One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Selasa, 31 Maret 2020

Dampak Sosial Corona, MCCC Salurkan Bantuan Sembako Senilai Rp 3 juta



Di tengah upaya yang massif pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19) di Pacitan, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pacitan bergerak cepat dengan semangat memberi untuk negeri memberikan bantuan sembako langsung untuk masyarakat kurang mampu ataupun yang terkena dampak secara ekonomi akibat pandemi COVID-19 dalam hal ini adalah tukang becak dan pengemudi ojek. Di saat himbauan pemerintah kelompok ini justru sepanjang hari di luar rumah, penuh dengan risiko terpapar Covid-19. Sebuah pilihan berat dan sulit, antara keluar rumah menyambung hidup yang juga tidak pasti, jika di rumah bagaimana untuk keberlangsungan ekonomi keluarga ? 



Bantuan yang merupakan bagian dari pengembangan penggalangan dana yang dilakukan oleh LAZISMU Pacitan ini diwujudkan dalam bentuk 50 paket dengan total senilai Rp 3 juta.

"Dalam pemberian bantuan tahap sekarang ini, setiap satu paket sembako yang akan dibagikan terdiri dari 2 Kg beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kaleng kornet. Kegiatan ini merupakan kontribusi kami yang nyata  untuk ikut serta meringankan beban masyarakat terdampak COVID-19," ungkap Minhatul Hani’ah – Pengurus Lazismu Pacitan (Selasa, 31/3/2020).

Kegiatan pembagian sembako gratis akan dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah di Pacitan terutama untuk warga masyarakat terdampak COVID-19 seperti warga yang tidak bisa bekerja optimal lagi karena terdampak pembatasan yang dilakukan karena wabah virus dan bencana non-alam ini, dalam pelaksanaannya MCCC tidak melakukan pengumpulan massa.

Dalam kesempatan terpisah – Agus Hadi Prabowo Ketua MDMC sebagai koordinator MCCC Pacitan, mengatakan bahwa kegiatan pembagian sembako ini adalah rintisan mitigasi sosial yang hendaknya menjadi pemikiran dan agenda dari pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, seluruh komponen merasakan langsung ataupun tidak langsung dari wabah covid-19 ini. Lebih lanjut Agus menyatakan, “Kegiatan MCCC hari ini semoga menjadi pemicu dan gerakan awal bagi kita semua untuk melaksanakan aksi bersama untuk sesama, saatnya kita menunjukkan untuk meningkatkan solidaritas sosial”.

"Kami pastikan bantuan ini bisa disalurkan dengan optimal dan bisa tepat sasaran untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegas Agus. Lokasi pembagian sembako dilaksanakan di depan terminal bis, Pasar Minulyo, Arjowinangun, sekitar RSUD, dan beberapa lokasi lain yang digunakan mangkal becak dan ojek.

Penyelenggaraan dan pelaksanaan pembagian sembako ini merupakan salah satu inisiatif dari MCCC Pacitan sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya kepada lingkungan dan masyarakat serta menindaklanjuti arahan pemerintah dalam melaksanakan physical distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. 



Sebelumnya, Relawan MCCC telah melakukan penyemprotan desinfektan dan sosialisasi hidup bersih dan sehat  dengan lokasi : 30 masjid/musholla/rumah ibadah, 22 gedung sekolah/ponpes, 32 rumah warga, 14 kantor swasta/pemerintah, dan 13 fasilitas umum dengan menghabiskan dana Rp. 9.955.000 yang berasal dari donatur. [frend]


