One Muhammadiyah One Response (OMOR)

Diskusi di Lokasi Bencana Desa Gembuk untuk mematangkan konsep OMOR di Pacitan'

Relawan Muhammadiyah Pacitan

TDRR Tanah Longsor Desa Gembuk Kec. Kebonagung

Dusun Jajar Desa Sempu Kec. Nawangan

Menanam adalah Sedekah

Pacitan : 29 Pebruari - 1 Maret 2020'

“Relawan Muhammadiyah/MDMC Meningkatkan Kapasitas”

Selasa, 22 Juni 2021

Penyampaian Informasi Covid-19 di Media : Menakuti-nakuti Vs Edukasi

 


Untuk kesekian kali Muhammadiyah Covid-19 Command Centre (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Serial Covid-19 Talk, dan pada hari Selasa (22/6) merupakan Special Edition dengan thema Peran Media Dalam Penyampaian Informasi Covid-19. Tidak kurang 150 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan latar belakang peserta yang beragam karena Covid-19 Talk ini terbuka untuk umum.

Agus Samsudin – Ketua MCCC PP Muhammadiyah dalam pengantar kegiatan menyatakan tentang peran penting dari media massa ataupun media sosial dalam menyampaikan persepsi yang baik kepada masyarakat lebih-lebih di masa pandemic Covid-19 sekarang ini.

Mengakhiri pengantar kegiatan Agus Samsudin, menegaskan bahwa, media massa mempunyai kesempatan yang luar biasa untuk memberikan pengertian dan persepsi yang baik di masa pandemik Covid-19 kepada masyarakat, sehingga masyarakat mempunyai persepsi yang baik bagaimana secara bersama memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebagaimana dalam poster yang beredar di media sosial, dalam serial Covid-19 Talk Special Edition ini sebagai narasumber : Ahmad Faizin Karimi (Penulis Buku “Jurnalistik Asyik”), Agus Wahyudi (Wartawan Senior (ex Pimred Radar)), Hartoko (Wartawan Senior), Mukhtarom (Wartawan TVRI Jateng) dan Agus Setiawan (Antara Malaysia). Sebagai Pemantik Diskusi : Arif Nur Kholis (PSDM PP Muhammadiyah, Sekretaris MCCC).

Jika selama ini kita hanya menikmati tulisan dan foto-foto dari liputan jurnalis (awak media) yang sudah tersaji, tetapi dalam Covid-19 Talk Special Edition para narasumber seakan membuka strategi bagaimana mengolah informasi yang ada  khususnya tentang Covid-19 dengan segala aspeknya. Lebih lanjut sebagaimana link  Youtube berikut :




1.     [ambyah]

 

Senin, 21 Juni 2021

Kajian Rutin PDNA : Jodoh Sakinah Ilal Jannah



Daftar Perkara Perdata Permohonan dengan klasifikasi perkara Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Pacitan di bulan ini sampai dengan tanggal 15 Juni 2021 terdapat 24 permohonan. Diperlukan dispensasi kawin karena seseorang yang akan menikah kurang dari 19 tahun.

Secara umum seseorang yang menikah di bawah usia 19 tahun ini dikategorikan "perkawinan anak-anak" atau "perkawinan usia dini". Di Pacitan tren perkawinan dini ini semakin meningkat dari tahun ke tahun, sebagaimana data pada Pengadilan Agama Pacitan tersebut.

Dalam banyak aspek banyak hal yang seharusnya dihindari dalam perkawinan dini ini. Dengan memperhatikan semakin meningkatnya perkawinan dini ini, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Pacitan dalam Kajian Rutin bulan Juni 2021 mengambil thema : Bimbingan Remaja Usia Nikah - Jodoh Sakinah Ilal Jannah.

Tidak kurang 50 peserta utusan Rohis SMA/SMK Negeri/Swasta termasuk dari SMA/SMK Muhammadiyah Pacitan mengikuti kajian rutin ini di Gedung Dakwah Muhammadiyah Pacitan (Ahad, 20/6). Hadir pula Ketua PD Muhammadiyah dan Ketua PD Aisyiyah juga beberapa pengurus Majelis/Lembaga/Badan PDM Pacitan.

