One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Senin, 21 Desember 2020

Hujan Turun Saat Merehab Rumah

Sesuai dengan rencana pada hari Ahad (20/12/2020) sekira pukul 07:30 WIB dimulailah rehab rumah Bu Tuminah RT 01 RW 07 Dusun Sriten Desa Gembuk Kec. Kebonagung. Kegiatan ini sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Desa Gembuk, tokoh masyarakat dan warga sekitar terkait dengan kegiatan rehabilitasi rumah yang terbakar tanggal 15 November 2020 adalah bagian dari kegiatan respon MDMC-Lazismu Pacitan pada tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi (TDRR) atas bencana tanah longsor.


Sebagaimana laporan yang di-rilis sebelumnya kegiatan tanggap darurat yang dilakukan oleh MDMC-Lazismu bersama Relawan Muhammadiyah sejak tanggal 17 November 2020 atas bencana tanah longsor di Desa Gembuk antara lain : membersikan material tanah longsor yang menutup akses jalan desa, menyiapkan lahan hunian, mendirikan dapur umum, juga pemberian paket sembako kepada warga yang terdampak. Sedangkan rehab rumah yang dilakukan ini adalah bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi dari MDMC-Lazismu.

Biarpun “debatable” dikenal adanya siklus penanggulangan bencana yang terdiri dari empat bagian (kwadran) dalam sebuah bagan lingkaran yaitu : kwadran mitigasi, kesiap-siagaan, tanggap darurat (karena ada bencana) dan rehabilitasi/rekonstruksi. Alhamdulillah, MDMC-Lazismu dan Relawan Muhammadiyah hadir di masa tanggap darurat dan rehabilitasi/rekonstruksi atas bencana tanah longsor ini. Biarpun obyek rehab rumah sebagai bagian rehabilitasi ini bukan dari akibat dari adanya tanah longsor.

Memang agak unik kejadian rumah terbakar milik Bu Tuminah – RT 01 RW 07 Dusun Sriten Desa Gembuk ini. Pada tanggal 15 November 2020 sejak pagi/siang hujan dengan intensitas tinggi. Bu Tuminah ini tinggal sendirian di rumahnya, karena suasana “mencekam” kawatir akan terjadinya sesuatu maka Bu Tuminah “mengungsi” ke rumah familinya masih dalam satu RT. Tapi Bu Tuminah lupa tidak memadamkan bara-api di dapur secara sempurna, maka terbakarlah dapur tersebut, dan api sempat merembet ke atap dan dinding rumah induk, biarpun saat itu terjadi hujan deras. Dapur oleh warga masyarakat dirobohkan karena terbakar total sedangkan atap dan sebagian dinding inilah yang direbab agar bisa ditempati lagi dengan layak. Uniknya, pada hari/malam itu, di Desa Gembuk ada tanah longsor dengan beberapa rumah hancur dan puluhan rumah warga terdampak ada juga rumah yang terbakar.

Pelaksanaan rehab dipimpin oleh Ketua RT 01 RW 07 Dusun Sriten – Bapak Wibi Cahyono – hadir tidak kurang dari 40 warga dan relawan MDMC-Lazismu juga Tim BPBD Pacitan. Selama pelaksanaan rehab terjadi hujan deras yang sedikit menghambat pekerjaan rehab atap dan dinding. Kurang dari 30 menit hujan berhenti dan dilanjutkan kembali sampai selesai, diselingi dengan makan siang bersama. Untuk makan siang sepenuhnya didukung oleh DU MDMC-Lazismu yang ada di MTs Muhammadiyah Gembuk. Kemudian dilanjutkan lagi setelah sholat dhuhur berjamaah.

Menurut penuturan Pak Wibi Cahyono – Ketua RT – masyarakatnya menunggu-nunggu perhatian dari pemerintah terkait rumah Bu Tuminah ini – hampir satu bulan – Alhamdulillah MDMC-Lazismu bergerak untuk membantu dan mengusahakan sepenuhnya rehabilitasi rumah Bu Tuminah ini sehingga layak untuk ditempati.