Rabu, 25 Maret 2020

MCCC Semprot Disinfektan Rumah Ibadah di Pacitan


Berawal di Masjid Kamsinah Saputran – Gerdon Pucangsewu Pacitan, Muhammadiyah Covid-19 Command Center Pacitan atau MCCC, menyelenggarakan kegiatan penyemprotan disinfektan di rumah ibadah di Pacitan, Rabu (25/03/2020).  Kegiatan  ini diikuti  9 relawan yang terdiri dari Lazismu, MDMC, relawan Muhammadiyah dari ortom dan komunitas lain yang bergabung dari ORARI Lokal Pacitan.
Seakan kegiatan MCCC Pacitan ini mengambil hikmah binatang kecil – semut – dalam kisah Nabi Ibrahim saat akan dibakar oleh Raja Namrud, kisah ini menarik saat terjadi dialog antara seekor burung gagak dan semut pada saat semut kesulitan membawa secawan yang bersi air yang  dimaksudkan untuk membasahi kayu agar api tidak bisa membakar Nabi Ibrahim. Pada akhir kisah, sang semut akan menunjukkan di pihak mana dia berada, sang semut sadar siapa dirinya, tapi dengan cara yang optimal akan berusaha membantu meringankan beban pihak lain. 
Setelah dari Masjid Kamsinah Saputran, kegiatan Tim MCCC dilanjutkan ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), kemudian Gereja Katholik Santo Fransiskus Xaverius, kedua gereja ini berjarak sekitar 200-an meter.
Setelah istirahat sejenak, dilanjut ke Gereja GSJA ELIM Pacitan dan Gereja GPdI Gunung Kemuliaan keduanya bertetangga di Desa Arjowinangun. Perjalanan Tim MCCC Pacitan dilanjutkan ke Rumah Ibadah di Kanoman, kemudian Musholla Darussalam Tanjungsari dan Masjid Baitussalam Pojok Sidoharjo. Hari sebelumnya dilakukan penyemprotan di Masjid Muhajirin, Masjid Kedawung Mentoro juga Masjid kebanggaan masyarakat Pacitan yakni Masjid Agung Darul Falah.

Agus Hadi Prabowo  selaku ketua MCCC Pacitan atau Muhammadiyah Covid 19 Command Center, menjelaskan selain penyemprotan yang dilakukan adalah dialog dan tukar informasi bagaimana dan upaya menangkal dan mencegah datangnya Covid-19 ini yang lagi jadi bencana non-alam yang melanda Indonesia. Penyemprotan yang dilakukan bisa dilakukan mandiri oleh jemaat atau jemaah masing-masing tempat ibadah (gereja/masjid/musholla).
“Penyemprotan disinfektan hanyalah upaya kecil yang kami lakukan selanjutnya upaya menjaga dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan oleh setiap orang dengan penuh kesadaran dan kedisiplinan, dan ini sangat mengena dan dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan oleh Tokoh Agama. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini untuk melawan dan menghambat laju dan sekaligus mematikan virus Corona mudah-mudahan bisa berdampak baik dan bermanfaat luas untuk masyarakat di Pacitan”, ungkap Agus.
Sementara itu, Romo Sabas dari Gereja Santo Fransiskus Xaferius  yang gerejanya dikunjungi mengatakan terima kasih. “Matur nuwun Pak Agus, sugeng makaryo Gusti Allah paring berkah”, demikian ucap Romo Sabas saat Tim MCCC berpamitan. 
Khusus penyemprotan disinfektan di gereja, Tim MCCC dikawal dan dipandu oleh Ibu Santi – Sekretaris Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Pacitan. “Salam tangguh. Tetap semangat dan terima kasih atas perhatian yang diberikan”, kata Bu Santi yang pembawaannya enerjik.
Demikianlah Muhammadiyah dalam berkegiatan sosial kemasyarakatan tidak membedakan suku, agama, ataupun keyakinan sebagai bagian dari upaya menebar kebaikan untuk negeri yang dilakukan Muhammadiyah. [ahp].

Senin, 23 Maret 2020

Cegah Covid-19, MCCC Pacitan Semprot Disinfektan di 7 Tempat

Di tengah upaya pencegahan merebaknya wabah virus corona (covid-19) di masyarakat. Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Pacitan bergerak cepat dengan melakukan aksi penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah tempat fasilitas umum dan masjid pada hari Senin (23/03/2020).


