One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Sarasehan 14 September 2021'

“Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas”

Senin, 04 Februari 2019

MDMC Terapkan Sekolah Siaga Bencana Sejak 2007

Senin 04 Feb 2019 02:00 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Sejumlah kegiatan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center  (MDMC) di Palu.
Sejumlah kegiatan relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Palu.


REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Budi Setiawan mengatakan, sejak 2007, MDMC sudah menerapkan sekolah siaga bencana. Semakin gencar usai gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
Ia menilai, pendidikan aman bencana dapat diterapkan dalam nilai-nilai yang diajarkan guru ke murid, bila guru-guru juga memahami definisi bencana. Bahkan, pelajaran bencana bisa dimasukkan dalam mata pelajaran seperti matematika.
"Misalnya, para siswa diajak berhitung berapa jumlah orang yang meninggal akibat terdampak gempa dan tsunami di Palu," kata Budi dalam Konsorsium Pendidikan Bencana Indonesia di Gedung Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (3/2).
Budi berpendapat, pendidikan aman bencana di sekolah juga berkaitan dengan kesiapsiagaan dan kesadaran warga sekolah terhadap adanya potensi bencana. Utamanya, di lingkungan sekolah.
"Jika nanti mereka melihat-melihat angka dalam jumlah besar, maka siswa dapat diajak berpikir untuk mengurangi risiko bencana tersebut," ujar Budi.
Untuk itu, ia menegaskan, MDMC PP Muhammadiyah terus meneguhkan komitmen dalam pendidikan bencana. Salah satunya dengan mendorong pembentukan Sekretariat Daerah (Sekda) Sistem Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Selain itu, sejak 2010, MDMC telah rutin mengirimkan wakil-wakilnya dalam Konsorsium Pendidikan Bencana Indonesia (KPBI). Semua itu dilakukan tidak lain demi mewujudkan betul internasilisasi nilai-nilai dalam pendidikan bencana.


Sumber :
https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/02/03/pmcsuw368-mdmc-terapkan-sekolah-siaga-bencana-sejak-2007

Sabtu, 02 Februari 2019

Ada Bencana, IMM Langsung Gerak Galang Dana

 
PWMU.CO-Dua hari terakhir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pacitan  turun ke jalan. Mereka menggalang dana untuk korban banjir dan longsor.

Dana yang terkumpul sebesar Rp 4.674.200 disalurkan melalui Lazismu Pacitan, Jumat (1/2/2019) malam. Sumbangan diterima oleh Ketua Lazismu Pacitan Muhammad Isa Ansori.

“Kegiatan menghimpun dana ini sudah kami lakukan selama dua hari ini,” kata Dika Kurniawan, anggota IMM Komisariat Sabab AR Fahrudin  STIT Muhammadiyah Pacitan usai menyerahkan dana.

Mereka sudah melakukan aksi serupa beberapa kali. “Insya Allah setiap ada kejadian bencana, kami selalu ikut serta menggalang dana,” lanjut Dika.

Komentar senada disampaikan Ketua Komisariat Sabab AR Fahrudin  Wahid Wahyu Hidayat. “Sebelumnya kami blusukan ke pasar dan turun ke jalan, untuk bantuan bencana Lombok dan Palu,” kata Wahid yang masih duduk di semester empat ini.

Aksi ini, sambung dia, juga sebagai bentuk kepedulian terhadap korban  bencana, sekaligus untuk menumbuhkan rasa empati anggota kami pada korban.

Isa Ansori salut dengan kegiatan IMM ini. “Bukan seberapa besar bantuan yang dinilai,  tetapi kemauan mahasiswa menghimpun dana dan kepedulian pada korban itu yang luar biasa,” kata Isa memberi apresiasi.

Dia menjelaskan, sumbangan ini dieruskan ke Lazismu Jatim yang menangani penyaluran bantuan untuk bencana Gowa dan Bone. ”Kita koordinasikan dengan Lazismu Jawa Timur,” tuturnya.

Ketua PDM Pacitan Suprayitno Ahmad menambahkan, dalam dua hari mereka mengumpulkan bisa dana lumayan besar. ”Kegiatan ini juga patut dilakukan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah yang lain,” kata Suprayitno yang ikut menyaksikan penyerahan bantuan.

Ketua Pimpinan Cabang IMM Pacitan Fadjar Ariyadi juga memberikan apresiasi kegiatan pengurus komisariat ini. “Saya acungi jempol dua,  untuk aksi cepat teman-teman komisariat,” kata Fadjar. (Isa) 

Sumber :

