One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Rabu, 30 Januari 2019

MDMC Satu-satunya Tim Medis Indonesia Terdaftar di WHO

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss.
Selasa 29 Jan 2019 16:30 WIB
Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memenuhi undangan Fourth Emergency Medical Team (EMT) Mentor Workshop di Kota Genewa, Swiss. Pengurus MDMC PP Muhammadiyah, Corona Rintawan, menjadi perwakilannya.
Tidak cuma mewakili MDMC, kehadiran Corona mewakili Indonesia lantaran MDMC merupakan satu-satunya Tim Medis Darurat di Indonesia yang terdaftar WHO. Corona didampingi perwakilan Kementerian Kesehatan RI.
Kegiatan itu sendiri diikuti tidak kurang 54 peserta yang berasal dari berbagai negara di Benua Afrika dan Asia. MDMC diundang karena keterlibatan aktif dalam berbagai respon tanggap daruat dan kemanusiaan di luar negeri.
Utamanya, yang telah dilakukan MDMC beberapa tahun terakhir. Lokakarya di Swiss itu sendiri sudah kali keempat diselenggarakan WHO, dan memang diperuntukkan bagi calon mentor EMT di seluruh dunia.
"Ini merupakan salah satu rangkaian upaya MDMC untuk melakukan verifikasi agar menjadi bagian dari EMT dengan standar internasional," kata Corona melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (29/1).
Proses verifikasi WHO itu sekaligus merupakan komitmen Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kapasitas tim medis bencana di tingkat global. Selama lokakarya, para peserta dilatih berbagai hal terkati EMT.
Utamanya, pemahaman, kapasitas dan keterampilan sebagai mentor EMT. Melalui langkah itu, diharapkan para mentor mempunyai kemampuan handal, sehingga dapat menjadi pendorong, fasilitator dan pembimbing terstandar EMT internasional.
Hingga tahun ini, sudah terdaftar 160 EMT dari seluruh dunia. Sayangnya, sampai hari ini pula, baru ada 22 EMT yang telah lulus verifikasi. Di Indonesia, saat ini MDMC merupakan satu-satunya EMT yang terdaftar di WHO.
"Dan direncanakan lulus proses verifikasi pada 2019," ujar Corona.
Kiprah MDMC sendiri di dalam negeri sudah tidak terbantahkan. Perannya, bahkan sejak belum membawa nama MDMC, telah dirasakan dalam hampir tiap penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Belakangan, MDMC turut memrakarsai pemahaman penanggulangan bencana tidak cuma dilakukan dalam rangka kegawatdaruratan atau setelah bencana. Ada mitigasi yang wajib diberikan kepada masyarakat.
Hari ini, tidak cuma lembaga-lembaga di Muhammadiyah atau di Indonesia. MDMC telah menjalin kerja sama dengan beragam lembaga yang memiliki konsen seputar kebencanaan di negara-negara dunia.

Sumber :
https://www.republika.co.id/berita/nasional/sang-pencerah/19/01/29/pm367i368-mdmc-satusatunya-tim-medis-indonesia-terdaftar-di-who

Senin, 28 Januari 2019

PP Muhammadiyah Sebut Koordinasi Lembaga MDMC Harus Ditingkatkan

Kurniawan Eka Mulyana

vieKoordinasi lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah, Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan tim lain perlu ditingkatkan. Foto: Istimewaws: 249

MAKASSAR - Koordinasi lembaga penanggulangan bencana Muhammadiyah, Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan tim lain perlu ditingkatkan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rahmawati Husain, Minggu (27/1/2019) di Kantor Pusdam Muhammadiyah Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.
"Perlu ditingkatkan adalah kordinasi lembaga dan majelis kedepannya itu mulus karena kerja kita semua, ini adalah kerja bersama, bukan kerjanya MDMC saja, Lazismu saja kota dan Kabupaten saja tapi kerja bersama berjalan lancar dengan baik," tuturnya.
Mengenai kinerja MDMC Sulsel, dia menilai respon bencana PW Muhammadiyah Sulsel, sudah bagus.

