Rabu, 01 April 2020

Ojo Leren Tumindak Becik


Pernah membaca tulisan “Ojo Leren Tumindak Becik” di sebuah kaos yang dipakai seseorang ? Sebuah kaos yang memberi motivasi bagi pemakai dan kita yang membacanya jangan sampai berhenti berbuat kebaikan untuk sesama. Sebuah kaos yang inspiratif, tapi tulisan ini tidak membahas masalah kaos.

Inspirasi untuk terus berbuat kebajikan di saat-saat sekarang ini sangat penting untuk terus digelorakan dalam setiap diri kita. Adalah Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pacitan di dalamnya bergabung MDMC dan Lazismu dan didapati pula unsur relawan yang berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Aisyiyah, membagikan sedekah bahan pokok kepada masyarakat kurang mampu sebagai upaya menolak bala atas musibah wabah COVID-19, yang dimulai sejak kemarin sampai hari ini Rabu (1/03/2020) untuk saudara-saudara kita yang rentan secara ekonomi akibat pendemik Covid-19 salah satunya tukang becak.

Ketua MDMC sebagai Koordinator MCCC Pacitan Agus Hadi Prabowo mengatakan, pilihan untuk membagikan bahan pokok itu dilakukan atas kebijakan terkait pembatasan jarak sosial (social distancing) yang akhirnya juga berdampak pula pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat cepat atau lambat (Rabu, 1/03/2020).

"Kami   yakin sedekah adalah salah satu cara untuk menolak bala atau musibah sebagaimana diajarkan dalam Islam, al-shadaqah tadfa’ul bala’ (sedekah itu meredam bencana), Semoga pandemi COVID-19 ini bisa segera berakhir ", katanya.

Relawan yang bergabung di MCCC Pacitan berasal dari Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, serta Pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

"Upaya yang optimal terus menciptakan kondisi One Muhammadiyah One Respons (OMOR) dalam menghadapi bencana alam maupun non-alam seperti sekarang ini, bersinergi dan dengan lebih fokus untuk ikut mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 ini, sebagai upaya membantu pemerintah dan masyarakat mengatasi krisis," kata Agus.

Untuk menghindari kerumunan warga, pembagian bahan pokok diantar langsung ke penerima, di antaranya ialah pengemudi ojek, tukang becak, dan warga tidak mampu yang ada di sekitaran kota Pacitan.

"Mereka kelompok masyarakat yang terdampak langsung dengan pembatasan sosial ini. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka, saya harap komunitas donator lain melaksanakan hal yang sama, dan perlu diingat bahwa terdampak krisis akibat Covid-19 tidak hanya tukang becak dan ojek," kata Bambang Koordinator Aksi Bagi Sembako. Bambang juga berharap, "Terus tetap istiqomah berbuat untuk sesama, aksi bersama untuk sesama".

Pak Dikin, salah satu tukang becak yang mendapat paket bahan pokok tersebut mengaku senang karena dengan adanya wabah COVID-19 karena akhir-akhir ini pendapatan menurun drastis.
"Kemarin saya dari pagi standby sampai menjelang sore hanya dapat satu tarikan. Susah sekali sekarang. Mudah-mudahan wabah ini cepat selesai," katanya.
#OjoLerenTumindakBecik
 [Frend]

0 komentar:

Posting Komentar