Langkah MCCC yang anggotanya merupakan gabungan elemen Angkatan Muda Muhammadiyah dan Organisasi Otonom Muhammadiyah Pacitan di bawah koordinasi MDMC dan Lazismu tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah,  disamping adanya Maklumat Pimpinan PusatMuhammadiyah Nomor : 02/MLM/I.0/H/2020 Tentang Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan pada Maklumat dinyatakan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19, dan ini diikuti oleh Pimpinan Muhammadiyah pada tingkatan di bawahnya tidak terkecuali Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan.

“Pada hari ini, Senin (23/3/2020) kami telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di 7 tempat-tempat umum antara lain di Masjid Agung Darul Falah Pacitan, Kantor Kementerian Agama, SD Negeri Menadi, TK Sumbeharjo, SMA Muhammadiyah, MI Muhammadiyah Baleharjo dan TK ABA Pacitan. Dan itu akan berlangsung selama beberapa hari kedepan, sesuai dengan kebutuhan,” tutur Ketua MDMC yang juga Koordinator MCCC Pacitan, Agus Hadi Prabowo.

Meski begitu Agus menyebut,  masa waktu penyemprotan cairan disinfektan ini akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan situasi penyebaran wabah virus covid-19 yang saat ini telah ditetapkan BNPB sebagai bencana nasional non alam.

Disamping penyemprotan cairan disinfektan, MCCC kata Agus juga terus melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19. Dengan membekali relawan-relawan yang tangguh yang selalu siap dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan covid-19 di Pacitan. “MDMC memiliki beberapa relawan masalah kebencanaan non alam ini, yang dilatih berkelanjutan oleh BPBD maupun Dinas Kesehatan,” kata Agus menambahkan.


“Pada upaya pencegahan covid-19 ini, MCCC telah memiliki standar operasional prosedurnya. Dan kita juga hadir dan siap membantu instansi terkait dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 di gugus tugas Kabupaten Pacitan sesuai dengan misi dakwah Muhammadiyah,” penjelasan Agus mengakhiri pembicaraan melalui telepon.(frend)

Kiriman Kontributor : Frendirga Aman Sentosa


Sabtu, 21 Maret 2020

Dipimpin dr Corona, Muhammadiyah Covid-19 Command Center Berupaya Bantu Pemerintah Lakukan Penanggulangan

Selain membentuk tim Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang diketuai oleh dr Corona Rintawan, Persyarikatan Muhammadiyah juga menyatakan siap bekerja habis-habisan untuk melawan wabah Corona (Covid-19) dengan memaksimalkan semua jaringan yang ada dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hingga organisasi otonomnya. Dalam Konferensi Pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Selasa (10/3) dr. Corona Rintawan berharap dibentuknya MCCC dapat membantu pemerintah mengatasi wabah dengan penanggulangan yang rapi dan terstruktur. "MCCC menjadi pusat komando. Konsepnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal. Semua AUM akan melakukan gerakan masif terintegrasi sehingga isolasi wabah ini bisa terstruktur," tutur Corona. Muhammadiyah juga menyediakan 20 Rumah Sakit terbaiknya di pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera yang telah meraih akreditasi Paripurna (Bintang Lima) sebagai rumah sakit rujukan pasien terduga Covid-19. 20 rumah sakit tersebut dinyatakan sudah siap secara prosedur baik penanganan, dekontaminasi hingga skenario kontigensi. Muhammadiyah juga menyiapsiagakan sekira 30.000 AUM yang dimiliki untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai Covid-19 beserta cara pencegahannya. Corona Rintawan menyebut MCCC memiliki dua program berupa Safari (Sadar Faktor Resiko) dan Gemes (Gerakan Memberi Masker).Safari (Sadar Faktor Resiko) Covid -19 adalah program pemberdayaan masyarakat untuk paham dan sadar apakah dirinya merupan kelompok resiko atau tidak. Jika kita mendorong masyarakat untuk paham dan sadar maka jelas ini akan mempermudah tugas pemerintah dalam melakukan tracking kelompok risiko. Selain kesadaran tsb diharpkan juga mampu mendorong orang- orang proaktif melakukan karantina mandiri. Sementara GEMES (Gerakan Memberi Masker) Covid-19 merupakan gerakan yang mendorong masyarakat memberikan masker kepada orang-orang yang sakit flu. Dengan gerakan ini akan mengubah kecendrungan egoisme dalam masyarakat menjadi kecenderungan utk berbagi dan bersedekah. Dan sasaran yg paling efektif dlm menggunakan masker adalah yg sakit bukan yang sehat. Selain itu Muhammadiyah juga mengoptimalkan peran takmir masjid/musholla dalam pencegahan di masjid/musholla melalui jamaah. Beberapa edukasi untuk jamaah adalah dengan membiasakan membawa sajadah sendiri – sendiri, meyempurnakan cuci tangan sesuai dengan prosedur selain menyempurnakan wudhu, dan menyarankan jamaah yang sakit tidak berjamaah ke masjid dahulu.(Afn)