Rahmawati mengaku mengapresiasi kinerja Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam merespon bencana banjir dan longsor di beberapa titik di Sulsel.
"Dalam respon bencana kita sudah bagus, sudah bisa mengkoordinir diri sendiri," imbuhnya. 
"Dan saya pikir apa yang baik itu diteruskan yang baik dan kemanfaataan Muhammadiyah Sulsel kedepannya," harapnya.
Anggota Badan Penanggulangan Bencana PBB ini menilai bahwa bencana di Sulsel belum termasuk bencana nasional, artinya Sulsel bisa menangani sendiri.
Terpisah, Sekretaris MDMC Sulsel Haeruddin Makkasau mengatakan bahwa sejauh ini seluruh proses berjalan dengan baik.
"Insyallah kerjasama dan pelayanan evakuasi kami akan tingkatkan selalu," katanya.
(kem)

Sumber :
https://makassar.sindonews.com/read/20301/1/pp-muhammadiyah-sebut-koordinasi-lembaga-mdmc-harus-ditingkatkan-1548637295

Jumat, 25 Januari 2019

Respon Banjir dan Longsor di Sulsel, MDMC Dirikan Poskoor

MAKASSAR - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) turut merespon bencana banjir dan longsor di Gowa, Sulawesi Selatan. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan antara lain respon banjir dan longsor Sulawesi Selatan, pembentukan poskoor (pos koordinasi) Muhammadiyah dan pembentukan pos pelayanan (posyan). Hasil dan keputusan rapat koordinasi MDMC Sulawesi Selatan terhadap bencana banjir dan longsor Gowa, yakni merespon secara maksimal dengan melibatkan semua potensi Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan. Pembentukan poskoor tersebut terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10 No. 38 Makassar, yang akan ditanggungjawabi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan diketuai oleh Yahya, Ketua MDMC Sulawesi Selatan. Saat ini pos pelayanan sudah dibentuk di 9 titik, antara lain di PDM Makassar, PDM Gowa, PDM Takalar, PDM Jeneponto, PDM Maros, PDM Pangkep, PDM Barru, PDM Soppeng, dan PDM Wajo. Disampaikan oleh Haeruddin Makkasau, Sekretaris MDMC Sulawesi Selatan bahwa sementara telah terbentuk beberapa posyan dari 9 posyan PDM Muhammadiyah Kabupaten/Kota yang terdampak se - Sulawesi Selatan. “Saat ini sudah ada beberapa tim medis diturunkan yang dikoordinir oleh Nasrullah, antara lain MPKU, Dokter Pengurus MDMC wilayah, Rumah Sakit, TBM FK Unismuh, AKKES, dan personal unsur ortom,” terang Yahya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Rabu (23/1). Selain menyiapkan beberapa tim medis, MDMC Sulawesi Selatan juga telah menyiapkan tim untuk SAR, asesmen, data informasi dan publikasi, dapur umum, SDM dan logistik, hunian serta transportasi untuk menunjang penanganan bencana banjir dan longsor. “Untuk saat ini kami laporkan bahwa intensitas hujan masih lumayan tinggi, dan baru sore hari ini ada tanda-tanda cerah. Untuk umumnya pada titik lokasi banjir genangan masih tinggi. Di jalan protokol Jl. Perintis menuju PWM saja banjir masih setinggi lutut kaki orang dewasa,” jelas Yahya, Selain itu dilaporkan bahwa kendala saat ini adalah evakuasi warga masih sulit karena keterbatasan peralatan dan juga SDM yang dibutuhkan dari pemerintah maupun lembaga penanganan bencana di luar pemerintah, dan tingginya lokasi banjir dan derasnya arus air menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi sehingga evakuasi, asesmen serta penyaluran bantuan hanya sampai pada tempat – tempat yang bisa dijangkau seperti Makassar dan Kab. Gowa. Sumber: (MDMC/Azza)