Proses pengerjaan rehab rumah, seluruh warga dan relawan yang hadir berusaha keras menerapkan protokol kesehatan, karena memang saat ini kita semua masih dalam suasana pandemik COVID-19. Bermula dibagikanlah masker dan dorongan/motivasi untuk senantiasa memakainya dengan benar.

Laporan kegiatan rehabilitasi rumah yang terbakar ini adalah sebagai berikut :










Sabtu, 19 Desember 2020

Mimpi Relawan Muhammadiyah Pacitan

Penghujung Tahun 2020 ini Relawan Muhammadiyah dalam percakapan dan diskusi di grup WA “MDMC Pacitan” mempunyai harapan dan mimpi yang hendak diwujudkan sebagai warga masyarakat biasa juga sebagai Relawan Muhammadiyah di tahun 2021. Suatu harapan dan mimpi yang tidak berlebihan biarpun menyangkut pihak lain dan mimpi ini sifatnya normatif. Sesuatu hal yang wajar dan tidak berlebihan.

Tulisan ini merangkum mimpi, harapan dan kegelisahan dari Relawan Muhammadiyah di tahun 2021, setidaknya mencakup 2 hal yaitu : harapan akan kepemimpinan Bupati/Wakil Pacitan yang baru hasil Pilkada 9 Desember 2020 yang lalu, dan harapan/mimpi mengenai bagaimana mewujudkan sebuah kendaraan operasional serba guna dalam masa tanggap darurat, hal ini terinspirasi ketika melaksanakan kegiatan TDRR bencana tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung sejak tanggal 16 November 2020 sampai dengan tulisan ini dibuat. Setidaknya ada dua mimpi yang bisa dirangkum, yaitu :

Mimpi Pertama

Warga masyarakat di Kabupaten Pacitan tanggal 9 Desember 2020 yang lalu mengikuti proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan tidak terkecuali Relawan Muhammadiyah, baik sebagai petugas/panitia ataupun sebagai pemilih. Singkat cerita, sesuai dengan Keputusan KPU Kab. Pacitan pasangan Indrata Nur Bayu Aji - Gagarin ditetapkan sebagai Calon Bupati/Wakil Bupati Pacitan terpilih.

Di media sosial masyarakat sudah mengharapkan adanya kinerja lebih baik dari Bupati/Wakil Bupati yang baru, atau setidaknya dapat melaksanakan semua program kerja, visi dan missinya juga janji-janji politiknya di masa pencalonan dan kampanye. Dilantik saja belum nampaknya masyarakat tidak sabar ingin segera menikmati kinerja Bupati/Wakil Bupati yang terpilih.

Harapan kinerja pemerintah lebih baik dan dinamis ini juga diharapkan oleh segenap Relawan Muhammadiyah Pacitan sebagaimana diskusi yang “gayeng“ dan konstruktif di sebuah grup WA “MDMC Pacitan” tentu saja fokus adalah isu-isu strategis pengelolaan dan manajemen pembangunan yang memperhitungkan masalah “kebencanaan” dan lingkungan hidup yang sebaiknya disinkronkan dengan visi-missi dan program kerja Bupati/Wakil Bupati terpilih, sebagai upaya bersama dalam rangka pengurangan risiko bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam. Isu ini mengemuka karena masalah-masalah pengurangan risiko bencana merupakan “pekerjaan mulia”, pekerjaan dan kegiatan dari segenap Relawan Muhammadiyah.

