One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Selasa, 28 April 2020

#DiRumahSaja Ramadhan 2020 - Lomba Vlog Remaja


Selasa, 07 April 2020

Pemuda Muhammadiyah Pringkuku Bergerak Mencegah COVID-19

Pemerintah Desa Pringkuku bersama Relawan Pemuda Muhammadiyah Cabang Pringkuku melakukan penyemprotan disinfektan (Senin, 06/04/2020). Kegiatan ini merupakan bentuk cegah tangkal COVID-19 dan edukasi/sosialisasi kepada masyarakat Desa Pringkuku tentang pentingnya selalu menjaga kebersihan juga perlunya hidup sehat. 


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pringkuku  Jumari Hartono dan didampingi Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Pringkuku Farid Mahmudi, hadir juga Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Pringkuku. Sedangkan pelaksana penyemprotan adalah Relawan Pemuda Muhammadiyah, Perangkat Desa, anggota karang taruna dan Linmas Desa Pringkuku.

Kades Jumari Hartono merasa terbantu dengan kegiatan ini, dan menyatakan, "Kegiatan penanggulangan penyebaran COVID-19 merupakan tanggung jawab bersama semua komponen masyarakat, hari ini adalah kegiatan bersama penyemprotan disinfektan,  Pemerintah Desa dan masyarakat merasa terbantu oleh Relawan Pemuda Muhammadiyah".

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan oleh PCPM Pringkuku untuk sosialisasi pola hidup bersih dan sehat. Farid menyatakan, "Segenap kader Angkatan Muda Muhammadiyah harus nyengkuyung pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19". Dalam kegiatan ini PCPM Pringkuku mengerahkan 8 relawan.
Kegiatan penyemprotan disinfektan ini dimulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 14.00 WIB, obyek yang menjadi penyemprotan adalah semua fasilitas umum yang ada di desa,  Balai Desa, area Polindes, 14 Masjid dan Musholla, 16 Pos Kamling, 7 balai dusun, 3 Paud , 3 gedung SDN, 1 TK ABA Aisyiyah  dan MIM Pringkuku.

Sesaat berakhirnya kegiatan ini Jumari hartono menyatakan, "Banyak terimakasih kepada semua pihak yang sudah ikut mensukseskan kegiatan ini, khususnya untuk Pemuda Muhammadiyah".




Pengirim berita : Susi Andraini



Senin, 06 April 2020

Warga Desa Jetis Lor Sadar Diri Karantina Mandiri

 Kunjungan dan pemantauan Kepala Desa Jetis Lor bersama Ketua RT, Kepala Dusun, Babinsa dan Babin Kamtibmas ke rumah Sdr. Wahyudi


Wabah Virus Corona atau Covid-19 semakin merajalela di mana-mana termasuk di Ibukota Indonesia, DKI Jakarta. Karena karakter penyebaran Covid-19 yang begitu cepat sebagian masyarakat yang bekerja harian memilih untuk melakukan pulang kampung, biarpun ada himbauan agar warga tidak pulang kampung. Terdapat alasan yang logis dan masuk akal dari pemudik ini, pertama jika tetap bertahan di Jakarta dengan tidak melakukan kerja tentu beban ongkos hidup sehari-hari akan menjadi-jadi padahal sudah tidak bekerja lagi. Alasan kedua, pulang kampung adalah, di kampung merasa aman dan bebas Covid-19 karena di desa dan dekat dengan keluarga. 

Tak terkecuali dua warga Desa Jetis Lor Kecamatan Nawangan Kab. Pacitan, yakni Wahyudi (30), warga RT 01 RW 03 Dusun Dawuhan dan Suratman (46), warga Dusun Tamansari. Ketika tiba di desa kondisi bugar dan sehat biarpun telah menempuh perjalanan jauh dan melelahkan yang duanya mengadu nasib di Jakarta.

Dengan pendekatan persuasif dari warga dan Pemerintah Desa Jetis Lor, Wahyudi dan Suratman bersedia untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari sejak kedatangannya di desa. Dalam keterangannya Kepala Desa Jetis Lor Sarmin (Senin, 06/04/2020) mengatakan, "Pemerintah Desa menghimbau warga yang dari luar kota masuk darlam ODP - Orang Dalam Pantauan - atau ODR - Orang Dalam Risiko - diharapkan lapor ke Pemerintah Desa, kemudian diberikan arahan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari. Hal ini kami lakukan karena Wahyudi dan Suratman ini sebelumnya berada di Jakarta." 

