Minggu, 05 April 2020

Lawan Corona ! Ini Disinfektan Relawan MCCC Pacitan


Sudah lebih dari 7 hari sejumlah relawan MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) turun tangan berupaya melawan virus Corona siang malam. Mereka turun tangan langsung ke fasilitas umum, pondok pesantren, sekolah/madrasah, terminal bis, masjid, gereja, dan  permukiman penduduk sambil mengedukasi warga soal pola hidup bersih dan sehat dan dengan melakukan penyemprotan disinfektan. 

Tim MCCC yang terdiri Relawan Muhammadiyah membawa alat penyemprot dan mengerahkan petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD). "Kami berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Corona," ujar Isa Anshori - Ketua Lazismu sebagai Koordinator Kegiatan MCCC Pacitan yang bersama timnya menyambangi RT 01, 02 dan 03 Lingkungan Pojok Kelurahan Sidoharjo, Sabtu (04/04/2020).


Aksi para relawan ini mendapat respons positif. Sejumlah warga ikut membantu dan mengarahkan Tim MCCC lokasi mana yang perlu dilakukan penyemprotan, dan lokasi ini adalah tempat yang sering menjadi jalan masuk dan pertemuan antar warga atau kalau di rumah antar anggota keluarga, gagang pintu, balai-balai, dan kursi. 


"Disinfektan yang kami gunakan adalah buatan pabrik - kebetulan yang kami gunakan adalah  disinfektan merek Biodes-100 yang memiliki kandungan zat aktif benzalkonium klorida, insya Alloh aman digunakan di sekitar manusia, maupun hewan peliharaan karena menggunakan takaran/konsentrasi yang dianjurkan. Zat benzalkonium klorida ini pula yang digunakan di Surabaya dan tempat lain, dan sudah dikaji oleh para ahli dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya," tutur Isa Anshori dan ini seakan menjawab pertanyaan dari sejumlah warga, bahan apa yang disemprotkan ini ?


Sebagaimana dikutip dari :  https://tekno.tempo.co/read/1325481/bilik-disinfektan-di-surabaya-disoal-begini-unair-menjawab/full&view=ok dinyatakan bahwa  Benzalkonium chloride biasa digunakan untuk penyemprotan kandang ternak juga, namun Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin di Professor Nidom Foundation (PNF) ini memastikan tetap tidak ada masalah. Yang terpenting adalah tujuannya untuk membunuh mikroorganisme. Nah, kebetulan mungkin banyak dipasarkan di wilayah peternakan, tapi itu tidak ada masalah. Insya Allah aman," kata  Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom.


Masih dalam halaman yang sama di https://tekno.tempo.co sebagai mana ditulis di atas bahwa, ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Retno Sari, menerangkan benzalkonium chloride merupakan kelompok senyawa ammonium quarterner yang bersifat surfaktan. Menurut dia, surfaktan artinya bersifat mempengaruhi permukaan. Bahan akitif pada sabun juga termasuk surfaktan.
"Artinya kalau kita mencuci tangan dengan sabun, itu bahan-bahan lemak protein akan berikatan kemudian dia akan menggumpal kemudian rusak," kata Retno.


Menurut Isa Anshori, kejelasan zat apa dalam disinfektan yang disemprotkan perlu disampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak salah sasaran/komposisi dan penyalahgunaan bahan kimiawi yang bisa merugikan di kemudian hari. [frend]




Sumber penulisan atau kutipan langsung dari :
https://tekno.tempo.co/read/1325481/bilik-disinfektan-di-surabaya-disoal-begini-unair-menjawab/full&view=ok
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/bahan-dari-sabun-pemkot-surabaya-disinfektan-aman-bagi-manusia/

0 komentar:

Posting Komentar