Mas Aji (Indrata Nur Bayu Aji) Calon Bupati Pacitan terpilih menyapa 
Relawan Muhammadiyah di Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Beberapa kutipan harapan dan mimpi yang di”gantungkan” kepada Bupati/Wakil Bupati Pacitan yang baru, sebagaimana ditulis oleh @Catur pada hari Jum’at tanggal 12 Desember 2020 pukul 08:31 menuliskan “Titip-Mimpi” sebagai berikut :

1.  Lebih peka terhadap pencegahan dan penanggulangan bencana di Pacitan yang dibuktikan dengan penganggaran yang cukup, respon yang cepat, program yang terukur dan terstruktur;

2.  Mendorong agar Kabupaten Pacitan memiliki data valid by name by adress relawan kebencanaan beserta skill khusus yang dimiliki;

3.  Silaturahim rutin (1-3 bulan sekali) antar relawan kebencanaan bersama Bupati Pacitan dengan tajuk “JAPANAN – Jagong Pacitan Aman Bencana)”

Mimpi @Catur ini di-amin-i dan didukung oleh @Aris seorang Relawan Muhammadiyah asal Pacitan yang pernah bertugas sebagai relawan di wilayah bencana di Indonesia (Lombok, Jabodetabek, Palu dan Merapi). Pendapat @Catur ini juga didukung oleh @Isa_Ansori, Ketua Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah) Pacitan.

Mimpi dan harapan lain disampaikan oleh @Bambang _el-Pacitano yang menulis pada pukul 09:05 WIB, menulis sebagai berikut :

Titip :

Penekanan pak Bupati kepada semua Desa untuk membentuk Tim Siaga Bencana mandiri dan setiap desa benar-benar menganggarkan dana kebencanaan dari dana desa (selama ini desa menganggap dana kebencanaan HANYA dipake pada waktu kena bencana).

Tulisan @Bambang ini jikalau memang benar perlu menjadi perhatian kita bersama sebagai anggota masyarakat, karena dalam siklus kebencanaan yang menjadi perhatian kita tidak hanya “saat terjadi bencana sampai rehabilitasi dan rekonstruksi”, tetapi kwadran siklus kebencanaan lain yakni “mitigasi” dalam hal ini arah dan kebijakan pembangunan infrastruktur yang berpihak pada “pengurangan risiko bencana” juga masalah-masalah menyiapkan piranti komunitas desa yang mengarah pada kesiap-siagaan dan tangguh menghadapi bencana. Wallahu 'alam bis showab.

Mimpi kedua,

Kondisi geografis Kabupaten Pacitan adalah daerah pegunungan, terkait ancaman kebencanaan daerah Pacitan bisa saja terjadi gempa bumi, tsunami, tanah longsor dan banjir. Bencana banjir dan tanah longsor (tahun 2017/2018 dan 2020) memberikan pelajaran kepada Relawan Muhammadiyah untuk memiliki sebuah mobil SAR (search and rescue) berjenis : penggerak empat roda (four wheel drive). Waktu bencana banjir/longsor di tahun 2018 pernah dipinjami oleh PWM Jatim namun kemudian ditarik kembali ke PWM Jatim setelah diperbaiki dengan biaya puluhan juta rupiah.

Mobil SAR seperti ini yang di-mimpi-kan

Di saat seru-serunya dan semangat respon bencana tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung, beberapa relawan Muhammadiyah menyampaikan mimpinya, “kapan ya kita memiliki kendaraan SAR ?”  Tulisan di grup WA ini, langsung direspon beberapa anggota grup dan juga direspon oleh @Isa_Anshori selaku Ketua Lazismu dengan membuat postingan penggalangan dana untuk pengadaan mobil SAR dan di-share di beberapa grup WA. Postingan tersebut adalah :

Penggalangan Dana Pengadaan Mobil SAR MDMC Pacitan

Assalamu’alaikum  wr wb.

Bapak/Ibu/Sdr. yang kami hormati, kebutuhan mobil operasional kebencanaan sangat penting dan mendesak, mengingat MDMC Pacitan, hampir tiap saat harus berjibaku mencegah dan menangani bencana. Untuk itu Lazismu memulai penggalangan dana, selama satu tahun ke depan.

