Minggu, 11 Februari 2018

SMTB : Kegiatan Pasca Bencana


Masa pasca bencana sama pentingnya dengan kegiatan-kegiatan tanggap darurat. Sementara ini kita di Pacitan juga terjebak dengan kegiatan-kegiatan pada masa tanggap darurat dan menyerahkan sepenuhnya kegiatan pasca bencana ini diserahkan kepada pihak "pemerintah" semata.
Tidak dipungkiri bahwa kegiatan pasca bencana memerlukan beberapa yang perlu dipertimbangkan setidaknya antara lain :
1. perencanaan seseuai kebutuhan;
2. ketersediaan SDM dengan keahlian tertentu;
3. ketersediaan waktu, dana dan biaya;
3. komitmen dan keberlanjutan;
jika tidak direncanakan sampai dengan kegiatan pasca bencana yang berkelanjutan justru akan berpotensi menimbulkan permasalahan baru kalau tidak tidak boleh disebut "bencana baru". Perencanaan sesuai dengan pengkajian kebutuhan pasca bencana juga analisa risiko bencana sesuai kekhasan dan karakteristik lokasi bencana. Ketersediaan SDM, ini sangat penting, untuk mengelola kegiatan-kegiatan pasca bencana dari hasil pengkajian yang telah dilakukan. Perlu SDM yang bisa memberikan fasilitas perubahan dan membuka cakrawala bagi "warga" untuk bisa mengurangi risiko bencana. Di sinilah diperlukan SDM yang peduli dan kompeten untuk berupaya mengurangi risiko bencana. Ketersediaan waktu, dan biaya, kegiatan-kegiatan pasca bencana tidak diketahui kapan berakhirnya. Maka upaya yang dilakukan seakan-akan tidak diketahui bagaimana hasilnya - karena hasil kegiatan-kegiatan pasca bencana akan terlihat jika terjadi bencana - sehingga sangat jelas diperlukan waktu, dan dana yang tidak terbatas, untuk itu diperlukan komiten dan berkelanjutan dari semua stakeholder yang terlibat dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, sebagai upaya pengurangan risiko bencana. 
MDMC dan Muhammadiyah sebagai organisasi sosial agama dan kemasyarakatan dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas perlu melakukan kegiatan penguatan kompetensi dan kapasitas  sangat diperlukan. Langkah yang strategis telah dicanangkan MDMC untuk membuka Sekolah Madrasah Tangguh Bencana (SMTB) untuk masa mitigasi/kesiapsiagaan pada masa pasca bencana di samping kegiatan dan proses rehabilitasi dan rekostruksi yang telah dilakukan. SMTB sasarannya adalah sekolah dan madrasah di bawah pembinaan Muhammadiyah juga merambah ke sekolah/madrasah negeri dan swasta di daerah rawan bencana.


Sasaran awal kegiatan SMTB MDMC adalah memberikan pemahaman dan informasi awal yang representatif agar dapat mengurangi risiko bencana, jikalau bencana memang datang. Mengenali bencana dan mengurangi risikonya, tanpa meninggalkan kearifan lokal yang sudah ada sebelumnya.

Beberapa rangkaian kegiatan SMTB MDMC dalam jangka waktu Pebruari - April 2018 kegiatan yang dilakukan antara lain :
1. Workshop Manajemen Bencana
2. Workshop Kajian Risiko Bencana
3. Pelatihan PPGD
4. Gladi Posko/Lapang

peserta kegiatan dari Komite, Guru/Siswa TK/MI/MTs/SMP/SMA/SMK Muhammadiyah di Pacitan juga melibatkan sekolah/madrasah lain yang terdampak banjir dan tanah longsor. Sebagao fasilitator diharapkan dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, dan BPBD Kab. Pacitan. Diharapkan pada perkembangan lebih lanjut ada sekolah/madrasah yang menjadi rujukan sebagai Sekolah Madrasah Tangguh Bencana.

Dengan bencana, kita BERSAMA-SAMA BANGKIT DAN KUAT KEMBALI.......(ahp)

Nashrun minallah.......


Ditulis oleh :
Agus Hadi Prabowo
Ketua MDMC Pacitan

0 komentar:

Posting Komentar