Sumber :
http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-18597-detail-dipimpin-dr-corona-muhammadiyah-covid19-command-center-berupaya-bantu-pemerintah-lakukan-penanggulangan.html

Dr. Corona vs. coronavirus: Muhammadiyah special center fighting COVID-19 in Indonesia



Indonesia’s second-largest Islamic organization has officially entered the national battle against the coronavirus by establishing the Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) and putting an aptly named physician, Corona Rintawan, in charge.
The organization has dedicated all of its facilities and wings under the Muhammadiyah Philanthropic Initiative (AUM) to help the government fight the spread of the COVID-19 coronavirus.
"All of the AUM [outlets] will move massively and in an integrated way to provide strategic mitigation against the spread of the virus,” MCCC head Corona told a press conference at the Muhammadiyah Dakwah Center in Jakarta, as quoted by the organization’s official website, muhammadiyah.or.id, on Tuesday.
Muhammadiyah has designated 20 top-tier hospitals on Java and Sumatra and in Kalimantan for the coronavirus fight. These hospitals are now listed as government referral centers for COVID-19 cases.
Muhammadiyah said the 20 hospitals are ready to apply standard procedures to handle cases, as well as conduct decontamination and contingency actions.
The Islamic organization also prepared about 30,000 AUM outlets to disseminate information on COVID-19 and its prevention.
Corona, a physician himself, said that MCCC has two dedicated programs for the COVID-19 battle: “Safari”, which is about raising the awareness of risk factors, and, “Gemes”, which involves donating face masks.
The Safari program encourages people to educate themselves about COVID-19, so they are aware of any risks from the disease. The program also suggests people self-quarantine whenever necessary.
Meanwhile, the Gemes program encourages people to help others by giving face masks to those with the flu. The program raises the awareness of the importance of helping others and eradicating selfish acts.
Muhammadiyah also optimizes the role of takmir (mosque management) in educating the congregation by encouraging them to bring their own sajadah (praying mats) to mosques to prevent infection, conduct ablution thoroughly and pray at home if they are sick. (gis)

Sumber :
 https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/11/dr-corona-vs-coronavirus-muhammadiyah-special-center-fighting-covid-19-in-indonesia.html

Muhammadiyah Keluarkan 6 Maklumat Terkait Wabah Virus Corona

Meluasnya penyebaran virus corona yang begitu cepat di Indonesia, membuat Muhammadiyah mengambil sikap tegas. Pihaknya menyampaikan enam poin maklumat sebagai berikut: 
Kegiatan-kegiatan di seluruh lingkungan Muhammadiyah yang melibatkan massa atau jumlah orang yang banyak seperti pengajian, seminar, pertemuan, dan kegiatan sosial agar ditunda pelaksanaannya atau diselenggarakan dengan cara lain yang bersifat terbatas dan atau menggunakan teknologi informasi. 