Postingan @Isa_Anshori ini telah mendapat respon dari berbagai kalangan tidak hanya dari warga/simpatisan Muhammadiyah tapi juga dari warganet yang lain baik transfer atau tunai melalui bendahara Lazismu, misalnya @Agus_Hidayat menyumbang Rp. 222.222,00, @Hamzah mendonasikan Rp. 333.333,00, dan lain-lain donatur, sampai saat tulisan ini dibuat (19/12/2020) sudah terkumpul dana Rp. 11.525.555,00 sejak respon mimpi @Isa_Anshori ini muncul hari Kamis tanggal 10 Desember 2020 pukul 22:08 WIB.

Perlu diketahui pula bahwa MDMC/Lazismu dalam operasional kegiatan sudah ada dua minibus grandmax dan satu ambulan medis. Tapi itulah  masih memimpikan memiliki mobil operasional SAR yang tangguh di segala medan Pacitan yang berat dan ekstrim.

Akhirul kalam,

Sangat berat memang, mimpi-mimpi ini untuk diwujudkan namun dengan semangat dan ketangguhan Relawan Muhammadiyah tidak diragukan lagi. Berbekal ikhlas untuk kemanusiaan, aksi bersama untuk sesama, memberi untuk negeri, kepercayaan dan amanah, insya Alloh dapat terwujud.

Mengutip kata-kata bijak : Ingatlah impianmu dan perjuangkanlah, untuk itu harus tahu apa yang kami inginkan dari kehidupan. Hanya ada satu hal yang membuat impianmu menjadi mustahil : ketakutan akan kegagalan.

Selamat berjuang dengan kesungguhan untuk mewujudkan mimpi-mimpi mengabdi dan memberi untuk negeri,

#WabahBelumBerakhir
#MuhammadiyahTangguhBencana
#BencanaUrusanBersama
#MemberiUntukNegeri



Foto mobil dari : https://www.suaramuhammadiyah.id/2019/01/03/ mdmc-kirim-bantuan-tanggap-darurat-banjir-labuan-dan-longsor-sukabumi/


Penulis : Agus Hadi Prabowo - Ketua MDMC Pacitan

 

Jumat, 18 Desember 2020

Kegiatan Rehabilitasi Rumah Warga Yang Terbakar

Sebagia bagian respon MDMC-Lazismu atas bencana tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung, berikut disampaikan hal-hal terkait kegiatan rehabilitasi sebuah rumah milik mBah Tuminah yang beralamat di RT 01 RW 07 Dusun Sriten Desa Gembuk Kec. Kebonagung yang terbakar pada tanggal 15 November 2020 yang lalu. Kejadian ini agak unik, karena terjadi pada saat hujan deras dan di dusun lain yakni di Dusun Ngelo terjadi tanah longsor yang mengakibatkan beberapa rumah hancur terkena material longsor.

Rumah mBah Tuminah usai terbakar

Relawan Muhammadiyah pada tanggal 17 November 2020 sudah mengadakan asesmen ke lokasi terkait dengan kerusakan atas terjadinya kebakaran tersebut, dan tanggal 20 November 2020  kembali lagi mengadakan kunjungan ke mBah Tuminah dengan membawa beberapa paket bahan sembako. Seiring dengan kesibukan para pihak - termasuk di dalamnya MDMC-Lazismu konsentrasi pada kegiatan TDRR tanah longsor - sementara rumah yang terbakar ini sedikit terabaikan. Untuk kegiatan RR rumah terdampak tanah longsor sudah mendapat kejelasan dari dana APBD Provinsi/Kabupaten, sedangkan rumah yang terbakar tidak jelas penanganannya. Tanggal 10 Desember 2020 dilakukanlah asesmen sekali lagi untuk meghitung kebutuhan dari kegiatan rehabilitasi rumah yang terbakar tersebut.

