One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Senin, 20 Mei 2019

100 TAHUN MUHAMMADIYAH TANGGAP BENCANA

 Gambar mungkin berisi: 14 orang, orang tersenyum
Seratus tahun yg lalu, 20 Mei 1919, bertepatan dg meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur yg membuat hampir sekitar 5.000 orang meninggal dunia. Saat itulah untuk pertama kali keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah menyerukan untuk menggalang bantuan bencana dalam wadah Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO). 20 Mei 2019 - Seratus Tahun Kepeloporan Muhammadiyah dalam Penanggulangan Bencana. Selamat kepada keluarga besar MDMC .... dipundak kita sekarang risalah ini berada. 

Sumber :
https://www.facebook.com/mdmc.id/photos/a.881498445297379/2180615652052312/?type=3&theater

Rabu, 01 Mei 2019

HKB 2019, MDMC PP Muhammadiyah Serukan Siap untuk Selamat

MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2019 yang biasanya di peringati setiap tanggal 26 April menjadi momentum untuk siap siaga terhadap terjadinya bencana. Komitmen itupun di serukan oleh MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai lembaga bencana yang bernanung di Muhammadiyah. 
 
Disampaikan oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, momentum Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) menjadi penting bagi semua sebagai wujud kesadaran akan pentingnya keselamatan saat terjadinya bencana. Untuk itu, kata Budi, HKB yang di sahkan melalui UU No. 24/Th. 2007 tantang Penanggulangan Bencana menjadi landasan hukum penting yang mengatur semua kegiatan sebelum terjadinya bencana maupun setelah terjadinya bencana, termasuk pengurangan risiko bencana. 
 
“Untuk itu, mulai tahun 2017 di laksanakan HKB yang meliputi berbagai kegiatan khusunya kemasyarakatan. Dengan tagline “siap untuk selamat” yang terus di serukan kepada masyarakat sebagai upaya mengajak mereka dalam menghadapi bencana agar selalu siap,” kata Budi saat di memberikan keterangan pada Jum'at (26/4).
 
MDMC PP Muhammadiyah dalam hal ini turut mengapresi BNPB, melalui HKB tahun 2019 yang mengusung tema “Perempuan sebagai Guru Siaga Bencana, Rumah menjadi Sekolahnya”. Menurut Budi, tema ini sangat penting sebagai salah satu upaya untuk membawa masyarakat lebih menyadari dan keluarga sebagai unsure atau elemen terkecil dari masyarakat harus kuat.
 
“Oleh karena itulah, Ibu sebagai ratu rumah tanggga menjadi guru dalam kesiapsiagaan bencana, sehingga anak-anakpun menjadi mengerti jika bencana terjadi,” katanya. 
 
MDMC PP Muhammadiyah dalam HKB 2019 juga menyelenggarakan kegiatan puncak hari kesiapsiagaan bencana pada tanggal 26 April 2019  dengan menggelar Seminar Nasional dan Simulasi Gempa Bumi di Universitas ‘Aisyiah Yogyakarta dengan mengusung tema yang sejalan dengan tema BNPB yaitu “Peran Perempuan Muhammadiyah dalam Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia”. 
 
“Melalui kegiatan itu, ibu-ibu dan kaum perempuan akan sanggup melatih dirinya dan masyarakat dari risiko bencana,” kata Budi. 
 
Budi Setiawan di sela-sela mengikuti puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2019 BNPB di Sesko TNI AU, Lembang, Bandung, Jawa Barat, berharap HKB 2019 menjadi upaya memasyarakatkan, melatih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. 
 
“MDMC di hari ini tanggal 26 April melalui berbagai unit amal usaha Muhammadiyah termasuk sekolah dan beberapa universitas menyelenggarakan simulasi kebencanaan. Hal ini dimaksudkan sebagai pengurangan risiko bencana, sebagaimana tagline ‘Siap untuk Selamat’,” kata Budi dalam keterangan akhirnya. (Andi
 

MDMC Gelar Workshop Siap Siaga Bencana di Pacitan

PWMU.CO-Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2019, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Pacitan menggelar workshop di Gedung Dakwah, Ahad (28/4/2019). Acara dihadiri lebih dari 100 peserta.  

 
Workshop kesiapsiagaan bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi bencana  khususnya di Pacitan. ”Tujuan kita meningkatkan kapasitas relawan dalam berbagai keahlian yang diperlukan dalam kebencanaan,” kata Agus Hadi Prabowo,  ketua MDMC Pacitan.
”Kami harus senantiasa siaga dan terus mengasah kemampuan untuk menghadapi bencana,” lanjut Agus.
Pacitan memang wilayah rawan bencana. Selain banjir dan tanah longsor, bencana tsunami juga sewaktu-waktu bisa menimpa kota.
Karena kondisi seperti ini, maka workshop ini dilaksanakan. Selain relawan, kegiatan ini juga melibatkan pengurus dari berbagai organisasi otonom maupun amal usaha.
”Bencana tidak bisa dihadapi sendirian,  harus kita galang kekuatan bersama untuk menghadapi dan menangani bencana yang mungkin terjadi,” kata Bambang,  salah satu relawan.
Materi yang dibahas seperti Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Vertical Rescue, dan Dapur Umum (DU).
Narasumber berasal dari  BPBD Kab. Pacitan, Tim Dapur Umum Tagana Pacitan dan Tim Medis dari RSUD Pacitan.  Acara ini juga dihadiri pula oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan, serta pengurus Majelis dan Lembaga. (Muh. Isa Ansori)

MDMC Pacitan Tingkatkan Kapasitas Relawan Bersiap Hadapi Bencana

Pacitanku.com, PACITAN – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2019, Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Pacitan menggelar workshop di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan, Ahad (28/4/2019). 

Ketua MDMC Pacitan Agus Hadi Prabowo mengatakan workshop kesiapsiagaan bencana ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan relawan dalam menghadapi bencana  khususnya di Pacitan. 

”Tujuan kita meningkatkan kapasitas relawan dalam berbagai keahlian yang diperlukan dalam kebencanaan, kami harus senantiasa siaga dan terus mengasah kemampuan untuk menghadapi bencana,”kata dia.
Dia menuturkan, Pacitan memang wilayah rawan bencana. Selain banjir dan tanah longsor, bencana tsunami juga sewaktu-waktu bisa menimpa kota. Karena kondisi seperti ini, maka workshop ini dilaksanakan. Selain relawan, kegiatan ini juga melibatkan pengurus dari berbagai organisasi otonom maupun amal usaha.
”Bencana tidak bisa dihadapi sendirian, harus kita galang kekuatan bersama untuk menghadapi dan menangani bencana yang mungkin terjadi,” kata Dianita, dalam sambutannya yang mewakili kalaksanan BPBD Kab Pacitan.
Materi yang dibahas seperti Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Vertical Rescue, dan Dapur Umum (DU).
Narasumber berasal dari Tim Tagana Pacitan, Dr. Netty, S. Em. dan dari RSUD Pacitan.  Acara ini juga dihadiri pula oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan, serta pengurus Majelis dan Lembaga.


Pewarta: Bambang Setyo Utomo 

Sumber :