  1. Kegiatan-kegiatan ibadah seperti salat berjamaah dan salat Jumat di masjid tetap dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 
  2. Bagi yang sakit disarankan untuk beribadah di rumah Apabila dipandang darurat, pelaksanaan salat jumat dapat diganti dengan salat zuhur di rumah dan pelaksanaan salat berjamaah dapat dilakukan di rumah. 
  3. Kegiatan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah yang dikoordinasikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan. 
  4. Amal Usaha dan kesehatan agar mempersiapkan penanganan Covid-19 diselaraskan dengan protokol Kementerian Kesehatan dalam koordinasi Majelis Pembina Kesehatan Umum yang bersinergi dengan majelis, lembaga, organisasi otonom, dan amal usaha lain. 
  5. Pimpinan pusat Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Warga Muhammadiyah agar meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan serta mengikut protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah. 
  6. Warga Muhammadiyah hendaknya membatasi berpergian ke tempat dan kegiatan yang berisiko penularan Covid-19. 


Sumber :
https://www.minews.id/headline/muhammadiyah-keluarkan-6-maklumat-terkait-wabah-virus-corona

Minggu, 15 Maret 2020

Kepala BNPB: Percepatan Penanganan Covid-19 Berbasis Komunitas



Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, menyampaikan bahwa percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berbasis komunitas dengan tujuan melindungi warga yang masih sehat agar tidak tertular penyakit dan semaksimal mungkin menyembuhkan yang telah sakit. 

“Ini sesuai dengan petunjuk Presiden Joko Widodo yaitu menyembuhkan warga yang sakit dan melindungi warga yang sehat,” ujar Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (14/3). 

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid Achmad Yurianto untuk penggunaan strategi yang berbasis komunitas, yaitu terfokus kepada warga masyarakat yang sehat. 

“Strategi pendekatan komunitas ini berbicara mengenai orang yang sehat. Percepatan penanganan Covid-19 menjaga yang sehat sepaya tidak sakit. Strategi menjaga orang yang sehat tidak sakit dengan memutus penularan,” ucap Yuri. 

Selain itu, Doni menyampaikan bahwa gubernur dan bupati/wali kota membentuk Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Daerah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

“Gubernur dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Pangdam/Danrem, Kapolda, Kadiskes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentaheliks),” kata Doni. Bupati/Wali kota dalam pelaksanaan tugasnya, menurut Doni, akan dibantu oleh Dandim, Kapolres, Kadiskes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentaheliks). 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa secara teknis penanganan penyakit, jajaran sektor kesehatan baik dari Pemerintah maupun para pihak dari BUMN, sektor lembaga usaha swasta, IDI, lembaga non pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset akan terlibat secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan, percepatan deteksi dan respons.

“Aksi nyata yang dilakukan adalah memperbanyak tempat pengetesan Covid-19, memperbanyak tool-kits_ untuk tes secara cepat, memperbanyak tenaga medis dengan mengundang dan melibatkan semua pihak termasuk para mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dokter dokter dari IDI, serta relawan medis lainnya,” ujarnya. 

Para tenaga medis tersebut, lanjut Doni, juga ada yang akan membantu memberikan penjelasan tentang seluk beluk penanganan virus Covid-19 sehingga masyarakat dengan mudah mendapat penjelasan yang benar dan akurat di samping juga bisa mendapatkan informasi dari website dan call center yang akan terus kami perkuat kemampuannya. 

Pelibatan masyarakat, menurut Doni, memegang peranan yang sangat penting. “Masyarakat menjadi subjek untuk berperan aktif dalam pencegahan dan deteksi dini dengan cara meningkatkan imunitas diri dengan melaksanakan gerakan masyarakat sehat, melakukan upaya pengurangan kontak fisik, memberikan informasi jika merasakan gejala atau memiliki riwayat mengunjungi negara yang terjangkit Covid-19, melakukan karantina diri dengan mengacu protokol dari kementerian kesehatan,” imbuhnya. 