Semua bahan sudah siap, tingggal menunggu untuk dikerjakan. Sesuai dengan kesepakatan sementara yang mengerjakan adalah warga lingkungan RT 01 RW 07 Dusun Sriten Desa Gembuk, sedangkan MDMC-Lazismu Pacitan menyediakan bahan dan alat untuk rehabilitasi rumah tersebut.
Berkiut rilis laporan kegiatan :










 

Jumat, 11 Desember 2020

Bupati Lumajang Puji Pelayanan Posko Pengungsi Semeru MDMC

Sejak letusan pertama pada Sabtu (5/12), kondisi Gunung Semeru terpantau masih belum stabil. Karenanya, LazisMu bersama MDMC Lumajang buka posko layanan yang berlokasi di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, kecamatan Candi Puro, Lumajang.

Dalam rilis yang diterima muhammadiyah.or.id pada Kamis (10/12), Ketua MDMC Lumajang, Anggit menjelaskan pendirian posko ini untuk memudahkan koordinasi. Karena posko induk Muhammadiyah terletak di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang.

Sementara itu, Kuswantoro dari LazisMu Lumajang menjelaskan, masyarakat yang memanfaatkan posko rata-rata datang pada sore dan pergi pada pagi hari. Pola tersebut dilakukan karena para pengungsi memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan dirumah, seperti merawat ternak dan lain-lain.

Letusan Gunung Semeru terjadi disaat musim penghujan menimbulkan kekhawatiran sendiri. Pasalnya, material vulkanik yang dikeluarkan Semeru saat ini menumpuk hingga 4-5 meter di sungai-sungai jalur aliran vulkanik.

“Yang dikhawatirkan itu aliran lahar dingin di Semeru. Sungai-sungai di bawah Semeru itu tertimbun material vulkanik hingga 4-5 meter,” imbuhnya.



sumber :

https://muhammadiyah.or.id/bupati-lumajang-puji-pelayanan-posko-pengungsi-semeru-mdmc/

Selasa, 08 Desember 2020

Laporan TDRR Bencana Tanah Longsor di Desa Gembuk Kecamatan Kebonagung (29/11/2020 - 7/12/2020)

 LAPORAN KEGIATAN

ATAS RESPON BENCANA TANAH LONGSOR

DESA GEMBUK KEC. KEBONAGUNG KABUPATEN PACITAN

TANGGAL : 29 NOVEMBER – 7 DESEMBER 2020

 

                                          

A.   KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN

a.    Operasional Pos Layanan MDMC-Lazismu Pacitan di MTs Muhammadiyah Gembuk :

Operasional

Jumlah s/d saat ini

(Keterangan)

1.    DU untuk menyediakan konsumsi warga masyarakat dan relawan (nasi bungkus) dalam rangka pembersihan akses jalan dari material longsor, penyiapan lahan hunian tetap, dan pembersihan material longsor yang mengganggu lainnya.

1.300 bungkus nasi dan lauknya.

2.    Pengerahan Relawan Muhammadiyah dalam rangka dapur umum, pembersihan akses jalan dari material longsor, penyiapan lahan hunian tetap, dan pembersihan material longsor lainnya

521 relawan Muhammadiyah dalam semangat One Muhammadiyah One Respons.

3.    Penerimaan donasi berupa uang tunai/transfer, bahan makanan (beras, telur, buah-buahan, kue, air mineral, krupuk, dll), juga gas LPG.

Teknis pengiriman, ada yang langsung diserahkan ke Koordinator Pos Layanan MDMC-Lazismu/DU juga beberapa donatur menyerahkan uang tunai ke Lazismu Pacitan dengan aqad donasi untuk penanggulangan bencana di Pacitan.

Catatan sementara terkait dana adalah sebagai berikut :

Dana yang terkumpul : Rp. 13.998.000,00

Sudah dibelanjakan   : Rp. 7.625.944,00

Saldo                           :  Rp. 6.372.056,00

Diterima dari :

1.    PD Aisyiyah Pacitan

2.    Keluarga Warga Gembuk di Semarang;

3.    Keluarga Ambyah Pacitan

4.    Keluarga Indrata NBA

5.    Keluarga GYSPA

6.    PC Muhammadiyah Nawangan

7.    Rumah Balam Donorojo

dan donatur lainnya yang tidak bisa disebut satu per satu.

