Senin, 15 Januari 2018

Pelantikan Bernuansa Bencana



Barangkali inilah pelantikan PDNA terunik yang terjadi di Jawa Timur. Pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda daerah kabupaten Pacitan, melecutkan semangat PDNA untuk mengadakan pelantikan pengurus Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah kabupaten Pacitan periode 2016-2020 di posko bencana, MDMC Pacitan, Ahad (14/1/18).  Di antara tumpukan barang-barang bantuan sembako dari berbagai daerah, tempat itu disulap menjadi tempat pelantikan dan pelatihan.
Endang Sumiati,M.Ag, sebagai ketua terpilih mengatakan bahwa pelantikan ini sebagai tindak lanjut dari Musyda PDNA yang dilaksanakan satu bulan yang lalu.
“Kami bersyukur di tengah bencana kami bisa mengadakan musyda dengan persiapan yang sangat singkat, dan hari ini bisa melaksanakan pelantikan yang dirangkai dengan pelatihan trauma healing.” ungkapnya.
Sementara Wakil  Ketua MDMC, Bambang Setio Utomo mengatakan bahwa bencana banjir justru membangunkan beberapa ortom yang tertidur.
“Barangkali inilah berkah bencana hingga beberapa ortom  terbangun dari zona amannya. Berkah lainnya bahwa MDMC bisa bergandengan tangan dalam menangani korban banjir dengan berbagai ortom.  ini bukan hanya satu bagian ortom, tapi milik semua ortom untuk berpartisipasi menjadi relawan. Terimakasih NA juga turut berperan dalam pemulihan bencana.” ujarnya.
Kegiatan yang melibatkan para guru TK/RA se Kabupaten Pacitan ini mendapat apresiasi positif dari ketua PD Muhammadiyah yang diwakili oleh Mustofa.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PDNA yang mengadakan pelantikan hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa NA Pacitan siap menghidupkan organisasi, siap melakukan sebuah pergerakan. Organisasi dikatakan hidup kalau ada pergerakan, ada kegiatan, tandasnya. 
Kehadiran ketua PDA juga menyemangati para pengurus NA dengan mengajak bersama-sama menghidupkan organisasi di bawah Muhammadiyah ini. Pada kesempatan itu, Rum Suwati, ketua PDA mengucapkan kepada pengurus lama yang telah bersama-sama melaksanakan program kerjanya dan mengajak kepengurusan yang baru bisa bersama-sama melakukan pengkaderan yang baik.
“Kader PDNA ini yang akan melanjutkan keperngurusan di PDA, oleh karena itu kami berharap pengkaderan PDNA bisa terkondisikan dengan baik sehingga bisa menjadi kader PDA nantinya.” Ungkap Rum.
Pelantikan dipimpin langsung oleh PWNA yang diwakili oleh Ima. Para terlantik mengucap sumpah dan janji menjalankan amanah sesuai program kerja yang diprogramkan.
Pesan mendalam disampaikan Ima yang juga pengurus PDNA Ponorogo. ”Manuk glathik cucuke biru,  bar dilantik ojo turu. Ketika kita sudah bangun jangan tidur lagi. Untuk membangun dakwah persyarikatan, ayo bersemangat membangun NA dengan 3 basis, yaitu NA berbasis tauhid, NA berbasis media, dan NA berbasis ilmu pengetahuan.” sambutnya mantap.

Setelah pelantikan acara dilanjutkan dengan pelatihan trauma healing bersama Eko Hardiansyah, M.Psy Psycholog. Dekan Fakultas Psyichologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini mengajak peserta pelatihan dengan metode Psychologi Alfatihah.
“Ciri – ciri orang yang hidupnya serius ada tiga, yaitu selalu bahagia, sabar dan semangat.”  Kata psyicholog yang pernah mengikuti pelatihan di Singapura pada kegiatan Advanced Training Choice Theory/ Reality Therapy tahun 2017 ini.
Ditegaskan oleh Eko dalam pelatihan tersebut ada tiga sifat Alloh dalah Surat Alfatihah, yaitu Rahman Rahim,  Robbul alamiin, dan penguasa hari pembalasan. Inilah yang mendorong kita akan menjalani hidup kita serius dan bahagia.



(kontributor: Sri Hartati, PDNA Pacitan).


0 komentar:

Posting Komentar