Dalam sambutan pembukaan (Pengajian Iftitah) Ketua PDM Pacitan – Suprayitno Ahmad menyambut gembira atas terselenggaranya kajian rutin Pengutus PDNA. “Segenap anggota NA adalah penerus, pelangsung, penyempurna Muhammadiyah. Kekurangan selama ini adalah ruang silaturahmi, dan pengkaderan untuk itu kegiatan kajian rutin ini sedikit banyak menutup kekurangan itu yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.”

Sebagai nara sumber Kajian Rutin PDNA kali ini adalah Farida Ismawati (panggilan akrabnya mBak Ida, Konselor Pernikahan PD Aisyiyah/Penyuluh Agama Kankemenag). Dengan gaya santai tapi serius dan semangat, memberikan tip tentang kehidupan rumah tangga yang bahagia lahir sehinga tercipta rumahku surgaku. Mbak Ida mengatakan, “Bagaimana menciptakan – rumahku surgaku – kalau suami dan isteri pembentuk rumah tangga tidak siap ? Tidak siap dari sisi motivasi berumah tangga, pengetahuan, kemandirian, kematangan jiwa dan tanggung jawab.”

Sebelum tanya jawab mBak Ida memberikan bekal kepada peserta kajian rutin yang hadir rata-rata usia 16 – 25 tahun, agar Jodoh Sakinah Ilal Jannah yaitu : pengertian jodoh, tips memilih calon suami/isteri, macam-macam jodoh, dan motivasi tentang jodoh. Pasangan hidup suami/isteri memang sudah ditentukan sebelum kita lahir namun ada ruang untuk memilih.

Sebelum kegiatan diakhiri dilakukan tanya jawab antara peserta dan nara sumber. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh peserta. Beberapa pertanyaan disampaikan antara lain : bagaimana cara memantaskan diri, agar dapat jodoh yang pantas juga ? Apakah boleh perempuan bertanya kepada laki-laki yang selama ini “intens” mengadakan pendekatan, kapan dia mau melamar ? Semua pertanyaan dijawab santai dan lugas oleh nara sumber diselingi joke segar.

Kajian rutin PDNA lanjutnya adalah masih berkisar masalah bimbingan usia nikah. Endang Sumiati – Ketua PDNA, menyatakan, “Angka perkawinan dini atau perkawinan anak-anak di Pacitan cukup tinggi, entah faktor pandemik covid-19 atau bukan, yang jelas kami mempunyai tanggung jawab juga memberikan pengertian kepada remaja terkait dengan dengan masalah perkawinan ini sesuai dengan dengan tuntunan ajaran agama Islam dan sesuai aturan ketentuan pemerintah.”

Reporter : Ambyah

 

 



Sabtu, 19 Juni 2021

Peserta Workshop Jurnalistik MDMC Menulis


Ada hal yang menarik dari kegiatan Workshop Jurnalistik MDMC yang diselenggarakan oleh MDMC Pimpinan Pusat melalui aplikasi Zoom (19/6). Kegiatan diikuti oleh 155 peserta dari unsur relawan MDMC Pimpinan Wilayah dan Daerah seluruh Indonesia.

Salah satu materi kegiatan adalah : Praktik reportase hingga rilis berita. Tentu saja pada sesi kegiatan Workshop ini peserta dituntut untuk menuangkan gagasan dan ide “dari mana memulai menulis”. Materi trik dan tips menulis sudah diberikan oleh nara umber, tinggal bagaimana peserta untuk mempraktekkan.

Tidak mudah memang untuk menulis. Perlu dilatih, banyak membaca/referensi, dan pengalaman. Berikut  tulisan beberapa peserta yang diupload di sebuah grup WA Peserta Workshop Jurnalistik MDMC.





Kemudian, lain dari pada itu, tulisan sebagai hasil jurnalistik hendaknya memberikan kejelasan pesan/informasi yang diberikan sampai kepada penerima pesan tanpa mengalami penambahan/pengurangan dari pesan/informasi yang disampaikan. Ini penting, karena jurnalistik (bernuansa) kebencanaan menyangkut, minimal, sisi kemanusiaan. 


Selamat belajar....... 

Perkuat Potensi Jurnalistik, MDMC Indonesia adakan Webinar

 


Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengadakan Workshop pelatihan Jurnalistik melalui aplikasi Zoom. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas relawan kebencanaan MDMC. Acara yang digelar tanggal 19 Juni 2021 ini diikuti lebih dari 155 peserta dari perwakilan MDMC wilayah maupun daerah di seluruh Indonesia.

