam,

Sangat berat memang, mimpi-mimpi ini untuk diwujudkan namun dengan semangat dan ketangguhan Relawan Muhammadiyah tidak diragukan lagi. Berbekal ikhlas untuk kemanusiaan, aksi bersama untuk sesama, memberi untuk negeri, kepercayaan dan amanah, insya Alloh dapat terwujud.

Mengutip kata-kata bijak : Ingatlah impianmu dan perjuangkanlah, untuk itu harus tahu apa yang kami inginkan dari kehidupan. Hanya ada satu hal yang membuat impianmu menjadi mustahil : ketakutan akan kegagalan.

Selamat berjuang dengan kesungguhan untuk mewujudkan mimpi-mimpi mengabdi dan memberi untuk negeri,

#WabahBelumBerakhir
#MuhammadiyahTangguhBencana
#BencanaUrusanBersama
#MemberiUntukNegeri



Foto mobil dari : https://www.suaramuhammadiyah.id/2019/01/03/ mdmc-kirim-bantuan-tanggap-darurat-banjir-labuan-dan-longsor-sukabumi/


Penulis : Agus Hadi Prabowo - Ketua MDMC Pacitan

 

0 komentar:

Posting Komentar