Warga Desa Jetis Lor yang melakukan karantina mandiri berada di rumahnya masing. Sementara keluarga yang sebelumnya menempati rumah itu "boyongan" ke rumah keluarga yang lain. Mengenai kebutuhan makan-minum kedua orang yang isolasi mandiri ini dipenuhi oleh keluarga masing-masing. Namun Sarmin Kades Jetis Lor menjamin, jika keluarga kesulitan dalam mencukupi kebutuhan pemerintah desa akan mencukupi termasuk masalah kesehatannya. Kepala Desa Sarmin yang berlatar belakang pendidikan perawat ini dan aktivis MDMC ini bercerita bahwa tengah malam pada masa karantina Pak Suratman merasa kena flu. "Tengah malam itu juga saya kontak dengan petugas Puskesmas Nawangan dan Bidan Desa untuk melakukan respon dan pengobatan seperlu. Dan alhamdulillah esok paginya sehat kembali. Kena pengaruh hawa dingin Nawangan," kelakarnya.

Kesadaran Wahyudi dan Suratman ini diapresiasi oleh Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan juga warga masyarakat desa, dengan kesadaran dan sukarela menawarkan diri untuk menjalani isolasi/karantina mandiri di rumahnya masing-masing. Wahyudi sudah hari ke-5 pada hari ini (06/04/2020) melakukan isolasi sejak kedatangannya tanggal 1 April 2020 yang lalu dan Suratman sudah hari yang ke-8 sejak kedatangannya tanggal 29 Maret 2020 yang lalu. Dan terus dipantau perkembangannya oleh Pemerintah Desa, maupun aparat lain di tingkat kecamatan khususnya dari Puskesmas.

Sarmin selaku Kepala Desa juga dukungan dari Pemerintah Kecamatan, Babinsa, Babinkamtibmas juga masyarakat merasa bangga dengan warganya yang memiliki kesadaran tinggi untuk melaksanakan isolasi mandiri setelah tiba di desa dari luar daerah. "Semoga ini menjadi contoh yang baik bagi pemudik yang lain untuk melaksanakan karantina mandiri sesuai anjuran pemerintah, sebagai upaya pemutus mata rantai Covid-19, dan menurut data yang ada beberapa warga yang berasal dari luar kota sudah melaksanakan karantina mandiri," pungkas Sarmin. [friend]

Minggu, 05 April 2020

Tanggap Hadapi COVID-19 Dengan CILaM - 085735931186

Adalah Bambang Setyo Utomo seorang Relawan MDMC Pacitan yang sering menggunakan nama samaran Bambang el Pacitano pada hari Ahad (05/04/202020) merilis aplikasi chat WA yang diberi nama CILaM kepanjangannya  Call Center Induk LazisMU MDMC dengan menggunakan nomor telepon seluler : 085735931186. Dalam kata-ka pembukaan dituliskan bahwa aplikasi ini untuk mengetahui perkembangan pendemi COVID-19  di Indonesia, Jawa Timur dan Pacitan, ketika kita ketik MENU pada aplikasi CILaM ini. Dengan tampilan awal sebagai berikut :







Rilis aplikasi chat WA ini merupakan alternatif pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cukup terkait dengan Covid-19. Ketika ditanyakan apa latar belakang merilis CILaM ini, Bambang el Pacitano mengatakan, “Melihat perkembangan situasi secara Nasional, Provinsi maupun Kabupaten yang sangat memprihatinkan dan ditambah dengan belum adanya aplikasi sejenis dari Satgas Covid-19 Pacitan untuk menampilkan data riil up-to-date terutama di Kabupaten Pacitan. Yang baru ada selama ini adalah info melalui web yang biasanya masyarakat agak malas untuk membukanya”. Sebagaimana kita ketahui untuk Jatim Tanggap Covid-19 website beralamat di : http://infocovid19.jatimprov.go.id/#peta.
 
Selain Data Terbaru Persebaran Covid-19 di Indonesia, Provinsi Jawa Timur dan Pacitan, dalam aplikasi CILaM yang berbasis chat WA ini juga disajikan pilihan informasi Chek-up Covid-19 diri secara mandiri, apa yang harus saya lakukan, apa yang sudah dilakukan MDMC/MCCC/LazisMu Pacitan dalam menanggulangi Covid-19 dan juga ajakan untuk berdonasi untuk penanganan Covid-19 melalui Lazismu. Terkait dengan hal tersebut Bambang el Pacitano menjelaskan, “Ini semua tidak lepas bentuk pertanggung jawaban publik dari aksi yang telah dilakukan MCCC – MDMC – Lazismu sebagai aksi yang kredibel dan terpercaya di mata masyarakat umum.