Acara ini dibuka langsung oleh ketua MDMC Indonesia Budi Setiawan. Budi berharap dengan adanya pelatihan ini mampu menambah personil-personil Jurnalis MDMC di daerah daerah, sehingga apabila ada respon bencana di daerah akan segera bisa di rilis beritanya. 

Pada sesi kedua tampil fajar Dr. Fajar Junaedi, S. Sos, M. Si. yang juga dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini membawakan materi tentang Jurnalisme Bencana. Dalam paparannya ia menyampaikan bagaimana pentingnya etika jurnalistik dalam kebencanaan, dan salah satunya adalah dengan wajib memperhatikan proses pemulihan korban dan tidak menambah penderitaan ataupun traumatik korban bencana.

Disesi selanjutnya Hendra Setiawan yang sehari-hari bekerja di CNN tampil sebagai pemateri, dan ia menampilkan materi kuliah tentang Teknis Reportase/Pendekatan Mobile Journalism, Ia menampilkan contoh Mobile Jurnalisme yang sesuai dengan kaidah pemberitaan dan yang tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ia juga memberikan saran untuk menggunakan HP dengan format landscape untuk mengambil video dan foto dengan tetap memperhatikan kesetabilan gambar dengan tetap menggunakan laporan suara yang menggunakan kaidah 5W+1H dalam laporannya. 

Twediana Hapsari selanjutnya mengisi acara selanjutnya dengan memberikan materi teknik rilis berita. Di sesi ini juga dilakukan praktik penulisan berita yang diakhiri dengan evaluasi. 

Di sesi penutupan, dan hadir Arif Nurkholis untuk menutup rangkaian acara pelatihan jurnalistik ini. (MDMC Pacitan)


Bambang Setyo Utomo

Relawan MDMC Pacitan


Materi Workshop : https://drive.google.com/drive/folders/1YnN7vJw8TprHlACFMz1RtyI_ggszGumf?usp=sharing

Selasa, 25 Mei 2021

MDMC/Lazismu Pacitan Distribusikan Al Qur'an Huruf Braille


MDMC/Lazismu Pacitan pasca bencana banjir tahun 2017 silam menerima tidak kurang 8 boks Al Qur'an huruf Braille untuk disalurkan kepada saudara-saudara penyandang disabilitas netra di Kabupaten Pacitan.  Upaya ini dilakukan agar penyandang tunanetra tetap bisa membaca Al Qur'an. Al Qur'an huruf Braille semakin sering digunakan maka titik-titik dari rangkaian kata/kalimat menjadi tidak peka lagi di ujung jari.

Dalam mendistribusikan Al Qur'an huruf Braille ini tidaklah semudah ketika mendistribusikan Al Qur'an sebagaimana umumnya. Di Pacitan memang terdapat penyintas disabilitas netra namun tidak semuanya mampu membaca Al Qur'an dengan huruf Braille. "Beberapa penyintas disabilitas netra pernah kami hubungi juga melalui keluarganya,  di samping itu beberapa SLB yang ada di Pacitan belum ada guru yang mampu mengajarkan baca-tulis Al Qur'an dengan huruf Braille," terang Agus, Ketua MDMC Pacitan (25/05).

Tim MDMC/Lazismu Pacitan cukup selektif untuk menyalurkan Al Qur'an huruf Braille ini dengan melalui asesmen untuk meyakinkan bahwa penerima benar-benar membutuhkan dan bisa membaca Al Qur'an huruf Braille.

Melalui "woro-woro" di beberapa grup media sosial akhirnya MDMC/Lazismu Pacitan hanya bisa menyalurkan dua boks (@ 30 juz) Al Qur'an huruf Braille kepada disabilitas netra yang memang bisa membaca Al Qur'an, dan Al Qur'an yang dimiliki titik-titik rangkaian hurufnya sudah tidak peka lagi diraba ujung jari karena sering digunakan. 

Tanggal 27 Juli 2020 adalah Mas Catur (35 tahun) yang bertempat tinggal di lingkungan Slagi Kelurahan Pacitan yang pertama menerima Al Qur'an huruf Braille. Kemudian tanggal 24 Mei 2021, kemarin, Tim MDMC/Lazismu menyerahkan Al Qur'an Braille ini kepada Mas Awi Muchtaza (20 tahun) yang beralamat di Dusun Krajan Desa/Kecamatan Arjosari Pacitan.

