Minggu, 28 Juli 2019

Latihan Gabungan Relawan Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur Tahun 2019


Indonesia merupakan salah satu negara rawan terhadap bencana alam. Situasi ini berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR). Indonesia menduduki peringat tertinggi untuk ancaman bahaya tsunami, tanah longsor dan gunung api. Selain itu, Indonesia juga dikenal sebagai laboratorium bencana, mengingat potensi bencana alam dimiliki oleh Indonesia dengan segala variannya seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan, gunung api, serta kebakaran hutan dan lahan. Potensi bahaya dan ancaman bencana di Indonesia yang kompleks tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada di antara tiga lempeng dunia, gunung api aktif/ ring of fire, dampak perubahan iklim dan ulah manusia itu sendiri. 
Selanjutnya, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang rawan bencana hydrometeorologi. Hal ini mengingat Jawa Timur memiliki dua sungai besar, yakni Brantas dan Bengawan Solo serta lima sungai di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menunjukan bahwa bencana didominasi oleh faktor hydrometeorologi hingga mencapai 53,84% di tahun 2019. Berbagai upaya terus diupayakan guna mengurangi resiko bencana.


Lebih lanjut sebagaimana dalam : Proposal Latgab, KAK Latgab dan Surat ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Jawa Timur, klik di sini.

0 komentar:

Posting Komentar