Koordinator MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) – Agus Hadi Prabowo yang juga Ketua MDMC dihubungi per telepon menyambut gembira atas diluncurkannya aplikasi CILaM dengan developed bambangelpacitano ini. “Dengan adanya aplikasi CILaM ini diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal  mungkin, sehingga lebih mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penyebaran informasi jadi lebih cepat dan akurat,” demikian harapan Agus. 
Terbukti masyarakat Pacitan pengguna medsos sangat antusias dengan aplikasi CILaM ini terbukti kurang dari satu jam diluncurkan (21:29 sampai 22:00 WIB) sudah ada 253 kali diakses pengguna medsos.
Terkait dengan pengembangan aplikasi ini akan terus dikembangkan dari sisi tampilan dan konten. “Sementara ini saya kembangkan sendiri aplikasi ini dengan konsultasi dengan teman teman-teman yang mengerti IT. Pada kesempatan mendatang saya menunggu relawan Muhammadiyah Pacitan untuk bersinergi menanggulangi Covid-19 melalui dunia maya dengan mengedukasi masyarakat. Bahaya Covid-19 sudah diketahui, sekarang saatnya kita kurangi risikonya,” demikian penjelasan Bambang mengakhiri perbincangan. [frend].

Lawan Corona ! Ini Disinfektan Relawan MCCC Pacitan


Sudah lebih dari 7 hari sejumlah relawan MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) turun tangan berupaya melawan virus Corona siang malam. Mereka turun tangan langsung ke fasilitas umum, pondok pesantren, sekolah/madrasah, terminal bis, masjid, gereja, dan  permukiman penduduk sambil mengedukasi warga soal pola hidup bersih dan sehat dan dengan melakukan penyemprotan disinfektan. 

Tim MCCC yang terdiri Relawan Muhammadiyah membawa alat penyemprot dan mengerahkan petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD). "Kami berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus Corona," ujar Isa Anshori - Ketua Lazismu sebagai Koordinator Kegiatan MCCC Pacitan yang bersama timnya menyambangi RT 01, 02 dan 03 Lingkungan Pojok Kelurahan Sidoharjo, Sabtu (04/04/2020).


Aksi para relawan ini mendapat respons positif. Sejumlah warga ikut membantu dan mengarahkan Tim MCCC lokasi mana yang perlu dilakukan penyemprotan, dan lokasi ini adalah tempat yang sering menjadi jalan masuk dan pertemuan antar warga atau kalau di rumah antar anggota keluarga, gagang pintu, balai-balai, dan kursi. 


"Disinfektan yang kami gunakan adalah buatan pabrik - kebetulan yang kami gunakan adalah  disinfektan merek Biodes-100 yang memiliki kandungan zat aktif benzalkonium klorida, insya Alloh aman digunakan di sekitar manusia, maupun hewan peliharaan karena menggunakan takaran/konsentrasi yang dianjurkan. Zat benzalkonium klorida ini pula yang digunakan di Surabaya dan tempat lain, dan sudah dikaji oleh para ahli dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya," tutur Isa Anshori dan ini seakan menjawab pertanyaan dari sejumlah warga, bahan apa yang disemprotkan ini ?


Sebagaimana dikutip dari :  https://tekno.tempo.co/read/1325481/bilik-disinfektan-di-surabaya-disoal-begini-unair-menjawab/full&view=ok dinyatakan bahwa  Benzalkonium chloride biasa digunakan untuk penyemprotan kandang ternak juga, namun Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin di Professor Nidom Foundation (PNF) ini memastikan tetap tidak ada masalah. Yang terpenting adalah tujuannya untuk membunuh mikroorganisme. Nah, kebetulan mungkin banyak dipasarkan di wilayah peternakan, tapi itu tidak ada masalah. Insya Allah aman," kata  Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom.


Masih dalam halaman yang sama di https://tekno.tempo.co sebagai mana ditulis di atas bahwa, ketua Departemen Farmasetika Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Retno Sari, menerangkan benzalkonium chloride merupakan kelompok senyawa ammonium quarterner yang bersifat surfaktan. Menurut dia, surfaktan artinya bersifat mempengaruhi permukaan. Bahan akitif pada sabun juga termasuk surfaktan.
"Artinya kalau kita mencuci tangan dengan sabun, itu bahan-bahan lemak protein akan berikatan kemudian dia akan menggumpal kemudian rusak," kata Retno.


Menurut Isa Anshori, kejelasan zat apa dalam disinfektan yang disemprotkan perlu disampaikan kepada masyarakat, sehingga tidak salah sasaran/komposisi dan penyalahgunaan bahan kimiawi yang bisa merugikan di kemudian hari. [frend]




Sumber penulisan atau kutipan langsung dari :
https://tekno.tempo.co/read/1325481/bilik-disinfektan-di-surabaya-disoal-begini-unair-menjawab/full&view=ok
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/bahan-dari-sabun-pemkot-surabaya-disinfektan-aman-bagi-manusia/

Jumat, 03 April 2020

Anggota Kodim Pacitan Donor Darah dan Semprotkan Disinfektan


Bentuk kepedulian untuk percepatan penanganan virus Corona atau Covid-19, Kodim 0801 Pacitan, Jawa Timur gelar donor darah dan semprot disinfektan bersama MDMC, yang di ikuti seluruh jajaran dan prajurrit TNI.
 Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol. Inf Nuri Wahyudi, mengatakan bahwa selain mempercepat dalam penaganan Covid-19 juga upaya membantu PMI, sebab saat ini menurutnya stok darah sekala nasional menipis.

"Ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD, kususnya di Wilayah Kodim 0801 Pacitan, dalam mempercepat penanganan dan pencegahan Covid-19, karena saat inikan stok darah di PMI secara nasional menipis, maka dari itu kami mendapatkan perintah untuk mengadakan aksi salah satunya donor darah ini," katanya, Jumat (3/4/2020).
Letkol. Inf Nuri Wahyudi mengatakan masyarakat yang baru pulang dari luar daerah agar mematuhi imbauan Pemerintah Daerah maupun pusat. Agar karantina atau isolasi mandiri dirumah masing-masing dengan kesadaran.

"Yang pertama saya sebagai Komandan Kodim 0801 wilayah Pacitan, dan wakil ketua Satgas percepatan penanganan Covid-19, mengimbau kepada saudara-saudara kita yang baru pulang dari luar kota ataupun luar negeri semuanya bisa secara sadar untuk sementara karantina diri di rumah masing-masing," jelasnya. (*)








Dikutip dari sumber asli tulisan :
https://www.timesindonesia.co.id/read/news/261700/anggota-kodim-pacitan-donor-darah-dan-semprotkan-disinfektan

Rabu, 01 April 2020

Ojo Leren Tumindak Becik


Pernah membaca tulisan “Ojo Leren Tumindak Becik” di sebuah kaos yang dipakai seseorang ? Sebuah kaos yang memberi motivasi bagi pemakai dan kita yang membacanya jangan sampai berhenti berbuat kebaikan untuk sesama. Sebuah kaos yang inspiratif, tapi tulisan ini tidak membahas masalah kaos.

Inspirasi untuk terus berbuat kebajikan di saat-saat sekarang ini sangat penting untuk terus digelorakan dalam setiap diri kita. Adalah Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pacitan di dalamnya bergabung MDMC dan Lazismu dan didapati pula unsur relawan yang berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Aisyiyah, membagikan sedekah bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu sebagai upaya menolak bala atas musibah wabah COVID-19, yang dimulai sejak kemarin sampai hari ini Rabu (1/03/2020) untuk saudara-saudara kita yang rentan secara ekonomi akibat pendemik Covid-19 salah satunya tukang becak.

Ketua MDMC sebagai Koordinator MCCC Pacitan Agus Hadi Prabowo mengatakan, pilihan untuk membagikan bahan pokok itu dilakukan atas kebijakan terkait pembatasan jarak sosial (social distancing) yang akhirnya juga berdampak pula pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat cepat atau lambat (Rabu, 1/03/2020).

"Kami   yakin sedekah adalah salah satu cara untuk menolak bala atau musibah sebagaimana diajarkan dalam Islam, al-shadaqah tadfa’ul bala’ (sedekah itu meredam bencana), Semoga pandemi COVID-19 ini bisa segera berakhir ", katanya.

Relawan yang bergabung di MCCC Pacitan berasal dari Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, serta Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

"Upaya yang optimal terus menciptakan kondisi One Muhammadiyah One Respons (OMOR) dalam menghadapi bencana alam maupun non-alam seperti sekarang ini, bersinergi dan dengan lebih fokus untuk ikut mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 ini, sebagai upaya membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi krisis," kata Agus.

Untuk menghindari kerumunan warga, pembagian bahan pokok diantar langsung ke penerima, di antaranya ialah pengemudi ojek, tukang becak, dan warga tidak mampu yang ada di sekitaran kota Pacitan.

"Mereka kelompok masyarakat yang terdampak langsung dengan pembatasan sosial ini. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, saya harap komunitas donator lain melaksanakan hal yang sama, dan perlu diingat bahwa terdampak krisis akibat Covid-19 tidak hanya tukang becak dan ojek," kata Bambang Koordinator Aksi Bagi Sembako. Bambang juga berharap, "Terus tetap istiqomah berbuat untuk sesama, aksi bersama untuk sesama".

Pak Dikin, salah satu tukang becak yang mendapat paket bahan pokok tersebut mengaku senang karena dengan adanya wabah COVID-19 karena akhir-akhir ini pendapatan menurun drastis.
"Kemarin saya dari pagi standby sampai menjelang sore hanya dapat satu tarikan. Susah sekali sekarang. Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai," katanya.
#OjoLerenTumindakBecik
 [Frend]