Sumber :
http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15846-detail-respon-banjir-dan-longsor-di-sulsel-mdmc-dirikan-poskoor.html

Senin, 21 Januari 2019

Rumah Ayahnya Ludes Terbakar, Siswi SMP Ini Menangis Kehilangan Peralatan Sekolah

  – Telah terjadi kebakaran hebat yang meluluhlantakkan rumah Tarmin (42 thn) di RT 02/RW 13, Dusun Jajar, Desa Sempu Kecamatan, Nawangan, Pacitan, Jumat (18/01/18) sore.
Rumah kayu ini terbakar dalam keadaan kosong, karena pemiliknya sedang tidak di rumah. Api dengan mudah melahap seisi rumah, apalagi banyak bahan yang mudah terbakar di dalam rumah.
Menurut saksi mata di lokasi, rumah ini terbakar mulai pukul 14.30 WIB. Mengetahui kejadian ini, warga segera menuju lokasi. Mereka bahu membahu dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api.

Namun baru satu jam kemudian kebakaran ini bisa diatasi. Sebab meskipun musim hujan, lokasi rumah jauh dari sumber air yang memadai.
Akibatnya seluruh bagian rumah, termasuk isinya, ludes terbakar. Peralatan belajar milik Karomah, putri Tarmin yang sekolah di SMP 4 Mujing Nawangan, juga ludes. Dia kehilangan seluruh buku, pelajaran sekolah, dan seragam sekolahnya. “Seragam dan buku buku saya ikut terbakar habis,” katanya sambil terisak sedih.
Mengetahui berita ini, malamnya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pacitan segera berkoordinasi dengan relawan yang berdekatan dengan lokasi kebakaran untuk persiapan aksi pagi harinya.
Ketua MDMC Pacitan Agus Hadi Prabowo, bersama beberapa relawan, akhirnya Sabtu (19/1/19) pagi berangkat ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. “Kita siapkan bantuan sembako, pakaian, seragam, dan peralatan sekolah,” ujarnya pada PWMU.CO.

Terharu didatangi MDMC. (Fathudin/PWMU.CO)

Saat melihat kedatangan tim relawan MDMC, keluarga ini menangis terharu. “Kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian dari MDMC,” kata Pak Tarmin, yang menjabat sebagai Kepala Dusun Jajar.
Setiap harinya, untuk mencukupi kebutuhan 5 anggota keluarganya, Tarmin membuka usaha toko kecil-kecilan alias toko klontong.. “Tetapi semua yang saya rintis ikut terbakar habis,” katanya dengan mata menerawang.
Usai menyerahka bantuan, MDMC melakukan penanaman pohon produktif di sekitar lokasi kebakaran. “Selain sebagai pencegah lonsor, pohon nangka ini sebagai tetenger bahwa Lazismu-MDMC pernah datang di sini,” jelas Agus.

Kebakaran diduga karena adanya konsleting alias hubungan pendek listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta. (Muhammad Isa Ansori/Fathudin)

sumber :
https://pwmu.co/85751/01/19/rumah-ayahnya-ludes-terbakar-siswi-smp-ini-menangis-kehilangan-peralatan-sekolah/

Selasa, 15 Januari 2019

Lazismu Buka Program ‘Indonesia Siaga’ untuk Kemanusiaan dan Kesiapsiagaan Bencana