4.    Penyerahan bantuan bahan makanan kepada warga yang terdampak tanah longsor di Desa Gembuk Kec. Kebonagung.

75 paket bahan makanan pokok untuk 75 keluarga (17 November – 8 Desember 2020).

5.    Koordinasi dengan Kepala Desa Gembuk terkait dengan keberlangsungan Dapur Umum MDMC-Lazismu di MTs Muhammadiyah Gembuk.

Dengan pengaturan bahwa DU di MTs Muhammadiyah Gembuk menyediakan konsumsi untuk warga/relawan yang bertugas dan bekerja dalam rangka tanggap darurat dan RR bencana tanah longsor.

Secara Resmi Kepala Desa Gembuk mengeluarkan Surat dinas Nomor : 360/719/408.65.03/2020 tanggal 27 November 2020 tentang Permohonan Pendirian Dapur Umum.

 

b.    Relawan Muhammadiyah dan warga juga komunitas relawan lain melaksanakan pembersihan guguran material longsor yang menutup akses jalan di dusun Sriten, Mando dan Salak Desa Gembuk;

c.    Bersama Bawaslu Kabupaten Pacitan, Ketua MDMC Pacitan sebagai Nara Sumber dalam kegiatan bertajuk Pengawasan Partisipatif bagi warga yang terdampak bencana tanah longsor;

d.    Pembersihan dan penyiapan lahan untuk hunian Pak Suranto dan pak Haryanto  Dusun Ngelo Desa Gembuk;

e.    Penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan TDRR;

f.     Sosialisasi bahwa penanggulangan bencana jadi urusan bersama.

 

B.   RENCANA KEGIATAN BERIKUTNYA

a.    Koordinasi dengan Kepala Desa terkait dengan penanganan rehabilitasi pasca bencana, apa yang bisa dilakukan oleh lembaga non-pemerintah, semisal MDMC-Lazismu;

b.    Koordinasi antara MDMC, Lazismu, Pengelola Pos Layanan di MTs Muhammadiyah Gembuk, dan sesepuh Muhammadiyah terkait rencana kegiatan dan logistik.

c.    Inventarisasi segenap Relawan Muhammadiyah untuk terjadwal ke lokasi bencana tanah longsor.

d.    Sosialisasi ketaatan terhadap protokol kesehatan : memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumuman;

 

C.   REKOMENDASI

a.    Penggalangan bantuan berupa dana dan barang untuk korban tanah longsor, setidaknya sampai datangnya musim tidak hujan lagi, barang berupa :

 

·         Bahan makanan (beras), lauk pauk, dan sayuran                       

·         Masker dan Hand sanitizer

·         Hygiene-kit                              

               

b.    Pelibatan segenap potensi relawan Muhammadiyah, sebagai wujud dari One Muhammadiyah One Respons, sebagai sarana dakwah Muhammadiyah;

c.    Tetap bertindak sesuai arahan MDMC - LAZISMU PWM/PDM, BPBD, Kepala Desa, dan aparat TNI/Polri;

d.     Memperhatikan protokol kesehatan. Wabah pandemik COVID-19 belum berakhir, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak tetap dilakukan dalam berkegiatan di daerah bencana alam.

 D. PENGGALANGAN DANA KEBENCANAAN

Penggalangan dana terkait dengan kebencanaan dilakukan oleh Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kab. Pacitan.