Suhardi orang  tua Awi Muchtaza mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi kepada MDMC/Lazismu dan donatur Al Qur'an Braille ini. "Terima kasih semoga berkah atas bantuan Al Qur'an kepada anak  saya, insya Alloh sangat bermanfaat untuk menajamkan lagi hafalannya," ungkap Suhardi. [ambyah]

Minggu, 16 Mei 2021

MDMC dan Lazismu Kalimantan Selatan respon banjir Satui


Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Layaknya sebuah kemenangan, hari besar ini dirayakan dengan penuh suka cita bersama keluarga. Namun tidak dengan saudara-saudara kita di Kabupaten Tanah Bumbu, tepatnya di Kecamatan Satui.

Pada hari yang fitri tersebut, mereka harus mengungsi akibat debit air Sungai Satui di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan meluap pada Kamis pagi (13/5), pukul 06.00 WITA, yang diawali hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, enam desa di Kecamatan Satui yaitu Desa Sinar Bulan, Desa Satu Barat, Jombang, Satui Timur, Sungai Danau, dan Sejahtera Mulia harus tergenang air setinggi 100 cm hingga 150 cm.

Muhammadiyah Kalimantan Selatan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung bergerak merespon kejadian tersebut. Di bawah koordinasi Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (TDRR) yang dipimpin oleh Miftah Farih, MDMC Wilayah Kalimantan Selatan melakukan kaji cepat terhadap dampak banjir tersebut untuk mendapatkan data-data guna membuat rencana aksi penanggulangan banjir. Dengan dukungan dari Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, diputuskan untuk memberikan bantuan kepada warga berupa layanan dapur umum dan dapat diperluas berdasarkan situasi di lapangan.

Miftah Farih menyampaikan bahwa tim TDRR MDMC Kalimantan Selatan melakukan kaji cepat pada Jum’at (14/5) melalui relawan yang berada di lokasi. “Kami melakukan koordinasi bersama relawan yang ada di lokasi pada Jum’at untuk mengumpulkan data yang akan dipakai untuk mengambil keputusan terkait rencana aksi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa tim asistensi MDMC Wilayah Kalimantan Selatan berangkat pada Jum’at malam dengan membawa dukungan logistik dan peralatan. “Untuk mendukung aksi relawan di lapangan, kami (MDMC Wilayah Kalimantan Selatan) berangkat dari Banjarmasin pada Jum’at malam ke Kantor Layanan Lazismu Kintap untuk melakukan koordinasi dan membawa dukungan logistik, peralatan, serta mobil taktis dari Kantor Layanan Lazismu Al Ummah Banjarmasin,” tambahnya.

Lokasi Kantor Layanan Lazismu Kintap dipilih karena berdekatan dengan lokasi banjir yang ada di Kecamatan Satui.

Sementara itu, Abdullah Sani selaku Manajer Pengembangan Program, Fundraising, dan Kerjasama Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan yang turut serta meninjau lokasi banjir menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada MDMC dalam tugas kemanusiaan ini. “Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan memberikan dukungan dengan mengirimkan bantuan logistik maupun peralatan yang ada di gudang Lazismu. Bantuan ini seperti perahu karet lengkap dengan life jacket, peralatan dapur umum, serta logistik yang kami siapkan seperti beras, gula, telur, dan minyak goreng,” terangnya. Ia juga berharap agar para donatur dapat menyalurkan bantuan melalui Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan.

“Meskipun Ramadhan telah lewat, kami berharap agar donatur tetap berbagi kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir pada hari Idul Fitri ini dengan berdonasi melalui Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan guna mendukung kegiatan di lapangan,” harapnya.

Relawan MDMC

MDMC Wilayah Kalimantan Selatan mengerahkan potensi relawan dari kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanah Bumbu, seperti Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Laut. MDMC Kabupaten Kotabaru akan mengerahkan 3 orang relawan dengan kompetensi dapur umum beserta peralatan dapur umum dan dari Kabupaten Tanah Laut mengerahkan 10 orang relawan. Sementara itu dari Kabupaten Tanah Bumbu sendiri mengerahkan 10 orang relawan untuk mendukung operasi penanggulangan bencana banjir tersebut.