PWMU.CO – Lazismu Jawa Timur secara khusus membuka kesempatan pada masyarakat luas untuk menyalurkan donasi kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana melalui program bertajuk “Indonesia Siaga”.
Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimin menyampaikan informasi itu ketika dihubungi PWMU.CO melalui sambungan telephon seluler, Senin (14/1/19).
Zainul mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan potensi terjadinya bencana sangat tinggi, atau dengan kata lain Indonesia merupakan negara rawan bencana. Mulai dari terjadi gempa, gunung meletus, banjir, tanah longsor, tsunami, dan lainnya.
Oleh karena itu, kata dia, Lazismu Jawa Timur secara khusus membuka program “Indonesia Siaga” agar ketika bencana terjadi di suatu daerah misalnya, Lazismu bisa dengan segera untuk bergerak membantu para korban terdampak dengan mengirim relawan maupun mengirim logistik bantuan ke lokasi bencana.
Program “Indonesia Siaga ini sifatnya lebih umum untuk kemanusiaan dan kebencanaan karena tidak terikat oleh sebuah bencana seperti halnya gempa NTB, Sulteng atau lainnya. Jadi penyaluran donasi pun bisa lebih cepat. Begitu ada bencana Lazismu bisa langsung bergerak,” paparnya.
Lalu, bagaimana caranya berdonasi dalam Program Indonedia Siaga ini? Zainul menerangkan, donasi khusus untuk kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana bisa disalurkan melalui rekening Bank Mu’amalat Nomor 7665 030 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim, dan atau melalui rekening Bank Syariah Mandiri No. 9939 830 000 000 000 a/n Humanity LAZISMU Jatim.
“Donasi bisa pula disalurkan dengan datang langsung ke Posko Lazismu dan MDMC Jatim, di Kantor Muhammadiyah Jatim, Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya,” pungkasnya. (Aan)

https://pwmu.co/85399/01/14/lazismu-buka-program-indonesia-siaga-untuk-kemanusiaan-dan-kesiapsiagaan-bencana/

Kamis, 03 Januari 2019

Komitmen MDMC Sumbar dalam Misi Penanggulangan Bencana

MUHAMMADIYAH.ID,PADANG -  Perlu mengetahui peta ketangguhan relawan, serta menyikapi rangkaian bencana yang terjadi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat (Sumbar) gelar rapat koordinasi pada Rabu (2/1).
Digelar di Gedung Dakawah Muhammadiyah Jl. Sawahan, No 62 Padang, rakor dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Sumbar, Bakhtiar. Dalam sambutannya ia megatakan bahwa, MDMC sebagai kepanjangan tangan dari Muhammadiyah untuk kebencanaan harus agresif bergerak.
"Management bencana harus dilakukan setiap waktu, ada atau tidaknya kita terus begerak demi kemanusiaan," tambhanya.
Dalam bidang kerelawanan, ia berharap MDMC Sumbar bisa melakukan perekrutan mahasiswa yang memiliki perhatian dalam kebencanaan.
Sementara, ketua MDMC Sumbar, Medi Hendra mengungkapkan bahwa, pihaknya dalam merespon bencana tsunami yang melanda provinsi Lampung dan Banten beberapa waktu lalu telah melakukan penggalangan logistik untuk keperluan penyitas dan telah menerjunkan relawannya untuk ditempatkan di lokasi bencana.
"Tanggap darurat bencana selat sunda terus dilakukan hingga 26 Januari 2019 terkait pengumpulan Rendang dan logistik lainnya untuk korban tsunami Selat Sunda," ujarnya
Dari koordinasi yang dilakukan ini, diharapkan MDMC Sumbar lebih intens lagi melakukan koordinasi dengan pihak luar yang memiliki kaitan dengan kebencaan. Hal tersebut merupakan suatu yang penting, karena penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan hanya satu pihak, melainkan perlu kejasama antar pihak lainnya. (a'n)

---------------------------

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15700-detail-komitmen-mdmc-sumbar-dalam-misi-penanggulangan-bencana.html