 

Bank Syariah Mandiri : 7788812137

Konfirmasi SMS / WA : 085335366070


Versi Cetak Laporan :

https://drive.google.com/file/d/1AiJNMOAbnxfWZeFMhOz6jNM7cyFwC0-H/view?usp=sharing




Laporan TDRR Bencana Tanah Longsor di Desa Gembuk Kecamatan Gembuk Kecamatan Kebonagung (28/11/2020)

 

LAPORAN HARIAN

RESPON ATAS BENCANA TANAH LONGSOR

DESA GEMBUK KEC. KEBONAGUNG KABUPATEN PACITAN

 

 

A.   HARI DAN TANGGAL

Hari dan tanggal             : Sabtu, 28 November 2020 (hari ke-12)

Tempat                              : a. Lokasi Tanah Longsor Desa Gembuk

                                             b. Pos Layanan MDMC-Lazismu di MTs Muhammadiyah

                                             c. Lokasi Lahan Persiapan Hunian

                                          

B.   KEGIATAN YANG TELAH DILAKSANAKAN

a.    Operasional dapur tangguh di Pos Layanan MDMC-Lazismu yang berada di MTs Muhammadiyah Gembuk dengan memasak makanan untuk 150 relawan Muhammadiyah, masyarakat dan relawan lain; Sejak dapur umum dimulai (24/11/2020) sampai hari ini (28/11/2020) sudah didistribusikan sebanyak = 600 nasi bungkur untuk relawan dan masyarakat;

b.    Inventarisir bahan masakan yang sudah habis untuk diajukan dan diusulkan ke Lazismu;

c.    Pembersihan guguran material longsor di sekitar gedung MI Muhammadiyah 2 Gembuk;

d.    Pembersihan dan penyiapan lahan untuk hunian Pak Suranto RT 1 RW 2 Dusun Ngelo Desa Gembuk;

e.    Pembersihan materian longsor di rumah Pak Sunanto (pak Siswoyo)

f.     Membantu evakuasi ke tempat yang lebih aman kendaraan/truk Pak Suranto agar bisa diperbaiki;

g.    Menerima sumbangan/donasi dari donatur berupa bahan untuk kegiatan DU Relawan dan masyarakat;

h.    Sosialisasi bahwa penanggulangan bencana jadi urusan bersama.

 

C.   RENCANA KEGIATAN BERIKUTNYA

a.    Koordinasi dengan Kepala Desa terkait dengan penanganan rehabilitasi pasca bencana, apa yang bisa dilakukan oleh lembaga non-pemerintah;

b.    Pendampingan kepada pengelola Posko Layanan MDMC-Lazismu di MTs Muhammadiyah Gembuk terkait dengan tertib administrasi pengelolaan dana bantuan yang diterima;

c.    Inventarisasi segenap Relawan Muhammadiyah untuk terjadwal ke lokasi bencana tanah longsor.

d.    Sosialisasi ketaatan terhadap protokol kesehatan : memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumuman;

 

 

 

D.   REKOMENDASI

a.    Penggalangan bantuan berupa dana dan barang untuk korban tanah longsor, setidaknya sampai datangnya musim tidak hujan lagi, barang berupa :

 

·         Bahan makanan (beras), lauk pauk, dan sayuran                       

·         Masker dan Hand sanitizer

·         Hygiene-kit                              

·         Kompor (Alat masak)                          

·         Alas tidur          

               

b.    Pelibatan segenap potensi relawan Muhammadiyah, sebagai wujud dari One Muhammadiyah One Respons, sebagai sarana dakwah Muhammadiyah;

c.    Tetap bertindak sesuai arahan MDMC - LAZISMU PDM, BPBD, Kepala Desa, dan aparat TNI/Polri;

d.    Ibu-Ibu atau siapapun yang bertugas di dapur umum hendaknya memperhatikan protokol kesehatan. Wabah pandemik COVID-19 belum berakhir, pakai masker, sering cuci tangan dan jaga jarak tetap dilakukan dalam berkegiatan di daerah bencana.

 

E.   PENGGALANGAN DANA KEBENCANAAN

Penggalangan dana terkait dengan kebencanaan dilakukan oleh Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kab. Pacitan.

 

Bank Syariah Mandiri : 7788812137

Konfirmasi SMS / WA : 085335366070




Versi Laporan Cetak :

https://drive.google.com/file/d/1KFQWIS4NYsds1ePiw27_Cwo9LHbQfq8d/view?usp=sharing