“Meningkatkan semangat gotong royong saling membantu seperti berbagi masker kepada para warga yang menunjukkan gejala seperti flu (batuk, pilek, bersin dan panas), berbagi makanan kepada masyarakat yang kurang sejahtera agar imunitas diri mereka meningkat,” tambah Kepala BNPB. Bantuan tersebut, lanjut Doni, pada dasarnya tidak hanya bermanfaat bagi mereka yang dibantu tetapi juga bagi semua yang membantu karena telah mengurangi risiko terjadinya penularan yang lebih luas. Dalam percepatan penanganan, Gugus Tugas akan mengikuti protokol WHO yaitu:

1. Melakukan koordinasi di tingkat nasional dan daerah; 
2. Menyampaikan informasi yang benar dan tepat terkait risiko penularan dan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat; 
3. Melaksanakan surveillance untuk melakukan pelacakan kasus; 
4. Melaksanakan tindakan yang tepat dan sesuai di pintu-pintu masuk dan keluar negara Indonesia; 
5. Membentuk tim reaksi cepat; 
6. Memperkuat sistem laboratorium; 
7. Melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap infeksi baru; 
8. Melaksanakan tatalaksana kasus dan keberlanjutan pelayanan penting kepada korban/kasus; dan 
9. Menyediakan kebutuhan logistik, material dan fasilitas kesehatan. 
(Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB/EN)


Sumber: https://setkab.go.id/kepala-bnpb-percepatan-penanganan-covid-19-berbasis-komunitas/

Sabtu, 14 Maret 2020

Belum ditemukan, Pencarian Korban Laka Laut masih Berlanjut


Memasuki hari kedua pencarian, korban laka laut pantai Watu Karung masih belum ditemukan.
Sebagaimana diberitakan kemarin terjadi laka laut di Pantai Watu karung yang menimpa 3 orang nelayan setempat atas nama Ashari, Slamet dan Yakub. Ketiga nelayan tersebut sedianya akan menjaring ikan dilaut. Naas menimpa, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak besar yang mengakibatkan perahu mereka pecah. Dua orang nelayan berhasil menyelamatkan diri sementara nelayan atas nama Yakub sampai kabar ini diturunkan belum berhasil ditemukan.
 Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas yang dibantu elemen relawan seperti MDMC, PMI, SAR MTA, BAGANA, RAPI dan PSCI dibantu oleh masyarakat dan PolPP terus berlanjut sampai hari ini. Sebagaimana keterangan yang kami peroleh dari Azalia relawan MDMC bahwa pencarian hari ini untuk sementara waktu dihentikan karena cuaca yang tidak memungkinkan. Rencananya pencarian ini akan terus dilakukan sampai beberapa hari kedepan. (BeP)

Sumber :
https://www.pacitansatu.com/2020/03/belum-ditemukan-pencarian-korban-laka.html

Selasa, 03 Maret 2020

Rumah Ambruk akibat Hujan di Pacitan


PWMU.CO – Hujan deras yang turun sejak siang sampai sore, Senin (2/3/2020) mengakibatkan longsor yang menimpa puluhan rumah di beberapa desa di Kecamatan Nawangan dan Bandar, Kabupaten Pacitan.
Berdasar data yang dihimpun oleh relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan, sampai berita ini ditulis, rumah yang tertimpa longsor antara lain milik Jumiran, Warga RT 02 RW 1, Dusun Ngrejo Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar.
Selain itu, longsor juga merusak rumah Nyamin (47), yang tinggal di RT 02 RW 01 Dusun Krajan, Desa Nawangan, Kecamaan Nawangan.
 Kerusakan parah menimpa rumah Sayem, yang berada di RT 01 RW18, Dusun Ngagik Desa Bandar, Kecamatan Bandar. Rumah ambruk rata dengan tanah.
Menurut Martono, warga Dusun Ngagik, hujan yang deras sejak siang yang menyebabkan tebing tinggi di samping rumah Mbah Sayem tersebut longsor. “Iya karena hujannya memang sangat lebat dan lama,” kata tetangga Mbah Sayem ini.
Selain di Desa Bandar, rumah terdampak longsor juga terdapat di Desa Tumpuk. Di desa ini ada empat rumah yang terdampak cukup parah. 
Sekretaris Kecamatan Bandar, Pontjo Sri Harijoko, ketika dikonfirmasi oleh PWMU.CO, membenarkan adanya kerusakan pada rumah warga akibat longsor tersebut. “Betul, rumah dari warga kami ada yang terkena longsor,” ujarnya.
Ketua MDMC Pacitan Agus Hadi Prabowo yang memantau informasi bencana sejak siang kemarin, melakukan koordinasi validitas data dan pengiriman bantuan bersama Lazismu dan Pengurus Muhammadiyah setempat.
“Mari kita tindaklanjuti data korban yang sudah masuk di MDMC,” imbau Agus.