Didukung BPKH, Lazismu dan MDMC Distribusikan Bantuan Bagi Korban Gempa Palu


MUHAMMADIYAHIDPALU- Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) melalui program Indonesia Siaga, seperti dalam kejadian bencana lainnya, memberikan respon bencana Gempa-Tsunami-Likuifaksi di Palu-Sigi-Donggala.
Hingga minggu ke-dua Desember 2018, respon Muhammadiyah tercatat telah mengirimkan 658 personil yang terdiri dari 168 tim medis, 127 tim psikososial dan 363 personil tenaga umum seperti dapur umum, logistik, SAR, administrasi dan lainnya dengan distribusi personil di 8 pos layanan, 2 pos satelit dan Pos Koordinasi berpusat di Klinik Siti Fadhilah Universitas Muhammadiyah Palu. 
Layanan yang diberikan oleh Muhammadiyah sejak 28 September sampai 10 Desember 2018 bervariasi, mulai dari layanan kesehatan yang telah menjangkau 11.142 pasien, psikososial dan Pendidikan darurat kepada 3.090 siswa dan 19.544 anak-anak lainnya. Dalam hal distribusi logistik, beragam paket telah didistribusikan kepada 34.656 jiwa dan dapur umum yang melayani 13.833 jiwa. Sedangkan pembangunan hunian darurat sampai saat ini masih terus berjalan dengan target menghadirkan 1.528 unit. 
Pada Senin (31/12) dengan dukungan dari BPKH, lembaga yang melakukan pengelolaan Keuangan Haji bersumber dari jemaah haji maupun sumber lain yang sah dan tidak mengikat, diberikan dalam bentuk dana untuk pembelian 1.800 paket yang bervariasi untuk para penyintas bencana, khususnya kelompok rentan; (1) Bayi/Balita, (2) Ibu Hamil, (3) Ibu Menyusui, (4) Anak usia sekolah, (5) Lansia dan (6) Keluarga dalam bentuk paket yang isinya disesuaikan kebutuhan, masing-masing sejumlah 300 paket, di lokasi-lokasi pos layanan Muhammadiyah. 

-----------------------

http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15686-detail-didukung-bpkh-lazismu-dan-mdmc-distribusikan-bantuan-bagi-korban-gempa-palu.html

Lazismu Pacitan Serahkan Bantuan Rumah Korban Longsor



PWMU.CO – Bersamaan dengan acara refleksi satu tahun bencana banjir dan longsor, Sabtu, (22/12/18), Lazismu Pacitan menyerahkan bantuan rumah relokasi senilai Rp 15 juta.

Bantuan ini diberikan kepada Ibu Sumarni, warga Dusun Dadapan, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Sudah satu tahun terakhir ini, ibu berputra satu ini terpaksa tinggal di rumah saudara perempuannya.

Rumahnya hancur rata terpendam tanah, sementara tanah pekarangannya tidak bisa di tempati lagi, karena habis ikut terbawa longsor, pada saat bencana longsor satu tahun yang lalu (29/12/17).

Saudara perempuannya, merelakan berbagi tanah pekarangan, sehingga dana bantuan ini bisa digunakan untuk memulai membangun rumah tinggalnya.

“Saya ucapkan terimakasih atas bantuan dari Lazismu ini”, kata Sunarmi yang didampingi keponakannya, Toni dan perangkat Desa Klesem, saat menerima bantuan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan.
“Anak saya tidak bisa mengantar, karena masih merantau, mencari nafkah dan mengumpulkan uang untuk membuat rumah lagi,” sambungnya.

Sunarmi belum termasuk warga yang ikut mendapat bantuan rumah relokasi dari pemerintah, karena saat itu belum memiliki tanah yang bisa digunakan untuk mendirikan rumah.

Lazismu yang mengetahui peristiwa ini, kemudian meninjau langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Selanjutnya berupaya menghimpun donasi, untuk ibu Sunarmi ini.

Bantuan ini diterimakan secara simbolis oleh Ketua MDMC Pusat Budi Setiawan, disaksikan oleh Ketua PDM pacitan, Suprayitno Ahmad dan segenap undangan. (Isa Ansori)

 Dikutip dari :
 https://pwmu.co/83566/12/24/lazismu-pacitan-serahkan-bantuan-rumah-korban-longsor/