Seriusi Respon Bencana Internasional, MDMC Adakan Lokakarya EMT

Islamberkemajuan.id, Jakarta – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengadakan lokakarya Tim Medis Kedaruratan dan Bencana Internasional  di Hotel Alia Cikini, Jakarta hari ini (30/1). Lokakarya ini ditujukan untuk menjadikan MDMC memiliki Emergency Medical Team(EMT) sesuai standar WHO sehingga diakui dunia.
Acara dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni dan Agus Taufiqurrahman, Ketua MPKU PP Muhammadiyah Agus Samsudin, Ketua MDMC Budi Setiawan, mentor dari WHO, serta 104 peserta yang terdiri dari dokter dan tenaga medis rumah sakit dari berbagai daerah di tanah air. Selain itu, acara ini turut dihadiri perwakilan fakultas kedokteran universitas negeri dan Muhammadiyah dari berbagai daerah, perwakilan beberapa NGO, Kementerian Kesehatan RI, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Dalam sambutannya, Ketua MDMC Budi Setiawan menyampaikan bahwa MDMC telah berpengalaman mengikuti berbagai respon bencana di berbagai negara seperti Nepal, Rohingya (Myanmar), dan Filipina.
“Dari pengalaman tersebut diketahui, ternyata banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk ikut berkiprah dalam respon kebencanaan internasional. Ada standar-standar yang harus dipenuhi oleh MDMC hingga dapat memenuhi persyaratan dan pengakuan secara internasional,” katanya.
Budi Setiawan menambahkan guna memenuhi persyaratan tersebut, MDMC menugaskan dokter Corona Rintawan untuk membuka jaringan dan merintis upaya mendapatkan pengakuan WHO agar dapat melaksanakan respon kebencanaan secara internasional.
“Patut disyukuri bahwa akhirnya MDMC menjadi satu-satunya lembaga (di Indonesia) yang memiliki Emergency Medical Team (EMT) yang diakui oleh WHO, namun butuh perjuangan lagi untuk mendapatkan sertifikat EMT internasional sesuai standar WHO dan itu akan dilaksanakan pada tahun ini,” imbuhnya lagi.
Sementara Agus Samsudin selaku ketua MPKU PP Muhammadiyah menyatakan bahwa MPKU dalam posisi supporting team bagi kerja-kerja MDMC. “Apapun yang dilakukan oleh MDMC untuk respon kebencanaan, MPKU melalui banyak rumah sakit yang dimiliki Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia siap membantu sepenuhnya.” ujar Agus.  
Muhammadiyah yang telah dikenal luas bersama organisasi-organisasi Islam lainnya sepakat untuk bersama-sama membangun Indonesia. Secara khusus Muhammadiyah melalui MDMC memberikan layanan kepada semua orang tanpa memandang latar belakang mereka. “Kiprah para relawan Muhammadiyah sudah terbukti di wilayah Indonesia Timur yang mayoritas penduduknya adalah non-muslim,” ungkap Syafiq Mughni.
“MDMC di bantu oleh Lazismu, MPKU, universitas-universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang mempunyai fakultas kedokteran dan psikologi bersama-sama mewujudkan layanan darurat kebencanaan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan bahkan dunia internasional,” tambah Syafiq saat sambutan sekaligus membuka acara.
Ditemui terpisah, Wakil Ketua MDMC Rahmawati Husein menambahkan keterangan bahwa saat ini EMT yang sudah terverifikasi baru 22 tim di seluruh dunia dan ada 79 tim sedang dalam proses verifikasi (termasuk MDMC) yang memakan waktu satu tahun. Jika lolos verifikasi, MDMC akan memiliki EMT internasional yang siap dikirim oleh WHO untuk melakukan respon ke luar negeri. (Sapari/nabhan)

Sumber : 


Jumat, 01 Februari 2019

Reaksi Cepat MDMC dan Lazismu Pacitan Bantu Korban Banjir dan Longsor

Nur Rodli (kiri) dan Musthofa Ali Fahmi dari Lazismu menyerahkan bantuan kepada Satam dan istrinya. (Isa Anshori/PWMU.CO)


PWMU.CO – Bagi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pacitan, informasi awal yang masuk di Group WhatsApp MDMC Pacitan, sudah bisa menjadi bahan untuk menyiagakan relawan dan menyiapkan bantuan.
Seperti terjadi pada Rabu (30/1/19). Informasi pertama, pada pukul 19.50 WIB terjadi longsor yang menimpa rumah Satam, warga RT 02/RW 04, Desa Gondang, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Tembok rumahnya sepanjang 20 meter jebol.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini, sigap membantu memindahkan perabotan di dalam rumah, sehingga bisa meminimalisasi kerugian.
Informasi kedua terjadi banjir di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Air bercampur batu naik ke jalan mengakibatkan transportasi lumpuh sementara.
Jembatan Karangrejo sudah tertutup bebatuan dari sungai yang datang bersama banjir. Sementara material longsor menutup jalan, sehingga kendaraan tidak bisa melintas dari ataupun ke arah Karanggede.
Pagi harinya, Kamis (31/01/19), relawan MDMC dibantu Lazismu sudah meluncur ke lokasi dengan membawa bantuan sembako dan terpal. “Ini kebutuhan mendasar untuk korban banjir dan longsor,” kata Agus Hadi Prabowo, Ketua MDMC Pacitan pada PWMU.CO.
“Kita memberi istilah fast respons, dan kita minta relawan dan Lazismu untuk selalu siaga, baik tenaga maupun bantuan materialnya,” kata Agus.
Selain di Arjosari, banjir juga menggenangi rumah warga Desa Cokrokembang, Ngadirojo. “Namun tidak terlalu lama, air sudah surut,” kata Siswanto, warga setempat.
Meski begitu, kejadian ini tak pelak menimbulkan kepanikan warga. Mereka masih trauma dengan banjir bandang dan tanah longsor tahun 2017.
Sepekan sebelumnya, puting beliung menghajar perumahan warga di Ngadirojo dan Mentoro, Pacitan. Puluhan rumah mengalami kerusakan parah dan sedang serta ringan.
Menyikapi bencana yang bertubi-tubi ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pacitan Suprayitno Ahmad mengimbau warga untuk meningkatkan keprihatinan dan kewaspadaannya. “Bagaimanapun kejadian ini bisa berupa musibah, ujian, bahkan teguran dari Allah SWT,” ujarnya.
Untuk itu, sambungnya, saya mengimbau warga untuk lebih banyak membaca istighfar dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Meskipun sekalanya kecil, dalam musim penghujan ini Pacitan kembali banyak mengalami bencana. Baik longsor, banjir, maupun angin puting beliung. (Isa Ansori).

Sumber : https://pwmu.co/87448/02/01/reaksi-cepat-mdmc-dan-lazismu-pacitan-bantu-korban-banjir-dan-longsor/