Rabu, 25 Maret 2020

MCCC Semprot Disinfektan Rumah Ibadah di Pacitan


Berawal di Masjid Kamsinah Saputran – Gerdon Pucangsewu Pacitan, Muhammadiyah Covid-19 Command Center Pacitan atau MCCC, menyelenggarakan kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah di Pacitan, Rabu (25/03/2020).  Kegiatan  ini diikuti  9 relawan yang terdiri dari Lazismu, MDMC, relawan Muhammadiyah dari ortom dan komunitas lain yang bergabung dari ORARI Lokal Pacitan.
Seakan kegiatan MCCC Pacitan ini mengambil hikmah binatang kecil – semut – dalam kisah Nabi Ibrahim saat akan dibakar oleh Raja Namrud, kisah ini menarik saat terjadi dialog antara seekor burung gagak dan semut pada saat semut kesulitan membawa secawan yang bersi air yang  dimaksudkan untuk membasahi kayu agar api tidak bisa membakar Nabi Ibrahim. Pada akhir kisah, sang semut akan menunjukkan di pihak mana dia berada, sang semut sadar siapa dirinya, tapi dengan cara yang optimal akan berusaha membantu meringankan beban pihak lain. 
Setelah dari Masjid Kamsinah Saputran, kegiatan Tim MCCC dilanjutkan ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), kemudian Gereja Katholik Santo Fransiskus Xaverius, kedua gereja ini berjarak sekitar 200-an meter.
Setelah istirahat sejenak, dilanjut ke Gereja GSJA ELIM Pacitan dan Gereja GPdI Gunung Kemuliaan keduanya bertetangga di Desa Arjowinangun. Perjalanan Tim MCCC Pacitan dilanjutkan ke Rumah Ibadah di Kanoman, kemudian Musholla Darussalam Tanjungsari dan Masjid Baitussalam Pojok Sidoharjo. Hari sebelumnya dilakukan penyemprotan di Masjid Muhajirin, Masjid Kedawung Mentoro juga Masjid kebanggaan masyarakat Pacitan yakni Masjid Agung Darul Falah.

Agus Hadi Prabowo  selaku ketua MCCC Pacitan atau Muhammadiyah Covid 19 Command Center, menjelaskan selain penyemprotan yang dilakukan adalah dialog dan tukar informasi bagaimana dan upaya menangkal dan mencegah datangnya Covid-19 ini yang lagi jadi bencana non-alam yang melanda Indonesia. Penyemprotan yang dilakukan bisa dilakukan mandiri oleh jemaat atau jemaah masing-masing tempat ibadah (gereja/masjid/musholla).
“Penyemprotan disinfektan hanyalah upaya kecil yang kami lakukan selanjutnya upaya menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan oleh setiap orang dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan, dan ini sangat mengena dan dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan oleh Tokoh Agama. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini untuk melawan dan menghambat laju dan sekaligus mematikan virus Corona mudah-mudahan bisa berdampak baik dan bermanfaat luas untuk masyarakat di Pacitan”, ungkap Agus.
Sementara itu, Romo Sabas dari Gereja Santo Fransiskus Xaferius  yang gerejanya dikunjungi mengatakan terima kasih. “Matur nuwun Pak Agus, sugeng makaryo Gusti Allah paring berkah”, demikian ucap Romo Sabas saat Tim MCCC berpamitan. 
Khusus penyemprotan disinfektan di gereja, Tim MCCC dikawal dan dipandu oleh Ibu Santi – Sekretaris Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Pacitan. “Salam tangguh. Tetap semangat dan terima kasih atas perhatian yang diberikan”, kata Bu Santi yang pembawaannya enerjik.
Demikianlah Muhammadiyah dalam berkegiatan sosial kemasyarakatan tidak membedakan suku, agama, ataupun keyakinan sebagai bagian dari upaya menebar kebaikan untuk negeri yang dilakukan Muhammadiyah. [ahp].

0 komentar:

Posting Komentar