MDMC cukup disibukkan dengan berbagai data yang masuk, karena tidak semuanya valid. Selain itu, hujan lebat kemarin juga menyebabkan banjir di hulu sungai Grindulu. Beberapa warga yang melihat kemudian merekam dan menyebarkan. 
 Uniknya, kemudian video yang beredar bercampur dengan video bencana tahun 2017. Sehingga banyak warga yang resah dan panik melihat berbagai informasi yang masuk.
“Mestinya ada satu pintu informasi yang menjadi rujukan warga, sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi yang membingungkan,” kata Agus. (*)


Sumber : 
https://pwmu.co/135454/03/03/rumah-ambruk-akibat-hujan-di-pacitan/

Senin, 02 Maret 2020

Tingkatkan Potensi SAR, Relawan MDMC Ikuti Pelatihan BPBD


Sebanyak 150 orang relawan Search And Rescue (SAR) gabungan dari berbagai unsur dan komunitas relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pacitan mengikuti Pelatihan Kedaruratan Bencana  Dengan Basarnas Pos SAR Trenggalek  yang diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Pacitan. Kegiatan dilaksanakan dua hari tanggal 29 Pebruari – 1 Maret 2020 dengan lokasi pelatihan di Dermaga Pelabuhan Teleng dan Wisma Atlet Pacitan.


“Relawan SAR Gabungan tersebut merupakan bagian dari SAR dari :  MDMC, ORARI, Rapi, SAR MTA, dan kelompok/komunitas relawan lain.” kata Koordinator kegiatan dari MDMC Pacitan Nur Rodli (Sabtu, 29/2/2020).


Nur Rodli menjelaskan tujuan diadakannya pelatihan ini adalah guna membekali potensi SAR kemampuan teknik pencarian, pertolongan dan evakuasi korban baik di air, gunung maupun di hutan. Relawan MDMC dalam kegiatan ini menyertakan 9 orang relawannya (dari unsur AMM, dan PCM), masuk dalam kelas Water Rescue, Vertical Rescue dan PPGD/Kesehatan.

“Dengan pelatihan seperti ini peserta nantinya dapat menangani musibah kebencanaan secara cepat dan tepat di lokasi musibah,” imbuh Nur Rodli yang sehari-hari sebagai Kepala MI Muhammadiyah Sooko Punung.

Materi yang diberikan kepada peserta pelatihan disusun berdasarkan jenis kelas dan pemenuhan kebutuhan peningkatan kapasitas SAR. Materi tersebut antara lain dasar-dasar water rescue, vertical rescue, juga pengantar Medical First Responder, Perawatan Darurat, dan Fraktur.

“Adapun untuk materi water rescue peserta dipraktekkan penggunaan pelampung dan teknik penyelamatan di laut, vertical rescue disimulasikan penyelematan dari ketinggian dengan teknik tali-temali, dengan penjelasan standar operasional prosedur yang memang harus ditaati oleh seluruh peserta,” jelas Nur Rodli.

 

 “Setelah selesai kegiatan ini, kami berharap MDMC khususnya dan BPBD sebagai lermbaga pemerintahan untuk terus berusaha meningkatkan kapasitas relawan kedaruratan dan kebencanaan, dengan memperhatikan bahwa daerah Kabupaten Pacitan adalah daerah rawan bencana,” tambahnya. (ahp)