Seperti dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang melanda enam desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu telah berdampak kepada ± 2.126 KK atau sebanyak 5.308 jiwa. 58 KK atau 207 jiwa harus mengungsi pada 2 titik pengungsian yaitu SMPN 4 Satui Desa Sinar Bulan dan Gedung Majelis Ta’Lim Desa Sungai Danau. Selain merendam ± 2.126 unit rumah terdampak, banjir juga mengakibatkan ± 55 Ha lahan pertanian siap panen turut terdampak. (Bon)



Sumber : https://menara62.com/mdmc-dan-lazismu-kalimantan-selatan-respon-banjir-satui/

Israel Semakin Beringas, Muhammadiyah: PBB dan Dunia Internasional Jangan Tinggal Diam

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyuarakan agar PBB dan dunia Internasional jangan tinggal diam atas perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina yang semakin kejam.

Serangan brutal dan membabi buta yang terus dilakukan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan setidaknya 53 orang termasuk 14 anak-anak, serta lebih dari 300 lainnya terluka dari warga Palestina.

Kekejaman Israel tersebut akan semakin meningkatkan eskalasi konflik bersenjata dan kekacauan yang kian meluas di kawasan-kawasan tersebut.

Kondisi tidak menentu ini sudah berlangsung lebih sebulan dan berpeluang menambah bara konflik Israel dan Palestina yang berkepanjangan, sumber utamanya ialah keserakahan dan kebrutalan Israel yang sampai sekarang tidak pernah memperoleh kendali dan hukuman dari dunia internasional.

Sejak pendudukan dan berdirinya negara Israel tahun 1948 di kawasan Yerusalem sebagai wilayah Palestina dan negeri tiga agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi jazirah ini tidak pernah sepi dari prahara perang, kekerasan, dan konflik berkepanjangan.

Kini Israel dengan ambisi politik ekspansionisnya yang berkepanjangan terus ingin memperluas kawasan kekuasaannya, yang menjadi sumber berbagai masalah di wilayah dan negara Palestina.

Dunia internasional jangan diam dan harus mengambil langkah tegas. Selama negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah maka Israel akan terus sewenang-wenang.

Karena itu dunia internasional khususnya PBB dan semua negara di dunia internasional yang cinta kemerdekaan abadi hendaknya bertindak tegas terhadap segala bentuk kesewenang-wenangan Israel, serta tidak boleh melindunginya.

Hentikan segala bentuk kekerasan, kekejaman, tindakan pengusiran, dan genosida Israel terhadap bangsa Palestina.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi sikap tegas Indonesia dalam membela Palestina dan mengutuk tindakan brutal Israel.

Karena itu kami harapkan Indonesia terus mengambil prakarsa aktif dalam mendorong dunia internasional khususnya negara-negara Arab dan PBB agar bertindak tegas memberi sanksi terhadap Israel, serta menghentikan ekspansi dan kekejaman Israel terhadap bangsa dan negara Palestina.

Muhammadiyah dan rakyat Indonesia senantiasa membela dan mendukung sepenuhnya perjuangan rakyat Palestina demi tegaknya kedaulatan negara Palestina yang bebas dari segala bentuk kesewenang-wenangan Israel.

Muhammadiyah juga mengutuk keras serangan Israel yang penuh kekejaman dan nafsu ekspansi neokolonialisme. Di era dunia modern abad ini semestinya tidak ada lagi pihak yang bertindak sewenang-wenang terhadap pihak lain atasnama apapun.

Praktik penjajahan dan penindasan sudah harus dikubur dalam-dalam di era dunia modern yang menjunjung tinggi kemerdekaan, kebebesan, dan hak dasar manusia untuk hidup di bumi ciptaan Tuhan.

Dunia modern semestinya menciptakan kemerdekaan dan perdamaian abadi untuk semua bangsa di muka bumi demi terciptanya peradaban umat manusia yang hidup bersama secara bermartabat dan berdaulat.

Seluruh dunia yang prodemokrasi, HAM, serta anti kekerasan dan peperangan mesti bangkit bersama menghentikan segala bentuk ekspansi dan serangan bersenjata oleh satu negara atau pihak terhadap negara dan pihak lain yang berhak untuk kebebasan,dan perdamaian di muka bumi. (Riz)


Sumber : https://suaramuhammadiyah.id/2021/05/16/israel-semakin-beringas-muhammadiyah-pbb-dan-dunia-internasional-jangan-tinggal-diam/