Senin, 21 Januari 2019

Rumah Ayahnya Ludes Terbakar, Siswi SMP Ini Menangis Kehilangan Peralatan Sekolah

  – Telah terjadi kebakaran hebat yang meluluhlantakkan rumah Tarmin (42 thn) di RT 02/RW 13, Dusun Jajar, Desa Sempu Kecamatan, Nawangan, Pacitan, Jumat (18/01/18) sore.
Rumah kayu ini terbakar dalam keadaan kosong, karena pemiliknya sedang tidak di rumah. Api dengan mudah melahap seisi rumah, apalagi banyak bahan yang mudah terbakar di dalam rumah.
Menurut saksi mata di lokasi, rumah ini terbakar mulai pukul 14.30 WIB. Mengetahui kejadian ini, warga segera menuju lokasi. Mereka bahu membahu dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api.

Namun baru satu jam kemudian kebakaran ini bisa diatasi. Sebab meskipun musim hujan, lokasi rumah jauh dari sumber air yang memadai.
Akibatnya seluruh bagian rumah, termasuk isinya, ludes terbakar. Peralatan belajar milik Karomah, putri Tarmin yang sekolah di SMP 4 Mujing Nawangan, juga ludes. Dia kehilangan seluruh buku, pelajaran sekolah, dan seragam sekolahnya. “Seragam dan buku buku saya ikut terbakar habis,” katanya sambil terisak sedih.
Mengetahui berita ini, malamnya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan segera berkoordinasi dengan relawan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran untuk persiapan aksi pagi harinya.
Ketua MDMC Pacitan Agus Hadi Prabowo, bersama beberapa relawan, akhirnya Sabtu (19/1/19) pagi berangkat ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. “Kita siapkan bantuan sembako, pakaian, seragam, dan peralatan sekolah,” ujarnya pada PWMU.CO.

Terharu didatangi MDMC. (Fathudin/PWMU.CO)

Saat melihat kedatangan tim relawan MDMC, keluarga ini menangis terharu. “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian dari MDMC,” kata Pak Tarmin, yang menjabat sebagai Kepala Dusun Jajar.
Setiap harinya, untuk mencukupi kebutuhan 5 anggota keluarganya, Tarmin membuka usaha toko kecil-kecilan alias toko klontong.. “Tetapi semua yang saya rintis ikut terbakar habis,” katanya dengan mata menerawang.
Usai menyerahka bantuan, MDMC melakukan penanaman pohon produktif di sekitar lokasi kebakaran. “Selain sebagai pencegah lonsor, pohon nangka ini sebagai tetenger bahwa Lazismu-MDMC pernah datang di sini,” jelas Agus.

Kebakaran diduga karena adanya konsleting alias hubungan pendek listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. (Muhammad Isa Ansori/Fathudin)

sumber :
https://pwmu.co/85751/01/19/rumah-ayahnya-ludes-terbakar-siswi-smp-ini-menangis-kehilangan-peralatan-sekolah/

0 komentar:

Posting Komentar